Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Lagi-lagi wanita itu


__ADS_3

Di tempat lain saat ini, Li Jiao sang putri mahkota kini nampak sedang memikirkan sesuatu dengan raut wajahnya yang terlihat sangat buruk. Dahinya nampak berkerut, kedua tangannya mengepal erat, wajahnya yang cantik pun kini nampak sangat mengerikan dengan tatapan tajam.


Beberapa pelayan yang bersamanya pun kini terdiam, menundukkan kepalanya dan berusaha untuk menghindari kontak mata dengan wanita galak itu.


“Mengapa kaisar begitu perduli kepadanya?”


Tiba-tiba suaranya pun terdengar dan seperti sedang menggerutu kesal, para pelayan yang ada di sana pun kini mulai berkeringat dingin, mereka jelas telah menaruh rasa takut dalam diri mereka terhadap majikannya itu.


“Katakan kepadaku, mengapa perhatian semua orang hanya terfokus pada anak itu?!!... Memang apa yang hebat darinya? Sungguh tidak bisa dipercaya, bahkan suamiku sendiri juga berfikir seperti yang lain!!” Geramnya lagi, dengan nada bicara yang terdengar sangat-sangat kesal.


Li Jiao kini berdiri dari duduknya, menghampiri sebuah cermin dan menatap pantulan dirinya sendiri dengan seksama. “Aku sudah muak mendengar pujian-pujian tentang anak itu!... Orang-orang terus membanggakannya dan seperti sedang mengejek diriku ini!... Apakah di mata mereka Li Ying lebih unggul dariku? Aku adalah putri mahkota, dan berani-beraninya mereka meremehkan ku!!!” Ucapnya, lalu kemudian ia membanting cermin di hadapannya itu dengan sangat keras hingga pecah berkeping-keping.


Pyarrr!!!


Suara kencang itu terdengar begitu jelas, para pelayan kini tersentak kaget dan berniat untuk menenangkan majikannya itu.


“Yang mulia, anda tidak seharusnya melakukan ini!” Tutur seorang pelayan senior dengan nada bicara yang masih terkesan sopan.


Namun Li Jiao yang mendengar hal itupun merasa seperti sedang di kritik, wanita itupun menjadi bertambah kesal dan melayangkan tamparan pada wajah pelayan tadi.


Plak!!!!


“Siapa kau berani melarang ku seperti itu, hah?!!” Li Jiao membentak pelayan tadi dan menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam dan menusuk.


Merasakan sakit dan panas di pipi, pelayan itupun kini memegangi wajahnya dan menatap Li Jiao dengan mata yang berkaca-kaca. “Sa–Saya tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan anda, namun jika putra mahkota mengetahui perilaku buruk anda maka dia tidak akan diam!... Anda pasti akan dalam masalah.” Ucapnya, yang mencoba untuk mengingatkan Li Jiao agar menjaga sikap mengingat ia kini adalah seorang putri mahkota.


Namun sayangnya, Li Jiao yang berfikiran pendek dan berhati sempit itupun tidak mengerti dengan maksud baik di balik kata-kata pelayannya. Mendengar teguran dari orang yang berstatus lebih rendah darinya itu pun sudah cukup untuk menyulut api dalam egonya.


Li Jiao lagi-lagi mengangkat tangannya dan akan melayangkan pukulan untuk yang kedua kalinya, namun sebelum itu terjadi, tiba-tiba pelayan yang ada di luar pun masuk dan berkata kepadanya.


“Yang mulia, nyonya besar Li datang untuk berkunjung!” Ucap pelayan itu, yang membuat Li Jiao kini menghentikan tindakannya dan menoleh dengan wajah bingung.


“Ibu? Ada urusan apa hingga dia datang ke sini?!” Gumamnya dalam hati.

__ADS_1


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Di sisi lain, Li Ying kini terlihat sedang berada di dalam gendongan sang ayah. Di sampingnya kini terdapat kaisar dan para pangeran yang berjalan beriringan dengannya.


“Melihatmu bermain dengan kuda itu tadi benar-benar membuat ku merasa sangat takjub, aku masih tidak percaya kalau kau bisa menjinakkannya!” Ucap Kaisar, yang kini memulai pembicaraan sembari terus berjalan.


Sedangkan Li Ying yang mendengar hal itupun kini tersenyum tipis, kegembiraan masih terlihat jelas di wajah mungilnya yang manis. “Aku sendirian juga tidak menyangka hal itu, yang mulia!” Ujarnya, namun kemudian. “Yah, siapa yang akan menyangka kalau aku bisa hidup kembali dan mendapatkan kuda itu untuk yang kedua kalinya?” Lanjutnya, yang bergumam dalam hati.


Di sisi lain, Li Ho yang hanya melihat sedari tadi pun kini menatap putrinya dengan tatapan mata yang sulit untuk diartikan. Kemudian dengan penuh penasaran ia pun membuka mulutnya dan berkata.


