Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Seorang pemuda dan anjing peliharaannya


__ADS_3

Di sebuah aliran sungai yang berada di pinggir hutan, suara riak air yang mengalir kini terdengar begitu menyegarkan. Kabut-kabut pagi yang masih menyelimuti sekitar hutan pun tampak memberikan sentuhan tersendiri di antara indahnya rerimbunan hijau itu.


Li Ying yang duduk di atas kudanya kini nampak memejamkan kedua matanya dan menghirup udara segar dalam-dalam. Suasana di sini memang benar-benar sangat menyenangkan, udaranya dingin dan sejuk, tidak ada suara bising selain kicauan burung yang merdu dan aliran air yang tenang.


Dengan senyuman tipis yang terlukis di bibirnya, gadis itupun turun dari kuda dan berjalan mendekat ke arah sungai. Melihat aliran air yang mengalir, entah kenapa Li Ying pun berfikir untuk bermain sebentar di sini sembari mengistirahatkan kudanya.


“Sepertinya ini tidak dalam, airnya sangat jernih dan mungkin aku bisa menangkap beberapa ikan untuk di makan! ” Gumam gadis kecil itu.


Di lepaskannya alas kaki yang ia pakai, kemudian dengan wajah gembira ia pun memasukkan kedua kakinya ke dalam air sungai tersebut.


“Hah, sangat menyegarkan!” Gumamnya lagi, yang tampak sangat menikmati kegiatannya saat ini.


Dengan langkah pelan sembari menikmati aliran dingin yang menggelitik kakinya, Li Ying pun kini berjalan ke tengah-tengah sungai. Tidak ada yang perlu di khawatirkan, kedalaman sungai tersebut tak lebih dari pusar gadis kecil itu. Dan karena di sini ada begitu banyak bebatuan, di baliknya pasti akan ada banyak ikan yang sedang bersembunyi.


“Yah, mari kita lihat!”


Li Ying kini mulai menajamkan indra penglihatannya, menyusuri sela-sela bebatuan dengan sangat teliti. Melihat kalau ada sesuatu yang bergerak-gerak di salah satu bebatuan, gadis kecil itupun segera menarik pedangnya dan menggunakannya untuk menusuk benda tersebut.


Slep!!!


Seekor ikan yang tertusuk itu kini menggeliat dan menghasilkan percikan air ketika ia di angkat ke permukaan, sedangkan Li Ying yang melihat hal itupun kini tersenyum lebar, ia tampak sangat senang. Ini memang adalah sebuah hal yang kecil, namun gadis itu sangat menikmatinya.


“Hahaha! Kira-kira bagaimana reaksi kakek tua itu jika pedang buatannya aku gunakan untuk menangkap ikan dan bukannya bertarung?” Tanyanya pada diri sendiri sembari tertawa kecil, kemudian ia pun kembali melihat sekitarnya. “Hem, aku akan menangkap beberapa lagi untuk di bakar!” Ucapnya lagi, dengan penuh semangat.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Di sisi lain, seorang pemuda kini terlihat sedang sibuk mengikat beberapa kayu bakar yang baru saja berhasil ia kumpulkan. Di sampingnya terdapat seekor anjir, anjing pemburu dengan bulu berwarna hitam bercampur kecokelatan.


Dan selagi pemuda itu sibuk dengan kayu bakar miliknya, tiba-tiba kedua telinga anjing itu terangkat di saat ia mencium sebuah aroma sedap dari kejauhan.


“Guk!!”


“Guk!! ”


Anjing yang semula duduk dengan tenang itu tiba-tiba berlari ke suatu arah, sang pemuda yang melihat hal itu pun sontak terkejut dan meneriaki anjingnya yang masih berlari menjauh.

__ADS_1


“Hei, kau mau kemana?!!” Teriaknya.


Namun, nampaknya anjing itu tidak mau mendengarkan dan masih saja terus berlari. Sang pemuda yang melihat hal itupun kini mendengus kesal, ia pun membawa kayu bakar yang telah ia ikat tadi dan bergegas mengikuti kemana anjingnya itu pergi.


“Dasar anak nakal, sudah berapa kali aku bilang untuk jangan menangkap tupai?!” Gumamnya, yang menggerutu kesal.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


“Huk!!”


“Huk!!”


Suara gonggongan anjing itu terdengar dan menarik perhatian Li Ying yang sedang sibuk membakar ikan hasil tangkapannya. Melihat kalau ada seekor anjing yang berlari menuju ke arahnya, Li Ying pun sontak berdiri dan mengerutkan dahinya dengan heran.


