
Tak terasa waktu melesat begitu cepat. Pagi telah menjadi siang, siang telah menjadi petang, petang telah menjadi malam, malam telah menjadi subuh, subuh telah menjadi pagi. Matahari terbit di garis langit bagian timur, maka orang-orang mulai beraktivitas dan bekerja. Matahari terbenam ujung langit paling barat, maka orang-orang pun kembali ke rumah untuk beristirahat—meski masih tetap ada yang beraktivitas. Saat matahari terbit lagi esok harinya, orang-orang mulai bekerja lagi. Begitu seterusnya berulang-ulang tanpa henti. Siklus kehidupan terus melaju kencang bagai kereta api peluru yang dilarikan sang masinis. Roda ekonomi berputar laksana turbin air yang ditenagai derasnya aliran sungai.
Hari demi hari berlalu. Minggu berganti minggu. Korp. Masadepan terus berotasi pada poros ekonominya. Uang mengalir dari omzet yang menanjak. Grafik pasar kembali meroket tak terkendali. Akan tetapi, bukan itu yang aku sorot, aku kurang peduli dengan urusan ekonomi seperti indeks saham dunia, dolar yang naik, berita tentang tawaran investasi, atau apapun sejenisnya. Biasanya yang sanggup berkutat dengan hal semacam itu hanyalah pebisnis sejati, sedangkan aku tidak memiliki jiwa bisnis sepenuh itu. Aku hanya memerhatikan hal demikian jika memang sedang diperlukan dalam urusan pekerjaanku. Jadi, aku tidak menyoroti hal itu selama hari berganti hari dan minggu berganti minggu, yang berlalu dengan cepat ini. Fokusku tertuju ke laboratorium Korp. Masadepan. Perkembangan proyek Mesin Waktu yang semakin membuat aku tidak sabar. Hingga kita akhirnya sampai pada hari yang sangat aku nantikan. Luar biasa sekali rasa antusias yang membanjiri diriku. Mesin Waktu akhirnya selesai diciptakan. Pihak laboratorium sudah melakukan uji coba sebanyak tiga kali. Sayang sekali, aku tidak sempat untuk turut serta di sana saat dilakukan uji coba. Setidaknya aku dapat kabar baik, hasil dari uji coba tersebut menyatakan bahwa proyek Mesin Waktu kami berhasil. Mesin Waktu tersebut benar-benar berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Semua rancangan dan fitur yang diciptakan, berfungsi sesuai dengan tujuan awal. Maka setelan disempurnakan, penemuan terbaru kami siap untuk diluncurkan kepada publik. Menciptakan sejarah baru dalam dunia industri. Membuat negeri ini akan disorot satu dunia.
Dan hari ini adalah hari yang dimaksud. Pagi ini, acara Peluncuran Purwarupa Pertama Mesin Waktu digelar besar-besaran, dilaksanakan di bangunan auditorium paling megah dan terkenal di pusat kota dengan kapasitas bisa menampung ribuan undangan.
Korp. Masadepan tidak main-main mengadakan acara ini, semua direncanakan dengan matang. Acara besar ini dihadiri ribuan orang dari berbagai kalangan. Meliputi tokoh-tokoh besar dan elit yang tidak sembarang orang bisa bertemu. Seperti pejabat dan petinggi-petinggi di lembaga pemerintahan, pebisnis-pebisnis sukses dan kaya raya, mahaguru-mahaguru dari berbagai sekolah tinggi, ilmuwan-ilmuwan terkemuka negara, pelaku-pelaku entertainment seperti artis dan seniman, dan sejumlah besar tokoh masyarakat. Itu baru dari dalam negeri, sedangkan dari luar negeri, dari berbagai penjuru dunia juga hadir berbondong-bondong orang-orang terkenal dari berbagai bidang. Mulai dari pebisnis dunia yang kaya raya–yang di antaranya ada yang merupakan bos dari sejumlah platform media sosial paling populer–khususnya di bidang teknologi canggih, lalu ada juga tokoh-tokoh politik dari berbagai negara, ilmuwan-ilmuwan terkenal, bahkan tokoh-tokoh dunia perfilman kelas dunia—yang beberapa di antaranya identik dengan film-film fiksi yang mengandung unsur mesin waktu—juga hadir, dan banyak lagi tokoh besar dunia yang tak akan cukup untuk aku runtut satu per satu. Semuanya merupakan tokoh elit dan kaya raya. Hadir di acara ini untuk menyaksikan peluncuran penemuan terbaru kami, mahakarya yang menghebohkan dunia. Bayangkan saja, begitu kabar tentang selesainya Proyek Mesin Waktu ini tercium awak media, segera saja berduyun-duyun nyamuk-nyamuk pers menyerbu kami. Meliput laboratorium dan mewawancari ilmuwan, bahkan aku sendiri. Mereka datang dari berbagai redaksi berita, mulai dari koran, berita daring, dan sejumlah stasiun televisi. Bukan saja kelas lokal, tapi sudah mencapai internasional. Tidak sampai 24 jam setelahnya, jangankan artikel berita daring atau tayangan di televisi, gambar-gambar berisi candaan lucu di media sosial tentang Mesin Waktu kami saja sudah bermunculan dan beredar secara deras. Dunia menyambut baik penemuan kami. Acara yang berlangsung pagi ini saja disiarkan secara langsung di beberapa stasiun televisi swasta. Kurang meriah apa lagi acara ini.
Acara di mulai pukul sembilan pagi, saat semua undangan telah berkumpul di dalam ruangan aula auditorium ini. Acara dibawakan di atas panggung besar, sementara penonton semua duduk di tribune yang mengitari panggung. Mirip seperti seminar nasional. Di tengah-tengah pangggung, perangkat canggih penemuan kami diletakkan di sana. Mesin Waktu, dengan masih terselimut kain putih lebar agar membuat penasaran banyak orang. Yang nanti akan dibuka ketika rangkaian acara sampai pada puncaknya.
Acara tersebut dibuka dengan penampilan grup band dan penyanyi terkenal dalam negeri, membuat meriah suasana. Dilanjutkan dengan pidato sambutan dari kepala daerah, pidato sambutan dari Pak Roy selaku direktur Korp. Masadepan, pidato sambutan dari perwakilan mitra bisnis kami dari negeri seberang, diselingi pula dengan penampilan grup band dan penyanyi lagi, pidato lagi dan edukasi dari beberapa ilmuwan, hingga sampai pada sesi inti di mana aku sendiri yang membawakannya.
Ya, aku sendiri yang didapuk untuk membawakan acara inti itu. Dipilih oleh Prof. Ram langsung. Untuk membawakan sesi pendemonstrasian Mesin Waktu kami secara rinci kepada ribuan orang yang hadir dari seluruh dunia. Prof. Ram mempercayakan tugas ini padaku, dan disetujui oleh Pak Roy. Maka di pagi menjelang siang ini, di depan ribuan tokoh-tokoh besar berbagai kalangan, aku berbicara dengan lantang. Bagaikan seorang motivator handal.
"Hadirin yang terhormat," Aku mulai berbicara dengan penuh percaya diri dalam bahasa Inggris–berhubung pendengarku datang dari berbagai penjuru dunia. "Kita hidup di zaman milenial. Di mana teknologi yang semakin maju pesat. Bahkan sepuluh tahun yang lalu, sudah disebut era milenial dan kita sudah melewatinya. Dunia sudah berubah. Berevolusi semakin maju. Berlari jauh ke depan. Dunia ini perlu pembaharuan. Inovasi yang akan berfungsi banyak ke masa depan nantinya. Untuk itu, kami turut serta menyumbangkan kemajuan dunia teknologi dengan penemuan terbaru kami ini. Yang mana, Amerika, Rusia, Jepang, dan Jerman pernah mencoba menciptakannya. Meskipun berakhir dengan kegagalan. Kini dengan bangga saya sampaikan, bahwa kami berhasil menciptakan apa yang selama ini hanya bisa kita lihat di dalam film, televisi, dan karya-karya fiktif. Kami berhasil membuat semuanya menjadi nyata. Dengan mengumpulkan 23 ilmuwan terkemuka dunia, dirancang selama bertahun-tahun, dikerjakan selama berbulan-bulan, menggandeng banyak sekali pemodal, menggelontorkan dana yang tidak main-main, sehingga terciptalah mahakarya ini."
