
Shania menutup mulutnya dengan kedua tangannya baru saja memasuki rumah dia sudah disuguhkan pemandangan Heri yang sedang berciuman panas dengan seorang wanita.yang sepertinya adalah kekasihnya mereka melakukannya di ruang tamu dengan Televisi yang masih menyala menampilkan adegan yang serupa seperti yang Heri lakukan dengan wanita itu
Shania bisa melihat jelas ketika Heri mencium wanita itu dengan sangat brutal tangan Heri bahkan tidak mau diam sudah berlabuh pada dada wanita itu,baju wanita itu sudah sedikit tersingkat ke atas memperlihatkan perut putih nya
Untung saja tidak ada yang melihatnya selain Shania
Ini tidak bisa dibiarkan Shania tidak mau kakaknya merusak wanita tanpa adanya ikatan pernikahan
Shania langsung berjalan cepat menuju kedua orang itu untuk menghentikan mereka melakukan hal yang lebih jauh
"Kakak Hentikan"Ucap Shania
Terlihat Heri melepaskan pangutannya dengan nafas yang ter engah engah begitu juga si wanita itu
Heri menatap Shania dengan tajam seperti ingin memakan Shania hidup hidup
"Kakak tidak boleh melakukan itu karena itu salah kakak akan merusak anak gadis orang"
"Tau apa kamu tentang itu,aku bahkan bisa memperlihat kan yang lebih parah dari ini kalau kamu mau"Tegas Heri
"Kakak bisa kah kakak pulang aku takut Kak Heri khilaf lagi,maafin kakak aku yah kak"
Wanita itu menatap Shania dengan syok karena telah berani mengusirnya walau dengan lembut sekali pun
__ADS_1
Heri benar benar marah dan menyeret Shania ke ruangan lain
"Plakk"
Satu tamparan pada pipi Shania
"Kakak"Shania memegangi pipinya dengan mata yang memerah
"Kamu gak usah ikut campur.ingat kamu itu bukan siapa siapa ku,jangan sok sokan untuk menasehati ku"
"Ahh.. sakit kak"Heri menjambak rambut Shania lalu menghempaskan Shania ke lantai
"Apa yang kamu lakukan sayang"Ucap Wanita yang bercumbu dengan Heri tadi tiba tiba saja menyusul mereka.
"Maksud aku kenapa kamu gak ngajak ngajak aku buat ngasi pelajaran sama dia"wanita itu tampak mengelus dada Heri lalu mengecup bibir Heri sekilas
"Sudah lupakan dia mari kita lanjutkan yang tertunda gara gara si sialan ini,kita lanjutkan di kamar ku"
"Tentu saja Sayang ku, buat aku berteriak sambil memanggil namamu"
Heri langsung menggendong wanita itu ala bridal style lalu pergi menuju kamarnya
Shania benar benar tidak menyangka kakak nya akan menjadi sebejat ini Shania tidak bisa melakukan apa apa dia hanya memegangi pipinya yang panas lalu berjalan menuju kamarnya dengan perasaan sedih
__ADS_1
Selesai mengganti pakaiannya Shania turun ke bawah untuk bekerja membantu Bibi Mia memasak lalu membantu Bibi Rini untuk kebersihan
Setelah selesai Shania kembali pergi menuju kamarnya untuk belajar mengingat sebentar lagi akan diadakan ujian kelulusan sekolah Shania sangat antusias untuk itu
Baru saja membaca beberapa lembar suara pintu kamarnya terbuka di buka seseorang,Shania menghentikan aktifitasnya sejenak lalu melihat ke arah pintu
"Ibu"
"Shania bisa ikut Ibu sebentar"Tanya Kartika
"Kemana Bu"
"Nanti kamu akan tau segera bersiap Ibu akan menunggumu di ruang tamu"
"Baik Bu"Shania mengangguk dirinya tampak heran karena perubahan ibu tirinya yang tiba tiba berbicara lembut kepadanya ada apa kira kira
Shania selesai bersiap hanya menyisir rambutnya dan mengganti baju nya dengan baju kaos Oversize
Kartika tampak tersenyum pada Shania ketika melihat Shania berjalan ke arahnya Senyuman yang membuat tubuh Shania merinding
......................
seperti nya ada udang di balik bakwan
__ADS_1
#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya