Shania Kesayangan

Shania Kesayangan
Bab 34


__ADS_3

Shania memandang kepergian Aaron dan Anesta entah kenapa perasaannya sangat sedih


Karena hanya membawa sedikit uang ketika pergi ke sekolah dan Aaron sama sekali belum memberikannya uang membuat uang Shania tidak cukup untuk ongkos pulang ke rumah kediaman keluarga Aaron yang cukup jauh


Akhirnya tidak ada jalan lain Shania memilih untuk berjalan kaki saja entah sampai jam berapa nantinya Shania akan sampai tidak ada yang tau


Belum lagi hujan turun semakin lama semakin deras Shania hanya dapat menikmati terpaan atau tetasan demi tetasan air hujan yang mengenai dirinya dengan pasrah


Untung nya Shania telah memberi persiapan karena telah membungkus buku bukunya dengan plastik agar tidak basah ketika hujan membasahi tasnya


Di kediaman keluarga Alexander Aaron berjalan kesana kemari dengan Uringan Uringan karena panik pada Shania yang sama sekali belum sampai ke Mansion


"Apakah dia lupa jalan pulang,mungkinkah?atau karena dia pergi bermain bersama Jeno"Aaron seperti orang gila bertanya dan menjawab dirinya sendiri


"Tapi jelas jelas tadi Jeno udah pulang gak mungkin balik lagi,tapi bisa saja Shania menghubunginya ahh Shiit Sial"


Karena jam sudah menunjukan pukul empat sore Aaron yang semakin lama paniknya bukan kepalang memutuskan untuk mencari Shania menggunakan mobilnya

__ADS_1


Aaron bersumpah akan membongkar pernikahan mereka di depan Jeno jika mendapati Shania sedang bersama Jeno lagi nantinya


"Di mana kamu Shania"Ucap Jeno mengendarai mobil nya untuk mencari Shania di tengah hujan yang begitu lebat


Sementara Shania gadis itu sedang melawan dirinya untuk tetap bertahan di tengah cuaca yang sangat dingin matanya sampai sampai kesusahan untuk di buka karena air hujan yang deras yang masuk ke dalam matanya membuat matanya pedih


"Brukk"


Shania terjatuh karena tidak sengaja kakinya tersandung ranting pohon yang jatuh di karenakan angin yang cukup kuat


Kendaraan yang biasanya sangat ramai tiba tiba terlihat sepi karena hujan kali ini terlihat berbahaya untuk pengendara karena jalanan yang licin sanking derasnya hujan di tambah lagi angin yang cukup kuat


Shania merasa kelelahan nafasnya lama kelamaan tidak teratur Shania merasakan sesak nafas di tampah kepada yang pusing matanya juga sudah memerah karena di masuki air hujan terus menerus


Shania berpegangan pada pohong sambil mengatur nafasnya agar kembali normal,sanking linglung nya Shania tidak menyadari mobil Aaron berhenti tepat di dekat nya


Yah Aaron telah menemukan kan Shania setelah cukup lama mencari gadi itu

__ADS_1


Dengan segera si pemilik mobil itu keluar tanpa menggunakan mantel atau semacamnya pelindung agar dirinya tidak basah


Aaron menangkup tubuh Shania yang hampir terjatuh menggendong tubuh lemah itu untuk masuk ke dalam mobil lalu memasangkan Safety belt untuk Shania agar tidak terjatuh dari tempat dirinya duduk


"Bodoh, bodoh,bodoh"Ucap Aaron sambil memukul kemudinya


Rasanya Aaron ingin memukul dirinya sendiri karena merasa sangat bersalah pada Shania Yang sudah tidak sadarkan diri Aaron juga tidak peduli jika dirinya akan sakit karena Sudak ikut terbasahi hujan


Sampainya di Mansion Aaron langsung mengangkat tubuh Shania membawa Shania masuk ke dalam rumah


Aaron membawa tubuh itu ke dalam kamar mereka membalut tubuh Shania dengan selimut tebal untuk sementara


Aaron mengambil piyama Shania lengkap dengan ********** beserta minyak kaya putih


Dengan enteng Aaron membuka semua pakaian milik Shania tanpa perasaan ragu ataupun malu memberikan minyak itu pada bagian tubuh tertentu Shania agar Shania tidak masuk angin setelah selesai Aaron memakai kan piyama panjang tangan dan kaki berwarna cokelat dengan sangat telaten pada Shania


#Jangan lupa ninggalin jejak yah biar saya lebih semangat lagi nulis nya 🌈❤️

__ADS_1


__ADS_2