
Shania dapat merasakan sesuatu akan terjadi jika Shania menemui Seen tapi akan lebih parah jika Shania tidak datang menemui Seen
Dengan perasaan takut Shania berjalan mendekati Seen yang saat itu senang memainkan ponselnya di ruang tamu
"Kakak memanggilku"
"Dari mana aja Lo dari tadi gue nyariin Lo buat ngelampiaskan kekesalan gue ini,tangan gue udah gatal mau menyiksa Lo gue pengen buat Lo nangis sampai gue puas"
Biasanya mendengar perkataan menyakitkan Seen Shania akan langsung menangis tanpa di lukai fisiknya,tapi entah kenapa air mata Shania sama sekali tidak keluar hatinya sakit tapi air matanya serasa kering
Shania hanya memandang Seen dengan pandangan kosong,biarkan saja Seen melakukan apa pun semaunya dan Shania akan berusaha menerima dan bersikap biasa saja walau pasti nantinya ia akan mati matian menahan sakit dan air mata akan tetap keluar juga walau di tahan sekuat tenaga
Seen menarik tangan Shania menuju gudang
Shania dapat merasakan pergelangan tangan nya yang sakit akibat cengkraman Seen yang sangat kuat
Bahkan pelayan yang melihat adanya kekerasan di rumah besar itu hanya bisa diam tutup mulut dan menyaksikan saja.selain gaji bekerja mereka juga digaji untuk tutup mulut mulai sekarang
Sampai nya di gudang Seen langsung melempar Shania kasar masuk ke dalam gudang,Shania sempat melihat Heri melihatnya di seret oleh Seen tapi Heri hanya bereaksi biasa melihatnya hanya sekilas lalu berjalan santai menaiki tangga dengan tangan di dalam saku celana bak seorang model
__ADS_1
Rasa sakit menjalar di tubuh Shania lutut kanan nya bahkan mengeluarkan darah karena lantai gudang terbuat dari semen yang masih kasar
"Setiap melihat Lo dengan rambut panjang Lo ini membuat gue muak Lo ngingetin gue sama wanita sialan itu,gue harus lakuin sesuatu supaya gue gak lihat Lo dengan rambut panjang sialan ini lagi"
Seen mulai mendekati Shania dengan sebuah gunting yang berada di tangannya yang telah Seen bawa sejak tadi tapi tidak Shania sadari
Shania mulai menyesot mundur ke belakang matanya memerah menahan tangis Shania benar benar ketakutan memegangi rambutnya tangannya bergetar hebat Shania di serang panik
Seen menghempaskan tangan Shania yang memegangi rambutnya.Seen tanpa hati langsung menarik rambut Shania memotong rambut panjang sepinggang itu dengan asal asalan
Air mata Shania pun tidak bisa terbendung lagi Shania menangis melihat rambutnya yang berjatuhan ke lantai,rambut yang selama ini sangat ia rawat dengan penuh kasih sayang
"Karena gue benci Lo apa lagi Lo mirip sama wanita sialan itu"Teriak Deen di depan wajah Shania
"Tapi dia ibu kandung kita kak dia yang telah ngelahirin kita dengan bertaruh kan nyawa kakak tidak bisa mengelak bagaimana dia tetap ibu kita tidak ada yang namanya mantan ibu atau apapun itu"
"Bacot Lo gak usah sok sokan ceramah hin gue,Lo itu gak ada bedanya sama dia anj*Ng"
Ini wajah anj*Ng Lo mirip dia juga Sialan Lo "pembawa sial Lo gue benci Lo mending Lo mati aja atau gue bunuh loh di sini aja.gue yakin sifat tidak tau terima kasih Lo juga turun dari Bapak kandung Lo"
__ADS_1
"Plakk,,, Plak,,, Plakk" tiga tamparan berlabuh di pipi Shania dua kali pipi kanan dan satu kali pipi kiri
"Nangis Lo yang kencang anj*Ng biar gue puas jangan diam aja Lo benar benar mau mati yah Lo anak haram"Teriak Seen mendorong tubuh Shania lagi dan lagi
"Bugg"Seen meninju Rahang Shania
"Sakit kak"Ucap Shania pelan suaranya melemah Shania kesusahan menarik nafas seperti orang yang sedang sesak nafas pukulan Seen sama sekali tidak ada yang melukai hidung Shania tapi darah kental keluar dari dua sisi di hidung Shania itu secara bersamaan
Shania benar benar terlihat berantakan tubuhnya penuh dengan luka bekas siksaan Seen.Shania terjatuh entah untuk yang keberapa kalinya akibat tolakan Seen kali ini Kening Shania terbentur ke semen kasar itu bekas memar di kening yang terluka di kamar mandi kemarin saja belum hilang sekarang telah berganti dengan sobekan yang mengeluarkan darah,Shania perlahan lahan kehilangan kesadarannya
"Hahahah hahahaha hahahha"Seen tertawa keras melihat Shania yang tidak berdaya tapi setetes air mata membasahi pipi Seen mungkin karena terlalu bahagia
"Ada untung nya juga Gue ketemu wanita Sialan itu tadi gue bisa menyiksa Lo sampe puas gini,ini benar benar menyenangkan"
......................
Menyenangkan sekali Bukan yuk mari kita bunuh pemeran utama nya perlahan lahan😘
...#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya...
__ADS_1