
"Lo pikir gue gak berani ini Lo yang minta yah jangan Salahin gue"
Seen mengambil salah satu pecahan kaca yang berada di lantai pecahan yang terlihat paling menonjol
"Sini tangan Lo"Seen mengambil tangan Shania tidak ada penolakan sama sekali dari Shania Shania tidak memberontak ketika Seen mengarahkan Pecahan kaca yang tajam itu pada kulit pergelangan tangan kirinya yang baru saja terkena air panas
Pergelangan tangan Shania mulai mengeluarkan darah segar karena goresan Seen pada pergelangan tangan nya
"Semoga habis ini Shania mati yh kak"Ucap Shania tersenyum pada Seen satu tetes air matanya akhirnya lolos terjatuh sambil menyaksikan tangan nya yang dilukai oleh Seen
Seketika Seen sadar pada perbuatannya lalu melemparkan pecahan kaca itu ke arah sembarang tapi semua sudah terlanjur
"Brukk"
Shania terjauh pingsan pada lantai pergelangan tangan nya masih saja mengeluarkan darah
Seen keluar dari kamar Shania dan melihat Heri sedang duduk di ruang tamu sambil memainkan Headphone nya
Heri melihat Seen yang sedang menatap nya juga
__ADS_1
"Akhirnya gue melakukan hal yang sudah lama ingin gue lakuin"Ucap Seen tersenyum sinis pada Heri
Tanpa sadar Heri melihat ke arah tangan Seen yang ada darah nya.membuat Heri seketika menjatuhkan ponselnya
"Anj*Ng loh"Heri langsung berlari menuju kamar Shania membuka pintu itu dengan kakinya
Dan benar Saja Shania sudah terkapar di lantai dengan lumayan banyak darah
Heri dengan cepat langsung menggendong Shania ala bridal style membawa Shania ke arah garasi mobil
"Pak cepat bawa kami ke rumah sakit terdekat"Ucap Heri pada supir yang terlihat terkejut dengan Shania
Karena berhubung rumah sakit yang tidak terlalu jauh membuat mereka sampe ke rumah sakit hanya dalam beberapa menit
Shania langsung di bawa ke ruang darurat Heri menggigit kuku jari jari tangan nya dengan panik setelah melepas Shania di bawa oleh beberapa perawat
"Seen kurang ajar Lo kita bisa dapat masalah karena perbuatan Lo ini"Batin Heri sambil mengusap wajah nya dengan tangan nya
Setelah hampir setengah jam dokter keluar dari ruangan Shania,Seen refleks langsung bangkit dari duduk nya
__ADS_1
"Bagaimana kondisi nya Pak"Tanya Heri dengan panik
"Kami sudah menghentikan pendarahannya syukurlah Anda cepat membawanya ke sini Pasien juga tidak membutuhkan darah tambahan.untuk sekarang pasien belum diperbolehkan pulang untuk menghindari adanya pendarahan lagi mengingat lukanya lumayan dalam"
Heri bernafas lega untung nya dirinya gercep membawa Shania ke rumah sakit kalau tidak anak itu mungkin akan mati karena tidak ada yang menyadari Shania yang terkapar di kamar nya
Setelah menyelesaikan administrasi Heri memilih pulang ke rumah.lalu meminta Siti salah satu pembantu di rumahnya untuk ke rumah sakit menggantikannya.Heri paling tidak suka berada di rumah sakit karena bau obat obatan yang membuat kepalanya pusing
Keesokan harinya Shania mulai tersadar matanya mengerjap ngerjap kesana kemari mencari apakah ada orang di dalam ruangan ber background putih itu
Shania seketika menyadari dirinya sedang berada di rumah sakit ketika menyadari di tangannya terpasang infus
Shania bingung haruskah dirinya senang karena masih di beri kehidupan apa harus sedih karena nantinya setelah sembuh atau mungkin belum sembuh dia tetap akan di siksa oleh keluarganya
Shania memilih untuk tidur kembali walau sama sekali belum mengantuk
......................
#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya
__ADS_1