Shania Kesayangan

Shania Kesayangan
Bab 13


__ADS_3

Mia membaringkan Shania ke ranjang kecil milik Shania,mengambil kotak P3K dan air hangat untuk membersihkan dan mengobati luka Shania


Shania hanya memandang langit langit kamarnya dengan pandangan kosong entah apa yang dipikirannya sekarang


"Nona maafkan Bibi tidak bisa membantu Non banyak,Bibi takut kehilangan pekerjaan karena anak Bibi masih harus kuliah bibi Janji setelah anak Bibi selesai kuliah nya Bibi akan membawa Non Nia tinggal bersama Bibi dan anak Bibi.Bibi akan mengundurkan diri dari sini dan mencari pekerjaan lain"


Shania sama sekali tidak bereaksi,Shania hanya memejamkan matanya sebentar lalu membukanya kembali Mia dapat melihat terlukanya Shania dari matanya


Mia hanya dapat menangis melihat seberapa menderita nya anak gadis yang ada dihadapannya ini


Bahkan Shania tidak beraksi kesakitan ketika Mia mengobati luka lukanya yang cukup parah


Setelah selesai membersihkan luka Shania,Mia mengambil makan dan minum secara diam diam dari dapur untuk Shania Mia yakin saat ini perut Shania sedang kelaparan karena tidak makan


"Ayolah Non di makan makanannya supaya tubuh Nona kembali bertenaga,Bibi rasa untuk beberapa hari ini Nona tidak perlu ke sekolah melihat tubuh non yang masih lemah"


Shania mengeliat ke arah Mia lalu mengangguk


"Bibi taro aja di meja nanti Shania akan makan"Ucap Shania berusaha tersenyum


"Hiksss jangan begini Non Bibi jadi takut kalau non mengambil tindakan yang Aneh aneh nantinya.Mereka benar benar sudah sudah keterlaluan tapi Bibi yakin sebenarnya mereka menyayangi Non Shania,Non Shania kan orang baik"


Mia memeluk tubuh Shania yang sedang terbaring lemah lalu meninggalkan Shania dengan berat hati karena permintaan Shania

__ADS_1


Setelah mendengar pintu tertutup air mata Shania benar benar tidak bisa terbendung lagi


"Hikss kenapa harus begini ini sangat sakit hiksss... kapan Shania selesai dengan penderitaan ini.Mamah Mama di mana temui Shania sekali saja takutnya Shania benar benar gak mampu untuk bertahan hidup lagi.Capek mah Shania merasa sakit Shania merasa kalau tubuh Shania sudah tidak sesehat dulu lagi."


Shania hanya menangis meratapi hidupnya hingga tanpa sadar dirinya tertidur


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan nya di pagi hari Shania memilih untuk tetap di kamar saja,untuk ke sekolah Shania harus memikirkan alasan tepat apa yang akan dirinya jawab kepada Zena kenapa tidak sekolah dan ada apa dengan tubuhnya


Mia datang kembali dengan membawa nampan berisi makan dan minum dan juga beberapa obat yang ia beli di apotik terdekat


Mia sangat Syok melihat rambut Shania yang potongannya acak acakan rambut panjang yang indah itu sudah tidak ada lagi berganti dengan rambut model aneh.Mia bahkan baru menyadari nya sekarang karena Shania sedang menyisir rambutnya


Mia mengambil gunting yang berada di atas nakas seperti nya Shania berniat memperbaiki potongan rambutnya


Shania tampak tersenyum dan mengiyakan


Mata Mia memerah saat memotong rambut Shania hatinya ikutan perih menyaksikan penderitaan Shania sejak kecil.Sebuah rahasia yang semua orang di rumah ini tidak ketahui tapi diketahui oleh Mia


Sehingga ketika melihat Shania membuat Mia benar benar merasa bersalah tapi ia sudah bersumpah untuk tidak membeberkannya


Mia tersenyum ketika melihat hasil potongannya terlihat bagus karena di potong dengan hati hati

__ADS_1


"Ini sangat bagus terimakasih Bibi"Ucap Shania sambil berkaca dan memegangi rambutnya


Mia hanya tersenyum ingin sekali Mia memeluk tubuh itu dan mengucapkan seribu kata maaf


"Jangan lupa makanan nya di makan yah Non nanti bibi akan mengantar makan siang juga"


"Ini benar benar akan merepotkan Bibi"Ucap Shania dengan perasaan sedih


"Tidak sama sekali sayang Bibi senang melakukannya Untuk Nia"Ucap Mia sambil mengelus kepala Shania


"Terimakasih banyak Bibi,cuma Bibi yang peduli pada Shania di rumah ini"


"Semuanya peduli sama Nia kok Semuanya sayang pada Shania,tapi mungkin belum waktunya mereka menunjukkannya"


"Apakah menunggu Shania Mati dulu Bibi baru semuanya menyayangi Shania,biasanya orang yang sudah mati baru di pandang dengan berharga bukan?"Ucap Shania terkekeh


"Tidak boleh ngomong seperti itu Non,kamu tau gak bunuh diri itu berdosa"


"Tapi Shania tidak bilang ingin bunuh diri Bi"Ucap Shania


"Bibi hanya mengingatkan pada Non Shania saja.Bibi pergi dulu untuk melanjutkan pekerjaan,non tetap lah di sini beristirahat jangan melakukan hal hal yang aneh"


Mia kembali menutup pintu kamar Shania meninggalkan Shania sendiri di dalam kamarnya

__ADS_1



#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya


__ADS_2