Shania Kesayangan

Shania Kesayangan
Bab 15


__ADS_3

Shania Valentine Ricardo



Aaron Ryan Alexander



Zena Gabrielo



Jeno Samuel Jaferson



Abigail Arnathan



Oriel Angel Alexander



Sebastian Edward



Heri Jackson Ricardo



Seen Jackson Ricardo



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa Jatuh dari tangga"Teriak Zena membuat Shania menutup mulut Zena menggunakan tangan kanannya

__ADS_1


"Iyah"


"Itulah orang kaya selalu membuat rumah dengan tangga yang tinggi tinggi dengan sembarangan lihat sekarang tubuhmu penuh luka.pasti orang tuamu sangat khawatir padahal itu adalah kesalahan mereka membangun rumah dengan tangga yang yang tingginya berlebihan"


"begitulah,untung nya aku masih hidup"Kekeh Shania


"Apaan si ngomong gitu,kamu tau aku benar benar kesepian selama empat hari ini karena tidak melihat ibu peri'


"Apaansi,sekarang pokoknya aku udah baik baik aja kok kamu jangan khawatir lagi"


"Aku lega bangat,kamu tau gak si Jeno sama Sebastian sempat nanyain kamu terus ke aku"Kata Zena tangan nya masih setia menggenggam tangan Shania


"Kok gak ayang Jeno lagi"Tanya Shania heran menatap wajah Zena intens karena penasaran


"Ayang Jeno nya sepertinya memang gak akan pernah buat aku deh,dia malah suka nya sama sahabat aku"


"Maksud kamu?"


"Lupain aja deh kita bahas yang lain aja"


"Kamu cerita dong sama aku.maksud kamu cinta sama siapa"


"Aku merhatiin Jeno belakangan ini dia bahkan udah gak akur sama Sebastian karena kamu pacaran sama Sebastian.aku juga sering beberapa kali kedapatan melihat dia dari dulu ngeliatin kamu,tapi aku pikir yang dilihat nya adalah aku,ternyata aku hanya kepedean.kemarin aku juga dengar dia bertengkar dengan Sebastian aku dengar Jeno bilang kalau dia udah suka sama kamu sejak lama"Ucap Zena terkekeh walau tidak bisa dipungkiri hatinya tetap lah sakit


"Kalau Iyah juga kan gak papa Cinta gak bisa dipaksakan,terserah Jeno nya lah mau suka sama siapa"


"Kamu gak marah"


"Astaga marah buat apa coba kamu pikir karena Jeno aku bakal menghancurkan persahabatan kita,tenang banyak laki laki lain di luar sana"


Shania memeluk Zena mengelus punggung Zena dengan kasih sayang


"Kok gue jadi mewek yah"Ucap Zena sambil mengibas Gibas kan tangan nya ke arah wajahnya


"Aku hanya punya kamu Nia aku gak mau pertemanan kita hancur,cuma kamu yang tulus padaku,ayah ibu ku hanya asik dengan keluarga baru mereka tanpa peduli padaku sementara aku di tinggal pergi bersama kakek dan Nenek yang terkadang sakit sakit tan karena berkerja untuk menyekolahkan ku aku merasa bersalah pada mereka makanya tidak ingin mengeluh kalau aku punya masalah pada mereka aku selalu bersifat seolah olah aku bahagia ketika di depan mereka.makanya aku hanya punya kamu untuk tempat bersandar karena aku tau kamu tidak punya masalah lebih dari diriku dan aku yakin kamu mau berbagi masalah dengan ku"Isak Zena di pelukan Shania


Shania melepaskan pelukan Zena berganti memegang kedua tangan Zena


"Mari berteman selamanya menjadi teman yang baik"Kata Shania di angguki langsung oleh Zena

__ADS_1


Shania dan Zena menghentikan Obrolan mereka ketika melihat Guru sudah memasuki kelas mereka


Pulang sekolah Shania diantarkan oleh Sebastian menggunakan motor ninja miliknya


Shania sempat berfikir bagaimana hubungan nya ke depannya dengan Sebastian,Shania dapat merasakan tidak ada cinta untuk nya dari Sebastian.Sebastian hanya ingin bermain main dengannya seperti mantan mantan nya sebelumnya mengingat Sebastian adalah playboy kelas atas


Dengan bodohnya Shania mengiyakan untuk menjadi pacar Sebastian demi menghindari Aaron saat itu otak Shania benar benar tidak bisa berfikir untuk melakukan tindakan apa benar benar bodoh


"Terimakasih atas tumpangannya"Ucap Shania pada Sebastian dengan sedikit kaku


"Apaan sih kamu kan cewek aku gak usah ngomong terimakasih itu udah tanggung jawab aku"


"Tidak ada salahnya kan"


"Kamu kaku bangat deh kalau kamu begini terus hubungan kita gak akan tahan lama,gimana aku bisa cepat jatuh cintanya sama kamu. kamu pasti gak mau kan hubungan kita seumuran jagung"


"Gak papa kok kalau kamu memang gak cinta sama aku kita bisa berhenti sampai di sini,itu namanya hubungan tidak sehat cinta tidak bisa dipaksakan"


"Kamu tau apa soal hubungan,pacaran aja kamu gak pernah.kamu tau gak muka dan badan kamu aja jauh beda dari mantan mantan aku mereka seksi sedangkan kamu kamu seharusnya beruntung pacaran Sama aku aku gak kandang fisik kamu"


Shania menunduk ketika menyadari dirinya melotot pada Sebastian.hati Shania sedikit sakit mendengar ucapan Sebastian


"Biasa aja kali aku kan cuma bercanda"Tawa Sebastian masih berada di atas motornya sambil memegangi helem nya


"Becanda buat kamu belum tentu canda buat orang lain Bastian"


"Kamu gak asik bangat jadi orang,aku jadi agak ilfil lihat kamu kita putus aja deh aku muak sama kamu"


"Kalau kamu gak suka gak usah lihat aku"


"Haha Anj*Ng lah"


Shania sama sekali tidak menggubris perkataan kotor Sebastian pada dirinya Shania memilih segera pergi dari pada masalahnya Makin membesar nantinya


"Aku permisi Hati hati di jalan jangan ngebut lagi yah dari tadi kamu bawa motor nya ngebut terus,Pikirkan orang di rumah gimana perasaan mereka kalau kamu kenapa Napa"


Shania melambaikan tangganya tersenyum lembut ke arah Sebastian lalu pergi


memasuki persimpangan rumah nya

__ADS_1


......................


#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya


__ADS_2