“Caramu menunggangi kuda memang sangat bagus, namun aku tidak ingat pernah mengajarkan mu melakukan hal itu!” Ucapnya, yang mencoba untuk mencari jawaban.


Mendengar ucapan yang terlontar dari mulut ayahnya itu, untuk sesaat wajah Li Ying pun berubah kaku, gadis kecil itu jelas merasa tegang. Berfikir kalau menunjukan panik hanya akan memancing kecurigaan, Li Ying pun mencoba untuk menetralkan ekspresi di wajahnya dengan tersenyum seperti biasa.


“Itu adalah hal yang muda, siapapun pasti bisa melakukannya!” Ucap gadis itu, agar ayahnya bisa tutup mulut.


Namun Wang Zeming yang menyadari ketegangan sesaat pada diri gadis itu kini memicingkan kedua matanya, menatap dengan penuh curiga dan membuka mulutnya untuk berkata. “Ini sangat aneh, semua hal terlihat sangat mudah di tanganmu!” Ucapnya, yang entah kenapa itu lebih terdengar seperti sebuah sindiran.


“Apa-apaan tatapannya itu?!” Pangeran itu bergumam dalam hati, bertanya-tanya dan merasa bingung dengan apa yang ia rasakan saat ini.


Dan di saat yang bersamaan...


“Dasar bocah busuk, jika saja ini masih diriku yang dulu maka aku akan benar-benar menjahit mulutnya rapat-rapat agar dia diam dan tidak bersuara lagi!” Ucapnya, yang bergumam kesal dalam hati.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Malam harinya Li Ying kini bersiap untuk tidur, ia telah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih nyaman. Gadis kecil itupun membaringkan tubuhnya di atas ranjang, sedikit menghela nafas sebelum pada akhirnya memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur.


Namun sebelum ia sempat terlelap dalam tidurnya, tiba-tiba suara dari luar pun terdengar dan menarik perhatiannya untuk kembali membuka matanya dan terjaga.


“Nyonya besar?”


“Panggil anak itu keluar!”

__ADS_1


“Nona? tapi nona kedua sedang beristirahat!”


“Apakah kau melawan perintah ku?!”


“Tidak, itu... ”


“Sudahlah, aku akan masuk sendiri!!”


“Tunggu, nyonya besar!”


Braaak!!!!


Suara pintu yang dibuka dengan kasar itu pun membuat Li Ying mengerutkan dahinya dengan kesal, kedua matanya kini segera bertatapan dengan kedua mata milik seorang wanita.


Wanita itu tidak lain adalah ibunya sendiri, ia menatap putrinya dengan wajah kesal dan nampak sedang marah akan sesuatu yang tidak jelas.


Merasa kalau dirinya tidak melakukan kesalahan sama sekali, Li Ying pun diam-diam bertanya dalam hati. “Sebenarnya apa masalah wanita ini terhadap ku? Mengapa ia selalu marah?” Gumamnya dalam hati.


Melihat kalau ibunya kini sedang berjalan menuju ke arahnya, Li Ying pun segera bangkit dan turun dari atas ranjang lalu berkata. “Ini sudah sangat larut, tidakkah nyonya besar Li beristirahat dan menunggu hingga matahari terbit besok?” Ucapnya, yang menghilangkan panggilan ibu dan menggantinya dengan panggilan yang lebih formal dan asing.


Mendengar apa yang putrinya itu katakan, nyonya besar Li pun kini mendengus dan tersenyum sinis. Kemudian ia melipat kedua tangannya di depan dada dan berkata dengan nada memerintah.


“Li Ying, aku harap kau bisa mengendalikan dirimu!... Akhir-akhir ini kau bersikap sok pintar, ini sangat mengganggu jadi berhentilah melakukan hal itu!!” Ucapnya, sembari menatap Li Ying dengan tajam.


Namun Li Ying yang mendengar ucapan ibunya itupun kini menjadi heran, dan karena tidak mengerti ia pun membuka mulutnya dan berkata. “Apa maksudmu? Memang apa yang salah dengan tindakan ku selama ini?” Tanya gadis itu dengan bingung, kemudian ia pun kembali berkata. “Aku adalah orang yang tahu mengenai batasan ku sendiri, dan aku pun juga tahu kalau apapun yang aku lakukan selama ini tidak pernah merugikan orang lain!” Ucapnya, yang membela dirinya dengan begitu berani.


Namun nyonya besar Li yang mendengar ucapan gadis itu pun kini bertambah kesal, ia pun melayangkan sebuah tamparan keras pada pipi gadis itu lalu berkata dengan nada tinggi.


Plak!!!


“Kurang ajar!” Bentaknya.


“Kau masih seorang anak yang tidak tahu diri!” Ucapnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2