Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Gadis kecil ini begitu berani kepada kaisar!


__ADS_3

Pandangan Li Ying kini masih tertuju kepada sang Kaisar Haocun yang kini juga tengah memandang kearahnya dengan tatapan rumit.


Senyum tipis di bibir mungil gadis kecil itu tidak pernah luntur. Mendengar pertanyaan yang baru saja kaisar itu lontarkan kepadanya, Li Ying dengan santai menjawab. “Iya yang mulia!.... aku memiliki beberapa informasi mengenai masalah desa itu. ” Ia memberi jeda, sedikit berfikir jika gadis kecil sepertinya sama sekali tidak pantas untuk terlibat dalam masalah negara. “... Namun sebelum aku mengatakannya, bisakah kau berjanji kepadaku? ” Tanyanya.


Pertanyaan dari Li Ying barusan itu membuat salah satu alis Kaisar Haocun terangkat dan membentuk sebuah ekspresi heran. “Putri perdana menteri yang satu ini... tidakkah dia merasa takut?!.... meminta sebuah janji kepada seorang kaisar, sungguh keberanian yang tiada tara!! ” Gumamnya dalam hati.


Bagi Kaisar Haocun, sosok Li Jiao adalah seorang gadis kecil yang begitu unik. Lihatlah bagaimana cara gadis itu memandangnya!.... tatapan gadis itu begitu tenang bagai air tak beriak dengan kedalam yang tidak bisa di tebak dengan akal sehat.


Senyum manis nan lembut di wajah Li Ying terlihat begitu menggemaskan. Namun bagi beberapa orang yang sudah terbiasa bergulat dengan intrik istana, mereka tentunya tau kalau senyum manis pada wajah lolos tanpa dosa itu sebenarnya adalah sebuah topeng.


Selain itu, sifat tenang dalam diri gadis kecil bermarga Li itu sangat lah mengerikan!!......


Jika saja gadis kecil di hadapannya ini mengatakan kalau umurnya telah Sepuh, maka Kaisar Haocun tidak akan merasa terkejut.


Sadar kalau gadis kecil di hadapannya ini meminta sebuah janji kepadanya, Kaisar Haocun pun menganggukkan kepala dengan ringan. “Katakan, janji apa yang kau minta dari ku... nona Li?! ” Tanyanya dengan nada bicara yang sedikit berbeda di akhir kalimat.


Li Ying sadar akan perubahan nada bicara itu. Nada yang adik dari kehidupan pertamanya itu gunakan terkesan begitu mencurigai!!


Entah mengapa, hal itupun membuat nya merasa sedikit lucu. “Yang mulia, aku ingin kau berjanji untuk merahasiakan keterlibatan ku... itu saja! ” Ucapnya dengan begitu santai.


Mendengar itu, kerutan di kening Kaisar Haocun pun semakin mendalam. Jika saja gadis ini menginginkan harta benda, jabatan atau kedudukan yang tinggi..... maka ia akan mengabulkan dengan hati yang merasa lega.

__ADS_1


Namun di saat gadis kecil ini memintanya untuk menutup mulut, entah mengapa sebuah perasaan waspada hinggap di hatinya!


Menginginkan harta berarti seorang yang tamak!... namun, walaupun begitu setidaknya Kaisar Haocun dapat mengerti karakter seorang Li Ying.


Akan tetapi...


Jika ia meminta nya untuk merahasiakan sesuatu, itu artinya sosok Li Ying adalah seorang gadis kecil yang begitu misterius dengan sejuta rahasia didalam diri nya.


Kaisar Haocun membenarkan posisi duduk nya agar terlihat tegap dan tegas, tatapan yang ia berikan kepada Li Ying begitu dingin dan penuh arti. “Baiklah, jika hanya itu... aku berjanji akan merasakan ini semua!! ” Ucapnya tanpa ragu.


Mendengar kata kunci itu, senyum di wajah Li Ying pun semakin lebar. “Kalau begitu, aku akan langsung saja! ” Ucapannya kemudian ia melanjutkan. “Aku akan langsung saja ke intinya!.... penduduk desa itu miskin, tetapi kekayaannya alamnya begitu berlimpah. Namun, sayang sekali pengetahuan mereka yang begitu terbatas membuatnya tak bisa mengolah sumber daya yang ada!” Jelasnya.


