
"Hiksss....Hiksss...Hiksss"Shania menangis terisak padahal dirinya masih belum sadar kan diri
Aaron yang sedang dalam ke adaan mengeluh kepalanya sambil duduk di ranjang mereka tepat di dekat Shania pun merasa terkejut
Shania menangis dalam keadaan masih pingsan tampak air mata juga berkali keli keluar dari sudut matanya jatuh menyamping hingga membasahi bantal
Saat Aaron mendengarkan dan melihat tangisan Shania dengan seksama Aaron dapat merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya hati Aaron seolah olah ikut perih dan merasakan perasaan sedihnya juga.Shania seperti membawa Aaron ikut hanyut dalam kesedihannya
"Shania bangun"Aaron menampar nampar pipi Shania dengan pelan untuk menyadarkan gadis itu yang masih saja terisak
"Maafkan aku tidak seharusnya aku meninggalkan mu tadi disekolah,aku bersumpah tidak akan mengulanginya lagi bangunlah Shania"
"Tolong tolong Shania"Ucap Shania masih dalam keadaan mata yang tertutup
"Shania apa yang ditolong aku sudah di sini bangunlah"Aaron masih saja menampar nampar pipi Shania hingga Shania perlahan lahan mulai menggeliat membuka matanya
Aaron pun bernafas lega mengusap kepala Shania lembut
"Aaron"Ucap Shania pelan ketika kesadarannya telah pulih dengan sempurna
"Maafkan aku Shania aku tidak becus menjaga mu,aku malah meninggalkan mu malah pulang bersama gadis lain, maafkan aku"
Shania menggeleng kan kepalanya
"Aku tidak papa kamu harus melakukan apa yang menurut mu benar dan apa yang membuat mu bahagia aku sudah biasa sendiri,maksudku aku tidak apa apa kalau sendiri"
__ADS_1
"Tidak Shania,aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi"
Aaron mengambil telepon khusus yang berada di atas nakas biasanya telepon itu di gunakan ketika sedang membutuhkan sesuatu,tidak perlu repot repot turun ke bawah karena akan orang khusus yang akan mengantarkan nya secara langsung
Telepon itu terus memanggil hingga terhubung pada seorang pria yang dipekerjakan khusus untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan Aaron
"Ya Tuhan muda anda membutuhkan sesuatu"
"Tolong suruh seseorang membawa teh herbal dan makanan ke kamar"
"Segera saya laksana Tuan muda"
Aaron mematikan panggilan telepon tersebut itu lalu kembali fokus pada Shania
"Apa ada yang sakit"Tanya Aaron pada Shania dengan khawatir
"Aaron siapa yang mengganti pakaian ku"Tanya Shania karena merasa heran dengan pakaian nya yang telah diganti dari baju sekolah telah di ganti menjadi piyama hal yang ingin Shania tanyakan dari tadi tapi Aaron masih asik dengan telepon
"Ohhh,eeeee tadi...itu...Ibu in..tan yang.. menggantikannya...yahh baju kamu tadi digantinya sama ibu intan"Ucap Aaron gugup matanya tidak berani melihat Shania karena takut kebohongan nya diketahui oleh Shania
Intan adalah salah satu Art di Mansion yang paling dekat dengan Aaron wanita paruh bayah yang sudah memasuki kepala empat
"Benarkah"
"Iyh gak mungkin kan aku yang ganti"
__ADS_1
"Iyah kamu benar"Cicit Shania
"Padahal sih gapapa seharusnya kalau aku yang ganti kan aku suami kamu"Ucap Aaron spontan
"Tapi aku malu"
"Kalau aku minta hak aku sebagai suami gimana dong,dosa loh nolak suami"Ucap Aaron untuk menggoda Shania
"Aku belum siap Aaron"
"Jadi kapan kamu siapnya"
"......"
"hahaha aku hanya bercanda jangan serius begitu aku berjanji tidak akan meminta hak ku selama kita masih duduk di bangku sekolah"
"Terimakasih"
"Tapi kalau aku khilaf gak papa kan?"
"Aaronnnn"Kesal Shania
"Hahahaha bercanda bercanda serius amat nih istri Aaron"
Terkadang Shania bingung dengan Sifat Aaron Terkadang Shania merasa agak pede kalau Aaron punya perasaan terhadapnya tapi langsung dirinya tepis ketika mengingat Anesta.banyak rumor mengatakan kalau dulu Aaron sempat berpacaran lama dengan Anesta tapi Anesta meminta putus karena Aaron terlalu posesif kepada nya akhirnya mereka memilih untuk berteman saja,Shania yakin kalau rumor itu memang benar karena banyak bukti yang tersebar di sosmed tapi Aaron dan Anesta belum mengkonfirmasi nya
__ADS_1
Tapi tidak mungkin kan Aaron melupakan Anesta mengingat mereka bertemu setiap hari kecuali hari Minggu,faktanya laki laki paling sulit untuk melupakan masa lalunya maka Aaron bukan pengecualian
#Jangan lupa ninggalin jejak nya biar saya lebih semangat lagi nulis nya 🌈❤️