Shania Kesayangan

Shania Kesayangan
Bab 51


__ADS_3

Sepulang sekolah Aaron benar benar tidak berbohong dengan ucapannya selama di sekolah Aaron selalu menempeli Shania membuat Shania dan Zena geram ingin sekali rasanya menendangnya dari pandangan mereka


"Aaron itu Anesta"Tutur Shania perasaan sedih menjalar di hatinya


"Hubungan nya sama gue apa"sahut Aaron


Aaron tidak peduli masih saja melanjutkan langkahnya sambil menggandeng tangan Shania membuat banyak pasang mata bertanya tanya tentang hubungan mereka berdua


Tiba tiba Anesta berlari berdiri di depan Aaron untuk menghentikan langkah Aaron dan Shania


"Aaron dari tadi aku manggil kamu loh"Anesta benar benar emosi melihat pemandangan di depannya Aaron menggandeng tangan Shania


"Lo siapa ngatur ngatur gue"


"Aku ini jodoh kamu calon ibu dari anak anak kamu"


"Ahahahah emang nya Lo Tuhan"


Shania heran dengan perlakuan dingin Aaron pada Anesta bukannya mereka saling mencintai


"Ini pasti gara gara pelakor ini kan"


"Brukk.."


"Aww..."


Anesta mendorong Shania hingga terjatuh sekarang pandangan semua orang sedang tertuju pada mereka bertiga


"ANESTA... Lo"


Aaron segera membantu Shania untuk berdiri mengibas ngibas rok Shania yang kotor membuat banyak orang heran dan tidak menyangka dengan perlakuan Aaron

__ADS_1


"Dasar cewek murahan"Anesta menangis histeris


"Jangan buat gue kasar sama Lo walaupun Lo cewek kalau Lo nyakitin cewek gue lagi habis Lo gue buat"Aron tidak habis pikir dengan kelakuan Anesta yang telah menyakiti istrinya


Shania memandang Aaron dengan tidak percaya mendengar ucapan Aaron yang membuat jantungnya berdegup kencang


"AARON..."teriak Anesta


"Apaan si Lo suara Lo itu buat kuping gua sakit tau gak"


"Aaron aku gak mau yah kamu putusin aku sepihak begini"


"Sejak kapan gue pacarin loh Anj*r"


"Aaron selesai kan masalah kalian baik baik,ingat dia itu wanita jangan sampai kamu nyakitin dia kalau kamu nyakitin dia itu sama saja dengan menyakiti ku,aku tunggu di parkiran"


"Gak ada urusan apa apa sama dia kok"


"Aaron"Tekan Shania lalu pergi meninggalkan Aaron dan Anesta


"Shania"


"Jeno ada apa"


"Aku ingin berbicara serius denganmu"


Jeno tiba tiba menarik Shania untuk menjauh dari keramaian tarikan Jeno membuat Handphone Shania terjatuh membuat layar nya sedikit retak


"Maafkan aku,aku pasti akan mengganti nya"


Shania mengambil handphone nya yang jatuh dengan perasaan sedih Handphone pemberian Oma nya dulu

__ADS_1


Tanpa sadar Shania menitik kan air matanya sedih karena tidak bisa menjaga handphone itu dengan baik


"Shania gak usah sampai nangis begitu kali aku bisa membeli handphone baru yang lebih bagus dan sebanyak yang kamu mau"Ucap Jeno karena merasa Shania sedikit lebay


Shania berdiri kembali setelah mengambil handphone nya lalu menghapus air matanya


"Aku tau Jeno kamu kaya makanya kamu seenaknya nya berbicara orang kaya mah bebas tanpa memikirkan perasaan orang lain"


"Maksud kamu apa sih"


"Handphone ini pemberian mendiang Oma ku mau seribu Handphone pun kamu ganti untuk menggantikan Handphone ini itu tidak akan pernah bisa Jeno"


Lagi lagi air mata Shania terjatuh kali ini dia tidak menghapusnya karena tau setelah di hapus air mata baru akan menyusul percuma saja


Jeno terkesima perasaan bersalah menghampiri dirinya karena telah menyakiti gadis yang amat dicintainya


"Aku tidak tau maafkan aku"


Shania memandangi Handphone nya dengan sedih lalu memasukkan Handphone itu kedalam saku rok pendeknya


"Lupakan saja Jeno meminta maaf pun tidak ada gunanya karena itu tidak akan mengembalikan Handphone pemberian Oma menjadi bagus lagi,aku bisa saja memperbaiki layarnya tapi itu sama saja mengganti nya"


Jeno merasa tertampar mendengar ucapan Shania tidak bisa mengelak itu memang murni kesalahan dirinya


"Kamu ingin bertanya apa"Tanya Shania


"Aku hanya ingin..."


Belum selesai berbicara Aaron tiba tiba datang membuat Jeno berhenti berbicara


"Ayo pulang"

__ADS_1


Aaron langsung membawa Shania dengan melingkarkan tangannya di pinggang Shania memasukkan Shania ke dalam mobil lalu mengarahkan pandangan peperangan pada Jeno


Jeno hanya bisa Pasrah lalu pergi menuju mobilnya.


__ADS_2