Setelah Dua Dekade

Setelah Dua Dekade
Sidang dan Pemulihan


__ADS_3

Prof. Ram sudah berhasil diselamatkan dan kegiatan di laboratorium Korp. Masadepan akan kembali pulih perlahan-lahan. Namun, di balik itu semua, ada kisah lain yang masih tersisa sedikit dan rasanya kurang lengkap. Apa lagi kalau bukan cerita Koh Shung. Ada beberapa poin yang menjadi pikiranku selama beberapa hari ini. Cerita yang dituturkan Koh Shung penuh emosi di gubuk tua itu, belum benar-benar lengkap. Ada beberapa hal mengenai aksi yang dilakukannya dalam menjalankan misi untuk menyerang kami yang belum aku ketahui. Salah satunya adalah bagaimana ia bisa memerintahkan pasukan dari Gedung Lantai Hijau untuk melakukan serangan ke laboratorium kami. Sedangkan yang aku tahu, PT. Kembang Indah milik Koh Shung ataupun Koh Shung secara personal tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Gedung Lantai Hijau.


Untungnya, belakangan pertanyaan-pertanyaan itu terjawab di depan hakim dalam gedung pengadilan negeri kota. Pada hari di mana Koh Shung menjalankan sidang dengan tuntutan pasal berlapis-lapis yang menjeratnya. Aku, Jan, Prof. Ram, dan Pak Roy turut hadir di sana. Beberapa perwakilan dari PT. Kembang Indah juga terlihat hadir dalam ruangan itu. Sementara dari pihak Gedung Lantai Hijau, tidak ada satupun yang kelihatan. Junior Fadz-Riel sudah terlebih dahulu dijatuhi hukuman pidana dan dijebloskan ke penjara atas tuntutan bisnis ilegal dan keterkaitannya dengan organisasi kriminal Tengkorak Hitam. Gedung Lantai Hijau sendiri sudah resmi ditutup. Semua staf kantornya dirumahkan. Sementara gedungnya disita dan menjadi properti milik pemerintah.


Dalam proses sidang itu, Koh Shung berlaku kooperatif dengan bersedia menuturkan semua keterangan yang diperlukan secara rinci dan lengkap. Ia bercerita panjang lebar dari awal sekali mengapa ia sampai termotivasi untuk melakukan semua ini. Tragedi yang telah menjadikan dirinya seperti ini yang diyakininya sebagai pembenaran untuk perbuatannya. Ia mengakui bahwa telah secara sadar melakukan aksi pembunuhan terhadap Sam Soetadji. Ia juga menjelaskan bagaimana ia mendirikan aliansi dan menyusun rencana besar untuk melakukan aksi penyerangan terhadap Korp. Masadepan. Pertama-tama, ia mengumpulkan semua bekas anggota pasukan keamanan milik PT. Jarilangit yang masih ada. Orang-orang itu mudah sekali untuk diprovokasi dan disatukan kembali dengan ambisi balas dendam terhadap Korp. Masadepan. Maka terbentuklah pasukan berjas hitam yang dipimpin oleh seorang kriminal terkenal, Si Orang Tua Tanpa Nama. Orang Tua Tanpa Nama ini juga memiliki alasan tersendiri mengapa ia bersedia membantu Koh Shung. Karena ia tahu, berurusan dengan Korp. Masadepan pasti akan berurusan dengan aku. Dan ia memang sudah lama tertarik untuk bertarung dengan aku, entah kenapa. Maka dengan sukarela ia memimpin pasukan berjas hitam tersebut. Maka jadilah pasukan berani mati itu, barisan sakit hati yang merupakan sisa-sisa reruntuhan PT. Jarilangit yang siap melakukan apapun perintah dari Koh Shung. Padahal mereka tidak tahu sama sekali, bahwa sebelum itu Sam Soetadji sudah tewas dihabisi oleh Koh Shung sendiri. Orang tua itu menyusun rencananya matang-matang. Untuk itu, ia membeli sebuah bangunan tua di sebuah pulau di Nusa Tenggara Timur. Tujuannya untuk menjadi tempat penyekapan Prof. Ram tanpa diketahui siapapun. Setelah membangun pasukan yang kuat dan menyiapkan rencana yang matang, Koh Shung akan memulai aksinya. Sebelum itu, ia butuh pengecoh untuk menyamarkan aksinya agar tidak mudah dilacak dan diketahui. Maka ia memperluas aliansi dengan meminta bantuan pada Gedung Lantai Hijau. Dari sana aku ketahui, ternyata Koh Shung pernah memiliki hubungan dengan Junior Fadz-Riel. Junior Fadz-Riel adalah orang yang sangat menghormati Koh Shung dan siap melakukan apa saja untuknya. Kebetulan sekali Junior saat itu telah menduduki jabatan tertinggi di struktur perusahaan Gedung Lantai Hijau, yakni pemimpin. Maka mudah saja untuk Koh Shung memerintahkan Junior agar menurunkan pasukan milik Gedung Lantai Hijau untuk menculik Prof. Ram dan menyerahkannya pada pasukan Koh Shung sendiri. Setelah itu, pasukan Koh Shung yang asli membawa Prof. Ram hingga ke Nusa Tenggara Timur untuk disekap di sana. Dengan begitu, sekalipun pelaku penyerangan laboratorium itu berhasil diidentifikasi, informasi yang didapat hanyalah Gedung Lantai Hijau sebagai pelaku yang bertanggung jawab. Tanpa orang-orang ketahui bahwa Gedung Lantai Hijau hanya umpan dan pengecoh belaka. Itulah rencana matang yang sudah disusun rapi oleh Koh Shung, dan sudah dieksekusi dengan baik. Beruntung, aku dan Jan cepat menemukan mereka, menyerang Gedung Lantai Hijau dan melacak keberadaan Prof. Ram.

