
Baru saja Shania ingin memasuki kamarnya Kartika langsung menghalangi nya secara tiba-tiba
"Ibu"
"Ganti pakaian mu sekarang"
"Untuk apa Bu"Tanya Shania bingung
"Jangan banyak tanya ganti baju mu pakai bedak supaya wajah pucat mu itu tidak kelihatan kalau bisa ganti baju mu dengan dress selutut"
Shania masih terlihat mematung belum ada ancang ancang untuk bergerak Kartika langsung geram dibuatnya
Kartika menarik tangan Shania masuk ke dalam kamar membuka lemari Shania mengambil salah satu Dress selutut milik Shania yang paling bagus menurutnya
"Pakai ini sekarang GAK PAKE LAMA"Ucap Kartika dengan tekanan di setiap kata
Shania langsung ke kamar mandi kecil yang berada di kamarnya mengganti pakaian nya dengan Dress selutut pilihan Kartika ibu tirinya lalu keluar dari kamar mandi.Kartika menyuruh Shania untuk duduk di kursi yang ada di kamar Shania dan memberikan bedak seadanya pada wajah Shania dan Lipstik tipis agar wajah pucat Shania tidak kelihatan lagi
"Berbicaralah seperlunya dan bersikap sopan lah nanti di sana"Ucap Kartika lalu menggandeng tangan Shania untuk ke ruang tamu
__ADS_1
Shania tampak kebingungan walau begitu Shania hanya pasrah dan mengikuti kemauan Karty karena sadar Shania menumpang di rumah mereka
Sayup-sayup Shania mendengar Joseph ayah nya mengatakan
"Putriku itu sangat baik dan cantik dia juga ada lah gadis yang penurut dan pintar"
Entahlah putri siapa yang di maksud Papah nya kalaupun itu Shania,Shania yakin itu hanya sandiwara Papah nya
Melihat Shania yang datang dengan di gandeng oleh Kartika Joseph langsung menghampiri mereka dengan tersenyum
Joseph meletakan tangannya pada punggung Shania dan ikut mengantar kan Shania untuk duduk di sofa ruang tamu yang di sana ada dua orang sepasang suami-istri asing
Kartika dan Joseph menduduk kan Shania di tengah tengah mereka berdua
"Shania,kamu Shania kan"Tanya wanita paruh bayah itu pada Shania
"Iyah Tante"Shania mengangguk
"Astaga dunia ini benar benar sempit ternyata"Ucap Imel terkekeh
__ADS_1
"Shania kamu mengenal mereka Sayang"Tanya Joseph lemah lembut tapi Shania dapat merasakan tangan Joseph mencengkram punggung nya kuat sepertinya menyuruh Shania ikut andil dalam sandiwara mereka
"Iyah Papah mereka Orang Tua teman ku Aaron"Ucap Shania berusaha untuk menahan sakit di punggung nya
"Bagus dong kalau kalian saling mengenal"Ucap Kartika tertawa sambil menepuk kedua tangannya membuat Joseph langsung melotot pada nya memberi isyarat agar Kartika menjaga sikap nya seketika Kartika langsung mematung dan ber dehem untuk mencairkan suasana
"Begini Sayang kedatangan kami orang tua Aaron ke sini karena kami berempat berencana untuk menikahkan kamu dengan putra kami Aaron,apakah kamu bersedia"Tanya Imel dengan lembut pada Shania yang terkejut langsung memandang keempat orang itu secara bergantian
Shania ingin menolak tapi langsung merasakan punggung dan paha nya di cengkram secara bersamaan oleh Joseph dan Kartika
"Putri kami ini sangat penurut dia sangat mau kok hanya malu saja"Kata Joseph pada kedua orang tua Aaron yang sedang menanti jawaban Shania
"Benarkah nak"Tanya Alvin ayah Aaron lagi pada Shania
Shania hanya mengangguk tanpa berbicara rasanya ingin menangis tapi tidak bisa.membuat kedua orang itu langsung bernafas lega terlihat aneh menurut Shania
"Maafkan kami karena ini sangat mendadak dan terlihat terburu buru tapi kami sudah memikirkan nya jauh jauh hari untuk masa depan kalian,pernikahan kalian juga tidak akan lama lagi dan mengingat kalian masih sekolah kita hanya akan membuat pernikahan kecil yang hanya di hadiri keluarga saja tapi setelah kalian lulus sekolah kita akan mengadakan pesta besar besaran"Ucap Imel
Bukannya tenang perasaan Shania semakin tidak enak saja
__ADS_1
......................
#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya