
"Apa tugas Bahasa Inggris sudah kamu selesai kan?"Tanya Aaron pada Shania sejak selesai makan malam tadi Shania terlihat seperti sedang menghindarinya terus
Seharusnya Aaron yang marah di sini tapi malah kebalikannya Istrinya lah yang malah Ngambek
"Sudah"Shania mengangguk Shania hendak meninggalkan Aaron yang masih tetap berdiri di dekat meja belajar mereka
Tapi Aaron malah menarik tangan Shania hanya dalam sekali tarikan yang membuat Shania tertarik ke dalam pelukan Aaron
"Marah?"
Shania menggeleng pelepasan tangan Aaron dari pinggangnya setelah tangan itu terlepas Shania hendak pergi lagi tapi Aaron malah memeluk tubuhnya dari belakang
"Seharusnya aku yang marah di sini"Ucap Aaron sambil menyandarkan dagunya pada pundak kanan Shania
Shania dapat merasakan hembusan nafas Aaron,Aaron mulai menggigit tipis telinga Shania membuat tubuh Shania benar benar menegang
Shania berusaha menjauhkan kepalanya tapi malah membuat Aaron dengan leluasa menciumi lehernya
"Aaron hentikan"Ucap Shania sambil memejamkan matanya karena merasakan geli sekaligus rasa gimana gitu -_-
"Kenapa lagian sama istri juga"
Shania hanya pasrah merasakan ciuman Aaron yang kala itu semakin brutal bukan lagi ciuman melainkan gigitan,Is*pan,Jil*Tan
"Emmmm Aa...Ron... hentikan"
__ADS_1
Shania dapat merasakan sesuatu yang mengganjal di sekitar b*k*Ng nya seperti ada sesuatu yang tiba tiba tumbuh
"Astaga Aaron apakah itu ehhhh..."
Shania menghentikan ucapannya ketika Aaron kembali menggigit leher nya"
"Abaikan saja dan Maafkan aku"
Aaron memutar tubuh Shania menjadi menghadap dirinya
Wajah Aaron tampak memelas
"Aku yang seharusnya minta maaf"tutur Shania mulai berani menatap Aaron lagi
"Jadi sekarang kita sudah berbaikan"
Aaron yang sadar dengan tatapan Shania perlahan menurunkan tanganya mengelus benda pusaka nya yang sepertinya siap bertempur itu
Shania melotot pada Aaron karena aksi Aaron membuat Aaron menyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya yang tersusun rapi
"Bolehkan aku membatalkan janji ku kemarin"
Aaron mulai menuntun Shania ke tempat tidur menyuruh Shania untuk berbaring
"Aaron tapi ini masih masa subur ku,aku takut bakal hamil"Ucap Shania sambil mendorong dada Aaron yang ingin menindih dirinya
__ADS_1
"Bukankah justru bagus kalau kamu hamil,apa kamu tidak mau hamil anak ku karena berharap bersama dengan Sebastian"
Shania tiba tiba diam karena berfikir kenapa larinya malah kepada Sebastian tapi diam nya Shania malah di anggap lain oleh Aaron
"Bukan seperti itu Aaron hanya saja sekarang kita masih sekolah aku tidak mungkin sekolah dalam keadaan hamil kan"
"Aku akan keluar kan di luar"
"Tapi Aaron itu"
"haha haha kan sudah jelas sekali masih aja mau mengelak.bilang aja kamu gak mau mengandung anak aku kan,bilang aja kamu hanya mau mengandung anak Sebastian hahaha... Shania Shania kamu pikir Sebastian bakalan mau sama kamu yang mau sama kamu itu cuma aku camkan perkataan ku Shania yang hanya mau menerima kamu dengan apa adanya itu hanya Aaron Alexander"
Aaron yang merasakan sudah tidak bernafsu lagi muali berdiri dari atas ranjang berniat meninggalkan Shania di kamar
"Kamu seharusnya merasa beruntung karena sudah memiliki diriku tapi ternyata kamu begitu serakah belum puas apa Kuranya aku memperlakukan kan Mu selama satu bulan ini dan kamu juga masih saja menginginkan Sebastian dan mungkin saja kamu juga menginginkan Jeno karena Jeno menyukai mu"
Aaron berucap dengan perasaan berapi api jari telunjuknya tidak lepas dari arah wajah Shania
"Ternyata benar buah tidak jauh jatuh dari pohonnya aku sudah mendengar semuanya tentang mu dari Papah mertua tentang Mamah mu yang berselingkuh darinya lalu melahirkan mu,bahkan Papah mertua masih mau merawat mu yang ternyata bukan anak kandungnya tapi anak dari selingkuhan Mamah mu benar benar luar biasa Shania"
Tangis Shania benar benar pecah ketika Aaron menjelek jelekkan Ibu kandungnya di hadapannya
"Cukup Aaron"Teriak Shania dengan uraian air mata
......................
__ADS_1
#Jangan lupa ninggalin jejak nya biar saya lebih semangat lagi nulis nya 🌈❤️