__ADS_1


Begitulah penuturan panjang Koh Shung. Ia sukarela menceritakan semuanya. Ia juga menyampaikan beberapa pembelaan diri dan permohonan untuk pertimbangan peringanan hukum pidana yang akan diberikann padanya. Ditambah lagi prilakunya yang kooperatif juga diharap dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh majelis hakim.


Lalu akhirnya, setelah memperhatikan banyak pertimbangan, berdiskusi dengan memikirkan semua aspek, hakim pun mengumumkan keputusan final. Bahwa terdakwa Henry Purnomo alias Henry alias Shung Nom alias Koh Shung, yang didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Sam Soetadji; memerintahkan orang dalam jumlah besar untuk melakukan aksi penyerangan menggunakan senjata dan bersifat brutal sehingga menyebabkan korban jiwa; serta tindak pidana penculikan terhadap Prof. Ram, dijatuhi pidana penjara selama 15 tahun.


Mulai hari itu, Koh Shung menjalani masa tahanannya. Menjalani kehidupan di balik jeruji besi yang suram dan membosankan. Ia sempat memandang ke arahku dengan raut penuh dengan kebencian saat ia digiring oleh petugas menuju rumah tahanannya, aku hanya balas tersenyum hambar. Aku tahu betapa hancur hatinya. Dahulu, ia juga orang yang baik dan ramah. Hubunganku dan orang tua itu cukup dekat. Namun, apa mau dikata, tragedi menyedihkan yang sampai sekarang juga sulit aku percaya, harus terjadi hingga mengubah hidup Koh Shung selama-lamanya. Sudah sepantasnya ia menjalani hukumannya di penjara ketimbang melakukan bunuh diri.

__ADS_1


Di sisi lain, kursi kekuasaan perusahaan mau tak mau berpindah. PT. Kembang Indah harus memiliki direktur yang baru, sepeninggal Koh Shung. Dan saat persidangan itu, Koh Shung telah memilih sendiri siapa yang penggantinya. Maka setelah orang tua itu dijebloskan ke penjara, direktur baru PT. Kembang Indah pun diresmikan. Hubungan kerja sama perusahaan itu dan kami tetap dipertahankan, tidak ada perselisihan di antara kami dan staf atau orang-orang mereka. Permasalahan penyerangan ini hanya urusan Koh Shung pribadi dengan Korp. Masadepan, bukan mewakili perusahaan. Jadi, sejak hari-hari itu selanjutnya, kerja sama kami tetap berlanjut.


Dengan itu, dapat dikatakan bahwa masalah yang menimpa Korp. Masadepan beberapa hari ini secara mutlak berakhir. Badai telah berlalu. Korp. Masadepan akhirnya kembali seperti biasa. Kegiatan bisnis dan roda ekonomi berangsur pulih dan membaik. Masalah demi masalah yang sempat terjadi perlahan dibereskan. Kerusakan-kerusakan di laboratorium akibat dari kejadian penyerangan kemarin sudah diperbaiki. Fasilitas dan perangkat elektronik yang rusak sudah diganti baru. Kegiatan ilmuwan-ilmuwan di tempat itu yang sempat terhenti, kini berangsur dimulai kembali. Prof. Ram beristirahat selama empat sampai lima hari, setelah itu ia kembali bekerja di laboratorium usai memastikan bahwa ia sudah pulih dari trauma ataupun guncangan mental yang dialaminya, serta kesehatan fisiknya juga dalam kondisi prima. Maka proyek besar-besaran kami untuk menciptakan Mesin Waktu, akhirnya dapat dilanjutkan. Proyek itu sudah benar-benar di ambang rampung, tinggal sedikit lagi selesai. Kata Prof. Ram saat aku mengunjunginya pada hari yang kesekian, proyek itu akan selesai dalam waktu kurang dari dua minggu saja. Aku senang sekali, sudah tidak sabar menunggu hari itu. Hari di mana mahakarya kami diperkenalkan pada dunia, diresmikan, dan mencatatkan sejarah. Aku antusias sekali. Selama beberapa hari aku rutin mengunjungi laboratorium untuk memeriksa perkembangan demi perkembangannya.


Pak Roy juga menyampaikan padaku bahwa saat proyek Mesin Waktu itu rampung nanti, akan diadakan acara peluncurannya kepada publik. Jadi, kami akan menggelar acara besar untuk mendemonstrasikan penemuan terbaru kami itu kepada orang ramai. Mengundang puluhan bahkan ratusan orang dari berbagai kalangan. Acara itu akan megah sekali. Sebenarnya tidak tepat untuk disebut peluncuran, karena produk ini belum bisa didistribusikan kepada publik. Mesin Waktu ini baru merupakan purwarupa saja. Sebuah bentuk awal dari mesin waktu yang nantinya akan diproduksi lebih banyak lagi untuk didistribusikan demi kepentingan lembaga-lembaga dan instansi tertentu. Di acara tersebut, kami akan menjelaskan secara rinci pada publik tentang bagaimana cara kerja alat tersebut, bagaimana seharusnya mesin waktu bekerja, tujuan awal mengapa kami menciptakannya, konsep yang kami pakai hingga tercipta penemuan canggih ini, dan sesi-sesi lainnya.

__ADS_1


__ADS_2