
Shania masih saja terus meringis merasakan perih di bagian intinya Aaron benar benar merasa bersalah dan menjadi suami siaga karena dikuasai oleh nafsu Aaron tidak memikirkan pasangannya yang merasa kesakitan
"Aku mau mandi ssshhhaaa..."Ujar Shania sambil menikmati denyutan yang berasal dari gua sensitif nya
"Tapi nanti kamu sakit ini sudah malam"Aaron memijit mijit punggung Shania berharap hal itu akan membuat istrinya tidak merasakan Sakit lagi
"Apakah sudah mendingan"Tanya Aaron pada Istrinya
"Lumayan"padahal rasanya masih sama saja
"Berarti bisa lanjut ronde..."
"Aaron Stop ihh itu gak ada gunanya Aaron ini masih sakit sekali,aku harus mandi"Shania kesal
Shania berjalan tertatih sambil berpegangan pada dinding untuk menuju ke kamar mandi
Aaron langsung menggendong Shania dengan tiba-tiba membawa istrinya itu ke dalam kamar mandi
"Turunkan di sini saja"pinta Shania ketika sudah sampai di depan pintu kamar mandi
Aaron menuruti kemauan istrinya menurunkan Shania di depan pintu
Aaron hendak masuk ke kamar mandi mengikuti Shania juga tapi langsung Shania hentikan karena takut
"Aku bisa sendiri"Ujar Shania lalu menutup pintu kamar mandi dengan lumayan keras
"Ternyata istri ku galak"Ucap Aaron matanya berkedip-kedip tidak menyangka masih di depan pintu kamar mandi
Aaron tetap memilih menunggu Shania di depan pintu kamar mandi takut sewaktu waktu Shania kenapa Napa
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan tubuhnya Shania keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di tubuhnya cara jalannya masih saja terlihat sedikit mengangkang
Shania cepat cepat menghindari Aaron cepat cepat pergi ke walk in closet dengan tatapan Aaron yang membuatnya ngeri ngeri sedap
Ketika keluar dari walk in closet Shania sudah mendapati Aaron membawa nampan berisi nasi beserta lauk-pauk nya dan juga minum untuk mereka
Aaron meletakan makanan itu pada meja sofa yang memang sudah tersedia di kamarnya yang luas
"Kemari kita harus mengisi perut agar lebih semangat lagi buat baby nya"
Shania memutar bola matanya jengah mendengar ucapan Aaron lalu bergabung bersama Aaron
Aaron langsung memberinya piring yang sudah terisi Shania pun menerima nya karena memang sudah merasakan lapar
"Kamu kan sedang sakit sebagai suami yang baik aku akan menyuapi kamu"
"Aaron yang sakit bukan tanganku tapi bagian lain"
Aaron mengambil kembali piring yang sudah terisi itu lalu berniat ingin menyuapi Shania
"aaaa... buka mulutnya sayang"
Akhirnya mereka berdua makan dengan satu piring berdua setelah piring satunya habis terus di lanjutkan dengan Piring yang kedua
Shania baru tersadar ketika di kamar mandi tadi bahwa cincin pernikahan mereka telah kembali terpasang pada jari manis tangan kirinya
"Kamu memasangnya lagi"
"Apa"Tanya Aaron tetap fokus mengelap mulut Shania dengan tisu
__ADS_1
Shania menunjukkan tangan kirinya yang tersemat cincin
"Jangan sampai piring piring ini melayang kalau kamu berani buka"
"Dasar kasar"Ucap Shania kesal
"Kamu tau kan aku hanya mau menikah hanya sekali seumur hidup"
"Tapi percuma kalau kita tidak saling mencintai"Tutur Shania dengan ekspresi sedih
"Cinta akan datang dengan seiring berjalannya waktu hanya mulai lah belajar mencintai ku"
"Bagaiman dengan mu"
"Ya aku juga"
"Bagaimana dengan Anesta"
"Emangnya Anesta kenapa"
"Lupakan"Ucap Shania "Dasar tidak peka"Shania membatin
"Ayo tidur besok kalau masih sakit kita tidak perlu ke sekolah"
"Kenapa kita"Tanya Shania bingung
"Karena aku mau setiap hari kamu selalu di samping ku aku tidak mau nanti baru saja aku tinggalkan sebentar kamu sudah terbang bersama Jeno"
"Ada ada aja"
__ADS_1
......................
#jangan lupa ninggalin jejak nya biar saya lebih semangat lagi nulis nya 🌈❤️