__ADS_1
"Hadirin yang saya hormati, saya perkenalkan kepada anda semua, purwarupa pertama mesin untuk melakukan perjalanan waktu, berikan tepuk tangan yang meriah untuk Gerbang Masa Lalu v.1.0!"
Begitu selesai aku berucap, selubung yang menutupi penemuan besar kami ditarik ke belakang. Kini seluruh hadirin dapat melihat dengan jelas. Tepuk tangan dan sorak sorai langsung memenuhi ruangan tersebut. Teriakan antusias, decak kagum, pujian, sehingga sesaat seisi auditorium menjadi heboh. Semua mata tertuju ke tengah ruangan, tanpa berkedip sedetik pun.
Mesin Waktu kami terpajang gagah di sana membuat terperangah banyak kepala. Dengan bentuk dan penampilan yang sederhana saja. Sangat mudah untuk mendeskripsikannya, karena berbeda dengan yang selalu kalian lihat di film-film atau karya fiksi, wujud dari perangkat canggih yang kami sebut mesin waktu ini adalah dua buah kursi dari bahan logam. Sederhana sekali. Ya, mesin waktu kami benar-benar berbentuk kursi. Namun, kursi bukan sembarang kursi, di sisi kanan dan kirinya terdapat meja sebagai panel kendali dengan sistem operasi komputer paling canggih. Kabel-kabel panjang warna-warni bagai ribuan ular yang menjalar-jalar dan tersambung ke banyak bagian kursi tersebut, serta beberapa perangkat tambahan. Kursi canggih ini dilengkapi dengan desain yang elegan, sehingga membuat nyaman penggunanya.
"Mungkin anda sekalian terkejut melihat wujudnya," Aku melanjutkan pidatoku. "Sepasang kursi yang anda lihat, bisa membawa anda pergi ke masa lalu dan melihat apa yang terjadi di sana secara jelas, sejalas-jelasnya. Mungkin dalam benak anda, anda bertanya-tanya kenapa mesin waktu kami diberi nama Gerbang Masa Lalu atau saya singkat Bangsal. Karena apa, mungkin ini akan sangat mengecewakan untuk anda, tapi mesin waktu kami tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan ke masa depan. Kenapa? Jika mesin ini bisa melakukan itu, dan namanya diganti jadi Gerbang Masa Depan, jika disingkat nanti malah jadi B*ngsad."
Seketika itu tawa hadirin pecah membahana ke langit-langit ruangan. Meski yang tertawa tidak semuanya, karena orang-orang dari luar negeri pasti hanya mendelik bingung dan berpikir di mana lucunya candaanku.
"Saya bercanda," ucapku melanjutkan. "Jadi begini sebenarnya, mesin yang kami ciptakan ini memang sejak awal tidak dirancang untuk melakukan perjalanan waktu ke masa depan. Sejak awal perancangan, fitur itu memang tidak ada. Bukan karena apa-apa, tapi maaf jika sekiranya akan merusak ekspektasi anda, saya tegaskan pada anda sekalian, bahwa secanggih apapun kita mampu menciptakan teknologi mutakir, selama-lamanya kita tak akan pernah mampu melawan Tuhan!"
"Saya ulangi sekali, secanggih apapun kita mampu menciptakan teknologi, kita tidak akan bisa melawan Tuhan. Anda mengerti 'kan maksud saya? Apa yang terjadi di masa depan adalah rahasia tuhan, rahasia alam yang hanya akan kita ketahui saat kita sudah mengalami dan melewatinya. Kita tidak akan bisa mengetahui apa yang terjadi di masa depan, karena itu akan menciptakan paradoks berkepanjangan dan kekacauan logika yang fatal. Jadi, jika anda hadir ke sini untuk mencoba mesin waktu untuk melihat masa depan anda seperti apa, mohon maaf sebesar-besarnya, harapan anda itu tinggal harapan."
