Shania Kesayangan

Shania Kesayangan
Bab 36


__ADS_3

Hari hari berjalan dengan baik Shania dan Aaron semakin dekat mereka berangkat ke sekolah dan pulang sekolah selalu bersama sama Aaron tidak pernah meninggalkan Shania lagi


Hingga sekarang pernikahan Aaron dan Shania menginjak kesatu bulanan Aaron banyak membantu Shania dalam banyak hal dari mengajari Shania mengerjakan tugas sekolah membantu Shania pada pelajaran yang menurut Shania sangat susah,Aaron selalu ada untuknya saat dirinya membutuhkan sesuatu,benar benar suami siaga


Aaron juga memberikan kartu blac card untuk Shania pakai tapi Shania sangat jarang menggunakan nya malah terkadang meminta uang tunai saja pada Aaron


Setiap hari libur Aaron akan mengajak Shania untuk jalan jalan kalau tidak bermain ke taman hiburan mereka akan berbelanja ke Mall,Shania terkadang menolak tapi di paksa oleh Aaron yang tidak ingin kemauan nya di bantah


Ketika ke Mall Aaron akan sangat antusias untuk membelikan banyak barang bukan untuknya melainkan untuk Shania tidak jarang Aaron membeli satu toko pakaian penuh tanpa berfikir dua kali ketika merasa kesal kepada Shania yang tidak mau membeli apapun


Karena tidak mau hal itu terjadi lagi akhirnya Shania selalu membeli barang yang memang dirinya inginkan tanpa sungkan sungkan lagi pada Aaron,pernah suatu ketika saat Shania ingin membeli pakaian dal*m Aaron ikut masuk ke dalam membuat Shania benar benar malu bukan kepalang apa lagi ketika melihat tatapan tatapan yang ingin tertawa dari orang orang yang sedang melayani kedatangan mereka


Saat itu Shania ingin sekali membatalkan membeli pakaian dal*m untuknya,Shania pikir Aaron tidak akan ikut masuk ke dalam toko pakaian dal*m tapi mengingat Aaron yang tidak akan sungkan sungkan membeli satu toko jika Shania Ragu ataupun membatalkan kemauannya Shania terpaksa memilih barang memalukan itu di hadapan Aaron belum lagi Aaron malah merikwes warna dan motif untuknya benar benar membuat Shania ingin menghilang dari muka bumi ini


......................


Sampai di sekolah Shania dan Aaron berpisah di parkiran atas permintaan Shania Aaron akan bergabung dengan Sebastian dan Jeno dan Shania akan bersama dengan Zena


Shania dan Zena sedang berada di kantin karena memang saat ini sedang jam istirahat,tak berselang lama Anesta beserta best friend nya datang bergabung dengan Shania dan Zena


Shania dan Zena menghentikan acara makan mereka melihat ke tiga orang itu dengan tatapan ke heranan


Hingga tanpa sayup sayup Shania dan Zena mendengar bisik bisik orang lain dari arah belakang mereka


"Dasar jal*ng bisa bisanya dia ngerebut Aaron dari Anesta"


"Entah seharusnya dia sadar diri dia kalau di bandingkan sama Anesta itu tidak ada apa apa nya,wajah aja cantikan Anesta jauh bangat lagi"


"Paling juga pakai p*let"

__ADS_1


Itulah yang Shania dan Zena dengar Shania hanya dapat mengelus dada mendengar hal buruk tentangnya


"Shania kamu pacaran sama Aaron yah?"Tanya Anesta sok-sokan dibuat lembut


"Dasar murahan"Ucap Sinta menunjuk nunjuk wajah Shania membuat Zena geram saja


"Siiiitttt"Anesta menyuruh teman nya untuk segera diam di tempat


"Tidak"Jawab Shania cepat karena memang itu adalah kebenaran nya Aaron dan Shania memang tidak berpacaran melainkan mereka adalah sepasang suami dan istri


"Kamu tau kan kalau Aaron itu milik ku Shania"