“Anjing siapa ini?” Tanyanya dengan bingung.


Kemudian, ia pun melirik ikan yang sedang ia bakar saat ini. “Oh, apakah kau datang karena mencium bau makanan? Sepertinya kau lapar, di mana pemilik mu?” Tanyanya, sembari mengulurkan tangannya dan mencoba untuk membelai kepala anjing tersebut.


“Huk!!


Sedangkan Li Ying yang melihat hal itupun kini terkekeh kecil, kemudian ia pun mengambil salah satu ikan yang sudah matang dan melemparkannya untuk di tangkap oleh anjing tersebut.


“Ambil ini!” Ucapnya.


Dan anjing itupun segera melompat untuk menangkap ikan yang di lempar Li Ying ke arahnya tadi.


“Huk!!”


Melihat kalau ikan-ikan yang lain telah matang, Li Ying pun segera mengangkatnya agar tidak hangus. Sebelumnya ia telah menangkap empat ekor ikan, satu ia berikan kepada anjing itu dan satunya lagi ia gunakan untuk santapan di pagi hari.


“Yah, aku harus menyisakannya untuk perjalanan nanti!” Gumamnya pelan.


Dan selagi ia sibuk menyantap makanannya, tiba-tiba dari arah yang sama suara lain pun terdengar.


“Dasar anjing nakal, ketemu juga kau akhirnya!” Ucap seorang pemuda yang berjalan mendekat sembari membawa kayu bakar.

__ADS_1


Li Ying yang mendengar hal itupun kini segera menoleh, sementara sang anjing yang di panggil kini nampak tidak perduli dan masih sibuk mengunyah makanannya.


“Oh, apakah ini anjingmu, anak muda?” Ucapnya, yang membuat pemuda itu segera tersadar akan keberadaan orang lain.


“Hah?”


Pemuda itu tampak terdiam untuk beberapa saat, kedua matanya kini terlihat sedang menatap Li Ying dengan bingung dan seolah-olah sedang mempertanyakan kenapa ada seorang gadis kecil di tengah-tengah hutan seperti ini.


“Kenapa kau di sini?” Tanya pemuda itu dengan bingung. Kemudian, ia melirik sekitarnya dan kembali berkata. “Di mana orang tuamu? kenapa kau bermain di tengah hutan sendiri seperti ini?” Tanyanya lagi.


Mendengar hal itu, Li Ying pun tersenyum dan berkata. “Aku hanya sedang lewat dan beristirahat sejenak di sini, lalu tiba-tiba anjing ini datang menghampiriku. Apakah dia milikmu?” Tanyanya, sekaligus menjawab pertanyaan dari pemuda itu tadi.


Sang pemuda yang mendengarnya pun kini nampak terkejut, melihat adanya seekor kuda di samping gadis kecil itu, sepertinya ia datang kemari dengan menungganginya sendirian.


“A.. Apa? Tidakkah kau tahu kalau bermain di hutan itu sangat berbahaya?! Dan bagaimana bisa kau menunggangi kuda besar itu sendirian?!” Ucapnya, yang merasa bingung bercampur khawatir.


Lihatlah betapa kecil dan mungilnya gadis ini, ia jelas masih balita. Namun bagaimana bisa anak sekecil ini berkeliaran di hutan dengan membawa seekor kuda sendirian? Bukankah hal itu adalah sebuah tindakan yang sangat ceroboh.


Sebenarnya apa yang sedang di lakukan oleh kedua orang tua anak ini?!!


“Tunggu, di mana rumah...”


Kruyuk-Kruyuk~


Suara perut yang bergemuruh itu pun sontak membuat wajah pemuda itu memerah malu, aroma ikan bakar yang tercium hingga ke hidungnya itu benar-benar membuatnya merasa lapar. Sedangkan Li Ying yang menyadari hal itupun kini terkekeh kecil, ia pun segera mengambil salah satu ikan bakar yang ia simpan dan memberikannya kepada pemuda itu.


“Anak muda, kemari dan makanlah!” Ucapnya, yang menyuruh pemuda itu untuk mendekat dan duduk di sampingnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author : Pakek nanya orang tuanya Li Ying ngapain? yah jelas lagi panik nyariin tuh bocah lah😂


Kalau emaknya gak tau sih, lagi ngeteh mungkin 😒


Menurut kalian gimana ya reaksi ibunya Li Ying? Apa mungkin dia bakalan khawatir sama anaknya?

__ADS_1


__ADS_2