
"Non Shania Bibi permisi pulang sebentar dulu yah non cuma sebentar aja nanti datang lagi kok Bibi ada urusan sebentar Bibi mohon yah Non"Ucap Siti memohon pada Shania yang saat ini baru saja menyelesaikan sarapannya
"Bibi pulang aja nanti kalau urusan nya sudah selesai baru datang lagi yah Bi"
"Non mau nitip sesuatu"Tanya Siti
Shania pun menggelengkan kepalanya karena memang tidak membutuhkan apapun
Setelah diperbolehkan pergi akhirnya Siti pergi meninggalkan Shania sendiri di ruang rawat nya
Sudah hampir jalan tiga jam tapi Siti sama sekali belum memperlihatkan batang hidungnya membuat Shania khawatir takut terjadi apa apa di jalan pada Siti
Karena merasa bosan Shania memilih untuk keluar ruangan menuju taman rumah sakit sambil mendorong tiang infus nya dengan hati hati
Setelah sampai Shania duduk pada salah satu bangku yang ada di taman Shania sengaja duduk di bangku yang paling menonjol menurutnya karena di sana Shania melihat seorang anak kecil dengan rambut di kuncir dua duduk seorang diri sambil memegang permen lollipop nya
Shania dapat melihat manik mata gadis kecil itu ketika melihat Shania duduk disebelahnya
"Hai"Sapa Shania sambil tersenyum
__ADS_1
"Kakak Ciapa"Tanya gadis itu dengan sedikit takut
"Kamu kok duduk sendiri di sini kamu gak takut yah"Tanya Shania sambil mengelus kepala gadis itu dengan tangan kanan nya
"Aku nda takut kalna udah biaca di cini"jawab anak itu dengan ketus sambil menjilati permen nya dengan cepat karena takut Shania memintanya
"Emang nya di sini ada siapa nya kamu sayang apakah ada keluarga yang sakit"Tanya Shania iseng supaya anak itu mau berbicara dengannya
Shania bisa melihat mata gadis kecil itu saat menoleh kepadanya mata yang berlinang dan beberapa detik kemudian menangis dengan kencang membuat beberapa pasang mata yang sedang berada di taman rumah sakit melihat ke arah Shania dengan tajam berfikir Shania penyebab gadis kecil itu menangis dengan menyakiti gadis kecil itu
Shania pun terkejut lalu memeluk gadis itu dengan sayang anak itu sama sekali tidak menolak di peluk oleh Shania membuat Shania terharu
Seketika Shania ikut sedih.Shanis melepaskan pelukan gadis kecil itu dengan lembut dengan satu tangannya yang tidak terpasang infus lalu menghapus air mata gadis kecil itu
"Cup..cup..cup jangan menangis lagi yah. kamu tau tidak di balik sebuah masalah sesuatu yang indah akan datang loh."Ucap Shania mencoba menghibur
"Benalkah kakak tidak bohong kan?"
"Kakak serius makanya kamu jangan menangis lagi nanti sesuatu yang indah nya bakalan gagal datang nya kalau kamu menangis terus"
__ADS_1
"Sebenalnya Luna juga pelnah dengal yang kakak bilang dali Olang lain juga,Luna bosan menunggu"
"Gak boleh gitu dong makanya Luna juga harus sering sering berdoa agar Mamah cepat sembuh juga"
"Baiklah Luna akan coba"sambil menghapus air matanya
Shania terkekeh melihat wajah gembul anak itu Shania turut ikut sedih akan kesedihan gadis kecil itu karena Shania dapat merasakan ketakutan gadis itu akan kehilangan sang ibu
"Luna umur nya berapa sayang"Tanya Shania lembut
"Tiga tahun Kakak,Kakak mau pelmen lollipop"Tanya gadis kecil itu sambil menyodorkan permen lollipop nya pada Shania
Shania dengan cepat menggeleng kan kepalanya untuk menolak
"Kakak Luna pelgi dulu yah nanti Nenek caliin Luna lagi"
Shania pun mengangguk mengecup sekilas pipi anak kecil itu membuat anak itu tersenyum memperlihatkan giginya yang ompong.Shania terkekeh dan membiarkan gadis kecil itu pergi sambil melambaikan tangan kepadanya
......................
__ADS_1
#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya