
Shania memandang kepergian Aaron dan Anesta entah kenapa perasaannya sangat sedih
Karena hanya membawa sedikit uang ketika pergi ke sekolah dan Aaron sama sekali belum memberikannya uang membuat uang Shania tidak cukup untuk ongkos pulang ke rumah kediaman keluarga Aaron yang cukup jauh
Akhirnya tidak ada jalan lain Shania memilih untuk berjalan kaki saja entah sampai jam berapa nantinya Shania akan sampai tidak ada yang tau
Belum lagi hujan turun semakin lama semakin deras Shania hanya dapat menikmati terpaan atau tetasan demi tetasan air hujan yang mengenai dirinya dengan pasrah
Untung nya Shania telah memberi persiapan karena telah membungkus buku bukunya dengan plastik agar tidak basah ketika hujan membasahi tasnya
Di kediaman keluarga Alexander Aaron berjalan kesana kemari dengan Uringan Uringan karena panik pada Shania yang sama sekali belum sampai ke Mansion
"Apakah dia lupa jalan pulang,mungkinkah?atau karena dia pergi bermain bersama Jeno"Aaron seperti orang gila bertanya dan menjawab dirinya sendiri
"Tapi jelas jelas tadi Jeno udah pulang gak mungkin balik lagi,tapi bisa saja Shania menghubunginya ahh Shiit Sial"
Karena jam sudah menunjukan pukul empat sore Aaron yang semakin lama paniknya bukan kepalang memutuskan untuk mencari Shania menggunakan mobilnya
__ADS_1
Aaron bersumpah akan membongkar pernikahan mereka di depan Jeno jika mendapati Shania sedang bersama Jeno lagi nantinya
"Di mana kamu Shania"Ucap Jeno mengendarai mobil nya untuk mencari Shania di tengah hujan yang begitu lebat
Sementara Shania gadis itu sedang melawan dirinya untuk tetap bertahan di tengah cuaca yang sangat dingin matanya sampai sampai kesusahan untuk di buka karena air hujan yang deras yang masuk ke dalam matanya membuat matanya pedih
"Brukk"
Shania terjatuh karena tidak sengaja kakinya tersandung ranting pohon yang jatuh di karenakan angin yang cukup kuat
Kendaraan yang biasanya sangat ramai tiba tiba terlihat sepi karena hujan kali ini terlihat berbahaya untuk pengendara karena jalanan yang licin sanking derasnya hujan di tambah lagi angin yang cukup kuat
Shania merasa kelelahan nafasnya lama kelamaan tidak teratur Shania merasakan sesak nafas di tampah kepada yang pusing matanya juga sudah memerah karena di masuki air hujan terus menerus
Shania berpegangan pada pohong sambil mengatur nafasnya agar kembali normal,sanking linglung nya Shania tidak menyadari mobil Aaron berhenti tepat di dekat nya
Yah Aaron telah menemukan kan Shania setelah cukup lama mencari gadi itu
__ADS_1
Dengan segera si pemilik mobil itu keluar tanpa menggunakan mantel atau semacamnya pelindung agar dirinya tidak basah
Aaron menangkup tubuh Shania yang hampir terjatuh menggendong tubuh lemah itu untuk masuk ke dalam mobil lalu memasangkan Safety belt untuk Shania agar tidak terjatuh dari tempat dirinya duduk
"Bodoh, bodoh,bodoh"Ucap Aaron sambil memukul kemudinya
Rasanya Aaron ingin memukul dirinya sendiri karena merasa sangat bersalah pada Shania Yang sudah tidak sadarkan diri Aaron juga tidak peduli jika dirinya akan sakit karena Sudak ikut terbasahi hujan
Sampainya di Mansion Aaron langsung mengangkat tubuh Shania membawa Shania masuk ke dalam rumah
Aaron membawa tubuh itu ke dalam kamar mereka membalut tubuh Shania dengan selimut tebal untuk sementara
Aaron mengambil piyama Shania lengkap dengan ********** beserta minyak kaya putih
Dengan enteng Aaron membuka semua pakaian milik Shania tanpa perasaan ragu ataupun malu memberikan minyak itu pada bagian tubuh tertentu Shania agar Shania tidak masuk angin setelah selesai Aaron memakai kan piyama panjang tangan dan kaki berwarna cokelat dengan sangat telaten pada Shania
#Jangan lupa ninggalin jejak yah biar saya lebih semangat lagi nulis nya 🌈❤️
__ADS_1