
Di sisi lain, dua pasang mata kini nampak sedang mengawasi kediaman itu secara diam-diam dari jarak yang cukup jauh. Tatapan mata mereka itu terlihat begitu tajam dan teliti saat menatap setiap sudut dan pergerakan dari orang-orang yang berada di sekitar sana.
Dan sembari terus mengawasi, salah satu di antara mereka pun kini berkata. “Kakak, apakah dia akan baik-baik saja?” Tanya Wang Zeming, kepada kakaknya yang kini sedang berdiri di sampingnya.
Mendengarkan hal itu, fokus Wang Yelu pun teralihkan. Pria itu kini menoleh kesamping dan menatap adiknya untuk sekilas sebelum membuka mulutnya dan berkata. “Aku tidak tau!... Tapi jika mengingat kemampuannya, sepertinya ia akan baik-baik saja!” Ucapnya, yang nampak begitu tenang.
Namun walaupun begitu, jujur saja dalam hati ia kini merasa resah. Pangeran itu tidak bisa menyangkal bahwa ia kini tengah mengkhawatirkan keadaan gadis kecil itu.
Walaupun ia tahu dengan jelas mengenai kemampuan yang Li Ying miliki, namu tetap saja ia masih merasa khawatir. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa gadis kecil itu akan tetap aman di dalam sana, apalagi jika ia sendirian tanpa ada seorangpun yang menemani.
“Li Ying, apakah kau baik-baik saja?” Ia bertanya-tanya dalam hati, sedikit gelisah dan merasa tidak tenang saat memikirkan keselamatan gadis kecil itu.
Kemudian, pandangannya pun kini kembali menatap ke arah Wang Zeming. Walaupun wajah adiknya itu masih terlihat datar seperti biasa, namun pancaran matanya yang jernih itu tidak dapat menyembunyikan perasaannya yang tengah dilanda oleh kekhawatiran.
Jarang sekali ia melihat Wang Zeming seperti itu, karena selama ini yang dia lakukan hanyalah bersikap dingin kepada semua orang tanpa mau membuka hati sedikitpun.
“Kehadiran Li Ying sepertinya cukup berpengaruh besar dalam mengubah sifatnya, ia kini lebih banyak bicara, dan terkadang ia juga tersenyum saat bersama dengan gadis kecil itu!” Gumamnya, yang termenung dalam hati.
Kemudian, pandangannya pun kini kembali fokus untuk menatap kediaman tadi. Melihat bahwa suasana di sekitar sana begitu tenang dan sunyi, pangeran itupun berfikir bahwa semuannya telah berjalan sesuai rencana.
...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...
__ADS_1
Suasana malam kini terasa begitu sunyi, Li Ying yang sedang memandangi dirinya di depan cermin itupun menghela nafasnya dengan berat.
Kini gadis kecil itu berada di sebuah ruangan yang nampak luas dan nyaman, itu adalah ruangan yang telah di persiapkan khusus untuknya oleh pemilik kediaman ini.
Berbeda dari perkiraannya, ternyata ia kini malah di tempatkan di ruangan yang terpisah dari anak-anak yang lain. Perlakuan para pelayan di sini pun juga menjadi lembut semenjak tahun besar kediaman ini berkata akan merawat dirinya dengan sepenuh hati.
“Hah! Ini kacau!” Gadis kecil itu kembali menghela nafasnya, menatap pantulan dirinya di depan cermin yang nampak begitu cantik dan manis.
“Aku kira nantinya aku akan di tempatkan di ruangan yang sama dengan anak-anak yang lain, karena sebenarnya itu adalah tujuanku untuk datang kemari!” Ia kembali terdiam, kemudian pandangannya menyapu sekeliling ruangan yang tampak luas dengan dekorasi yang mewah. “Sayangnya, orang gila itu malah membuatku berada di tempat ini!... Dan siapa yang akan menyangka bahwa ia akan bertindak seperti itu setelah melihatku?... Aku menyesal karena tidak menyamar menjadi anak laki-laki sebelum datang ke sini!” Gumam gadis itu dalam hati, merutuki dirinya sendiri karena terjebak dalam situasi seperti ini.
Tidak ingin tinggal diam, gadis kecil itupun kini memutar otaknya dan menyusun rencana lain. Karena mau bagaimanapun caranya, ia harus menemukan keberadaan anak-anak yang di sembunyikan di dalam kediaman ini.
Kemudian, Li Ying pun mengintip keadaan sekitar dari cela-cela pintu itu. Melihat bawah di luar sana masih ada beberapa orang yang tengah berdiri dan berjaga, gadis kecil itu pun mengerutkan dahinya dan menggerutu kesal dalam hati.
“Kenapa orang gila itu menempatkan banyak sekali penjaga di sekitar ku?!!... Memangnya dia pikir gadis kecil seperti ku ini bisa apa? Membakar rumah, hah?!!” Ucapan, yang sepertinya Li Ying kini benar-benar di buat kelas oleh pria yang mengaku akan merawatnya itu.
Tak kehabisan akal, Li Ying pun kini melangkahkan kakinya kearah jendela. Kemudian dengan gerakan yang begitu lincah gadis kecil itupun keluar dari ruangan itu dengan cara melompati jendela ruangan tadi.
Setelahnya, ia pun bergegas pergi menuju ke suatu tempat.
...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...
__ADS_1
Seorang kepala pelayan kini baru saja selesai melakukan semua tugasnya, ia kini meletakkan beberapa kunci yang ia bahwa di atas meja yang berada tidak jauh dari posisi tempat tidurnya saat ini.
Dan sembari melepas pakaiannya untuk berganti yang baru, kepala pelayan itupun bergumam pada diri sendiri di saat ia mengingat tentang seorang gadis kecil yang tiba-tiba di angkat menjadi nona muda di kediaman ini.
“Ck, sebenarnya ada apa dengan tuan besar? Bagaimana bisa ia berfikir untuk merawat gadis kecil itu?!... Barang yang bagus seharusnya bisa bernilai tinggi, namun karena keputusan yang tuan besar ambil, itu semua akan menjadi sia-sia!... Kini aku juga harus melayani gadis kecil itu seperti majikan ku sendiri, hmph!!” Ucapnya dengan begitu kesal.
Kemudian, ia pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan bersiap untuk tidur. “Sudahlah, aku tidak ingin memikirkannya lagi!... Lebih baik aku segera tidur dan beristirahat.” Ucapnya lagi, lalu memejamkan matanya dan perlahan-lahan mulai terlelap dalam tidurnya yang nyenyak.
Namun yang tidak pelayan itu sadari, dari balik meja yang ada di ruangan itu seseorang sedang yang ia bicarakan sedari tadi telang mendengar semua tentang apa yang ia ucapkan barusan.
Li Ying kini menengok dan melirik ke arah ranjang tempat di mana pelayan itu tertidur saat ini, kemudian ia pun menghela nafasnya dengan lega dan bergumam dalam hati.
“Huff, aku bersyukur atas tubuhku yang kecil ini, karena dengan itu aku bisa bersembunyi di tempat manapun dengan mudah!” Ucapnya.
Setelah itu, ia pun keluar dari bawah meja dan melangkahkan kakinya secara perlahan untuk mengambil kunci yang terletak di atas meja dekat tempat tidur tadi.
“Aih, yang mana kuncinya?!” Gadis itu bertanya dalam hati sembari mengerutkan dahinya dengan bingung.
Di atas meja itu tidak hanya ada satu atau dua kunci, namun belasan atau mungkin puluhan. Dan karena ia tidak ingin membuang-buang waktu, gadis kecil itu pun mengambil keputusan untuk membawa semua kunci itu sekaligus.
“Ah, sudahlah! Tidak ada waktu untuk memikirkan hal seperti ini, aku harus segera pergi dan mencari anak-anak itu!!” Gumamnya dalam hati, lalu segera meraih kunci-kunci itu dan berjalan keluar dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara sekecil apapun.
__ADS_1