"Kembali lagi ke nama mesin waktu ini, Gerbang Masa Lalu alias Bangsal. Nama diberikan bukan sembarang, tapi karena mesin ini memang memungkinkan anda untuk melihat apa yang terjadi di masa lalu dalam artian sebenarnya. Apakah ini melawan Tuhan? Tentu saja tidak. Karena saya katakan kita melihat masa lalu, bukan pergi ke masa lalu. Anda bingung? Saya jelaskan begini, mesin yang kami ciptakan ini hanya berfungsi untuk melihat masa lalu. Hanya melihat apa yang terjadi, dan tidak bisa mengubah apa-apa yang telah terjadi. Sekali lagi maaf untuk merusak ekspektasi anda, tapi saya tegaskan lagi bahwa kita tidak bisa melawan tuhan. Apa yang telah terjadi di masa lalu adalah mutlak dan tidak dapat diubah lagi. Tuhan memberikan kita hal menyakitkan di masa lalu untuk dijadikan pelajaran. Tindakan mengubah masa lalu, tidak akan pernah terjadi. Terus terang saya sendiri punya masa lalu yang kelam, ada peristiwa di masa lalu yang sangat saya sesali dan tak pernah saya harapkan terjadi. Saya juga pernah berpikir untuk mengubah masa lalu karena besarnya rasa sesal tersebut. Akan tetapi, seseorang pernah berkata pada saya bahwa seberapa menyakitkan apapun masa lalu, jangan pernah berpikir untuk mengubah dan membatalkan masa lalu itu, melainkan diri kita yang harus diubah menjadi lebih baik dengan belajar dari pengalaman. Itulah tujuan sebenarnya kita mengalami hal kurang menyenangkan di masa lalu. Yakni untuk menjadikan kita pribadi yang lebih baik dan lebih kuat di masa mendatang."
__ADS_1
Seisi ruangan langsung bergemuruh oleh tepuk tangan meriah. Semua penonton langsung tercerahkan dengan mendadak berantusias. Mereka bersorak-sorai penuh semangat.
"Itu yang saya ingin sampaikan dengan terciptanya mesin waktu kami. Karena banyak orang masih kesal dengan apa yang terjadi di masa lalunya lantas berangan-angan untuk pergi ke masa lalu dengan tujuan mengubah apa yang telah terjadi. Saya beritahu anda, kita tidak akan bisa melakukan itu. Mesin Waktu kami tidak diciptakan untuk itu. Saya beritahu kepada anda, kenapa Amerika gagal saat mencoba menciptakan mesin waktu. Karena sejak dirancang, mereka berorientasi untuk pergi ke masa depan. Lihat, akhirnya mereka gagal. Jepang, Rusia, dan Jerman, juga sempat mencoba menciptakan mesin waktu. Namun lagi-lagi, mereka menciptakan rancangan untuk pergi ke masa lalu dan mengubah apa yang telah terjadi. Lihat, triliunan modal hangus tanpa hasil apa-apa. Kenapa mereka gagal? Karena sejak awal saja, mereka sudah salah dengan konsep waktu dan kehidupan. Mungkin kebanyakan terinspirasi dengan apa yang kita lihat di film, tapi percayalah, kehidupan tidak berjalan seperti itu. Sekarang saya berikan perumpamaan ringan, seperti film yang bisa anda tonton di layar ponsel anda. Jalan cerita hidup kita diumpamakan jalan sebagai jalan cerita film tersebut. Jika anda selesai menonton film-nya, anda akan tahu semua jalan ceritanya dari awal hingga akhir. Nah, ternyata akhir dari cerita itu menggantung dan anda menjadi penasaran bagaimana lanjutan ceritanya. Saya tanya, bisakah anda memaksa untuk menonton sekuel film-nya sedangkan proses syuting belum dilaksanakan? Tentu tidak bisa, saudara-saudara."