Li Ying menghela nafas, kemudian ia menatap kearah Kaisar Haocun dengan sebuah tatapan yang terlihat begitu terhibur. “Yang mulia, berapa banyak bantuan yang telah kau berikan?” Tanyanya.


Melihat tidak ada tanda tanda bahwa sang Kaisar Haocun berniat untuk menjawab nya, Li Ying pun berkata. “Sebanyak apapun harta dan sebanyak apapun beras gandum yang kau berikan, itu tidak akan bertahan lama dan tak akan mengubah nasib desa itu! ” Ucapnya dengan tegas dan tanpa ragu.


Membuat sang Kaisar Haocun yang mendengar ucapannya barusan itu sedikit merasa terkejut. “Nona Li, apa maksud mu!.... ucapan mu barusan itu terdengar seperti kau telah melakukan pengamatan.” Ucapannya yang menatap Li Ying dengan penuh curiga.


Bukannya merasa takut maupun panik, Li Ying kini malah terkekeh kecil sambil berkata. “Yang mulia, kau melakukan hal yang sama persis seperti kaisar terdahulu!... dan hasil nya pun juga sama persis bukan? ” Tanyanya. lalu ia menambahkan. “... seperti yang kita tau, desa itu masih berada dalam masalah kemiskinan!” Ucapannya lagi.


Kaisar Haocun yang tadinya diam dan mendengarkan pun kini bersuara. “Lantas, apakah kau tau bagaimana cara mengatasi nya? ” Tanyanya dengan tujuan menarik dan mengumpulkan semua informasi dari Li Ying.

__ADS_1


Selain itu, Kaisar Haocun pun berniat untuk menguji seberapa pintar gadis kecil berusia lima tahun ini memikirkan solusi dari sebuah masalah besar.


Li Ying yang mengetahui jalan pikir Kaisar Haocun pun tersenyum dan berkata. “Seperti sebuah pepatah. memberikan uang sama saja memberi nafkah untuk sehari.... namun, mengajar kan cara mencari uang sama saja memberi nafkah untuk seumur hidup!” Ucapnya kemudian melanjutkan. “Dengan itu, aku harapan yang mulia mengerti apa maksud ku! ” Ucapnya lagi dengan masih mempertahankan ketenangan dalam diri.


Mendengar itu, mulut Kaisar Haocun pun terbuka dan tertutup tanpa ada suara yang terdengar. Kedua matanya kini berkedip beberapa kali akibat rasa tertegun dalam hati.


Untuk beberapa saat, kaisar itu membisu. Namun saat rasa tertegun itu perlahan telah hilang, barulah ia berkata. “Nona Li, kau__” Ucapannya berhenti, ia tersenyum sampai pada akhirnya kaisar itu tertawa kecil. “Tidak menjawab pertanyaan ku namun memberikan sebuah arahan, sungguh gadis yang cerdik!! ” Puji nya dengan penuh rasa bangga.


Li Ying yang di puji itupun tersenyum tipis dan berkata. “Yang mulia berlebihan, aku hanyalah seorang gadis kecil yang bodoh! ” Ucapnya yang merendah.


Mendengar itu, Kaisar Haocun pun kembali tertawa. “Merendahkan dirimu sendiri sama saja merendahkan kecerdasan ku dan para pejabat Istana yang lain... ” Ia memberikan jeda dan tersenyum mengejek. “.... Apakah kau bermaksud menyebut kami semua idiot?! ” Tanyanya dengan nada guyonan.


Li Ying mengangkat tangannya dan menutup mulutnya yang mengeluarkan suara tawa garing. “Yang mulia, Li Ying hanya seorang gadis kecil biasa!... mana berani memiliki maksud seperti itu!? ” Jawabnya.


Di saat kedua orang itu tengah berbincang bincang layaknya sesama orang dewasa. Tiba tiba dari luar seorang kasim masuk dan berjalan tergesa-gesa dengan keadaan tubuh yang penuh luka.


“Yang mulia!... Yang mulia!!” Panggilan sang kasim itu.


Melihat keadaan kasim yang begitu mengenaskan, baik Li Ying maupun Kaisar Haocun pun segera berdiri dari duduk nya dengan ekspresi wajah terkejut.


“Kasim, ada apa dengan mu?!! ” Tanya Kaisar Haocun dengan nada panik bercampur khawatir.

__ADS_1


“Yang mulia, diluar..... diluar saat ini terjadi penyerangan!! ”


__ADS_2