"Haha sejak kapan"Tawa Zena mengejek Anesta sambil menyeruput minuman kbs nya


"Diam aku gak ngomong sama kamu,tolong jauh jauh dari Aaron karena aku adalah jodoh nya,aku adalah calon ibu dari anak anaknya nanti"


"Buuuuu Whkwhkw hahahaha..."Tawa Zena kuat sambil memegangi perutnya


"Gak suka yah makanya pergi dari sini"Usir Zena gampang


"Sialan Lo"Kata teman Anesta Abigail pada Zena


"Wah Lo nantangin gue yah belum tau Lo kalau gue lulusan karete"Zena berdiri sambil menarik narik ke atas lengan baju sekolah nya seolah olah menantang Anesta beserta kawan kawan nya


"Dua lawan tiga kalian berdua udah siap masuk UKS emangnya"Ucap teman Anesta Sinta


"Sini loh ba*gke"Teriak Zena


Zena langsung mendorong tubuh Sinta membuat Sinta terdorong dan terjatuh ke lantai

__ADS_1


"Anj*Ng Lo"Anesta yang tidak terima teman nya di dorong oleh Zena langsung menjambak Zena


hingga terjadilah jambakan jambakan antara Zena dan Anesta menyusul Sinta jadi dua lawan satu benar benar menggemparkan seisi kantin


Shania yang tadinya berusaha untuk menghentikan perkelahian mereka malah mendapatkan serangan dari Abigail mereka berlima benar benar jadi tontonan gratis tidak ada yang berani untuk mendekati mereka


Kalau tidak mau bernasib seperti Robin si sekretaris OSIS yang berniat menghentikan perdebatan antara lima orang itu malah berakhir mendapat serangan jambakan dari Anesta hingga akhirnya Robin memilih mundur saja


Kekuatan Zena benar benar tidak usah di ragukan lagi karena dia bisa berkali kali membuat Sinta dan Anesta kewalahan dan terjatuh hingga berciuman dengan lantai


Tapi berbeda dengan Shania yang lemah dirinya benar benar kelelahan menghadapi Abigail hingga Zena datang membantunya


Hanya dalam satu kali tunjangan di bokong Abigail,Abigail sudah terbang ke atas meja yang ada di kantin rok super pendek nya terangkat ke atas memperlihatkan celana dal*m nya membuat seisi kantin tertawa kecuali Ke empat orang yang sedang asik adu mekanik itu


Dalam keadaan seperti ini Shania malah mimisan tapi harus tetap dipaksakan strong untuk menghadapi Anesta yang terus terusan menjambak rambutnya rasa tidak mau kalah Shania muncul juga ikut menjambak rambut Anesta dan tanpa sengaja mencakar pipi Anesta dengan kukunya yang panjang


"Anj*r Loh"Pekik Anesta berteriak kesakitan karena merasakan perih pada pipinya yang lecet,sebenarnya Anesta tidak terlalu peduli dengan rasa sakitnya tapi lebih peduli pada wajahnya yang lecet yang membutuhkan beberapa hari untuk menghilangkan bekas nya ini akan mempengaruhi reputasi primadona nya


"Aku gak sengaja"Ucap Shania perlahan mundur kebelakang karena sepertinya Anesta akan melakukan hal yang sama terhadap nya


Zena yang sedang asik tertawa di atas Sinta sambil menarik narik rambut Sinta dengan keras dengan posisi Sinta yang tengkurap di lantai bagai kuda


"Booyah Booyah"Ucap Zena sambil menarik narik rambut Sinta yang sudah kewalahan di bawahnya


"Sakit anj*r"Ucap Sinta tapi tidak bisa berbuat apa apa karena Zena mengukung nya dari atas


Melihat temannya dalam bahaya lagi dengan cepat Zena berlari dan menendang boko*g Anesta membuat Anesta terhempas ke lantai berciuman dengan lantai membuat pinggiran bibirnya berdarah


"Dobel Kill yuhuuuuuu kita menang besteee"Teriak Zena di depan Shania yang benar benar syok dengan aksi Zena yang kuat dan tidak ada takut nya

__ADS_1


#Jangan lupa ninggalin jejak nya biar saya lebih semangat lagi nulis nya 🌈❤️


__ADS_2