"Dan juga pada contoh lain, misalnya anda lupa dengan satu bagian cerita. Anda ingin melihatnya sekali lagi. Bisa? Tentu bisa. Anda tinggal menekan tombol di layar untuk memutar ulang film-nya, entah itu mundur beberapa menit atau mengulang dari awal. Maka anda akan melihat lagi adegan yang sebelumnya sudah anda lihat. Dan saya tanya, bisakah anda mengubah jalan ceritanya? Tidak bisa. Ceritanya akan tetap sama. Anda hanya bisa menyaksikan apa yang sudah 'sutradara' sajikan pada anda, sementara anda tidak akan bisa mengubah jalan ceritanya. Begitulah kehidupan kita, Tuhan adalah sutradara yang menciptakan jalan cerita kehidupan sementara kita hanya penonton yang bertugas menikmatinya tanpa banyak protes."
Aku berhenti sejenak. Memandangi ribuan pasang mata yang semuanya fokus menatap aku. Mereka tertegun dan mencoba mencernai kata-kata yang aku alirkan dengan semangat. Aku sudah lama menunggu waktu untuk menyampaikan hal ini pada orang banyak.
"Mungkin anda akan berpikir, 'Ah, kalau begitu apa canggihnya mesin waktu itu? Pergi ke masa depan tidak bisa, mengubah masa lalu juga tidak bisa. Apa gunanya?'. Biar saya jelaskan pada anda, bahwa banyak rahasia dan kejadian di masa lalu yang sengaja disembunyikan oleh beberapa pihak untuk tujuan tertentu. Anda mungkin pernah dengar istilah sejarah yang terbuang atau sejarah yang terlupakan. Terlalu banyak fakta yang disembunyikan dan hilang dalam peradaban. Namun, kini dengan Bangsal, kita bisa mencari tahu cerita masa lalu itu selengkap-lengkapnya. Mengungkap fakta sejarah yang sempat hilang. Tidak akan ada peristiwa masa lalu yang bisa disembunyikan lagi. Anda ingat kasus tokoh aktivis sosial yang tewas diracun dalam pesawat, puluhan tahun yang lalu, yang hingga kini belum diketahui dalangnya? Bersiaplah, dengan Bangsal semua itu akan terbongkar."
Seisi ruangan menjadi hening. Takjub, terperangah, dan bingung harus bereaksi dengan bagaimana. Tidak satu pun dari mereka yang menyangka aku akan menyampaikan hal sensitif seperti itu. Mungkin mereka sedang membenak, Wah, ternyata besar juga nyali Ren untuk bicara seperti itu di depan publik. Aku hanya tersenyum simpul.
"Lagipula, pada contoh lain, Bangsal akan memudahkan aparat keamanan untuk menyelidiki kasus kejahatan. Kasus korupsi misalnya, ketika seorang pejabat dicurigai terlibat. Dengan menggunakan Bangsal, kita bisa melihat apa saja yang dilakukan pejabat ini di masa sebelum ia ditangkap. Menonton masa lalunya. Jika ia memang berbuat demikian, maka akan terlihat dan bisa dijadikan barang bukti absolut. Dia tidak akan bisa berkilah lagi, karena apa yang terjadi di masa lalu tak bisa direkayasa. Demikian pula untuk kasus kriminal lainnya. Itu baru beberapa dari fungsi mesin waktu kami ini, masih banyak lagi yang lain."
Setelah itu, hadirin akhirnya memberikan aku tepuk tangan meriah yang membuat seisi ruangan riuh bergemuruh. Aku tersenyum puas. Akhirnya apa yang selama ini berkutat dalam kepalaku, dapat tersalurkan ke orang ramai. Aku senang sekali.
__ADS_1
"Hadirin sekalian," Aku berucap lagi dengan santai. "Mulai hari ini berhati-hatilah dalam bertindak dan melakukan sesuatu, karena sekecil apapun perbuatan anda, bisa terlihat."
Aku menutup pidato panjangku. Penonton langsung berseru-seru, bersorak-sorai, bertepuk tangan, membuat ramai ruangan luas tersebut.