
...~Peranku hanya untuk memandangi mu bukan memiliki mu~...
"Mau tukar posisi gak"Tanya Zena
"Ha"Tanya Shania bingung
"Tuh kan kamu aja gak mau jadi aku"Kata Zena sambil memperlihatkan pura pura raut kesedihan di wajahnya
"Itu kan tidak mungkin terjadi Zena karena Tuhan telah menentukan takdir kita gimana kita bisa menukarnya"Ucap Shania sambil terkekeh paksa
"Bukan begitu Zena aku hanya tidak ingin kamu merasakan sakit yang seperti aku rasakan"Batin Shania
"Laelah aku hanya bercanda"Ujar Zena ketika melihat wajah Shania yang menunduk sedih
"Aku akan berusaha untuk bersyukur mulai sekarang,oh yah kamu gak ada rencana gitu mengungkapkan perasaan kamu mumpung hari ini Valentine"Tanya Zena
"Seperti nya aku sama dia gak mungkin deh biarkan aku mencintainya dalam diam,aku terlalu takut untuk mengungkapkannya aku takut dia malah semakin tidak terlihat dan aku tidak bisa memandanginya walau dalam jauh sekalipun,aku akan tetap bahagia walau dia bahagia dengan orang lain karena bahagia ketika melihat seseorang yang kita cintai walaupun tanpa dengan kita itu baru namanya cinta"
Tapi Zena dapat melihat raut kekecewaan di wajah Shania
"Siapa bilang cinta dalam diam itu tidak akan menjadi nyata,maksudnya siapa yang tau suatu hari nanti kamu memang jodoh nya dia,jangan berkecil hati kamu gak ingat Ginny di film Harry Potter"
"Itukan cuma film"Ujar Shania tertawa
"Enggak yah kakak sepupu aku aja gitu"
"iya iyadeh aku percaya"
"Aku gak bohong loh"
"Ya ampyun iya sayang ku"
"Awas yah kalau kamu mikir aku bohong aku ngambek tujuh turunan"
__ADS_1
"Hahaha"Tawa Shania kencang sambil memegangi perutnya
Zena Tampa sengaja menoleh lagi ke arah kursi yang tidak terlalu jauh dari kursinya tampak meneliti seseorang yang sedang memandangi sahabatnya secara diam diam
"Anj*r dia lihatin kamu Shania"Ucap Zena ketika tidak sengaja melihat kearah kursi yang berada di depan itu
"Siapa"Tanya Shania ikut heboh Shania pikir yang melihatnya itu adalah Pak Anton guru Ipa yang sepertinya akan terlambat masuk hari ini biasanya Pria paruh Bayah itu selalu datang tepat waktu dan sangat disiplin
"A,,Ron dia lihatin loh anj*r"
Shania langsung melirik ke arah kursi dua yang berada di depannya dengan empat meja lain yang menjadi pemisah
Crush Shania yang memang saat itu menghadap ke belakang sedang berbincang bincang dengan teman teman nya terlihat beberapa kali melirik bahkan terkadang merhatiin Shania lama
Saat empat mata itu bertemu pria itu langsung memutuskannya kembali fokus kepada teman temannya
"Kayak nya itu hanya kebetulan deh"Cicit Shania pelan
"Kamu pikir aku bodoh aku melihatnya beberapa kali melirik kamu,tadi ketika kamu ketawa di langsung melihat kamu lama aku merhatiin anj*r"
"Gak mungkin juga sih dia kan Ahir Ahir ini di gosipin lagi dekat sama primadona sekolah yang di kelas IPA 3 itu,tapi untuk apa coba dia lihatin kamu tadi"
"Mungkin karna aku jelek jadi dia lihatin aku"Ujar Shania sambil tertawa pelan berusaha terlihat tidak terlalu Pede
"Gak usah nyindir deh mentang mentang kamu mirip Winter Aespa kamu berlagak sok jelek"
"Astaga sejak kapan aku yang mirip Mami peri ini jadi mirip para bidadari surga"
"Woy dosa"
"Kamu yang mancing"
"Mancing di sungai kale"
__ADS_1
"Capek deh"
Tak berselang lama Pak Anton Bapak pengajar pelajaran Ipa pun masuk ke kelas mereka
"Maaf anak anak Bapak terlambat ada sedikit masalah diperjalanan menuju ke sekolah tadinya,dan hari ini Bapak juga harus pulang cepat karena Istri Bapak akan melahirkan"
Para siswa dan siswi hanya ber o riah sambil memperhatikan penampilan Pak Anton yang rambutnya tampak sedikit berantakan
"Semuanya buka buku paket Ipa halaman 260 di sana ada tugas kelompok yang harus kalian kerjakan,bapak rasa walaupun bapak tidak jelaskan kalian akan mengerti,kalau tidak selesai hari ini kalian bisa kerja kelompok di luar sekolah tapi jangan keluyuran dan tugas ini di kumpul di pertemuan selanjutnya setelah selesai kalian akan melakukan presentasi di depan dan setiap siswa harus menyiapkan pertanyaaan yang harus di tanyakan kepada setiap kelompok yang melakukan presentasi yang berhubungan dengan apa yang mereka presentasikan,Bapak sudah menyiapkan kertas dengan beberapa nomor Bapak akan bagikan kepada kalian yang memiliki nomor yang sama akan menjadi kelompok tidak ada bantahan,jika ada yang mengubah kelompok nya maka saya akan marah karena saya akan tahu siapa yang mengubah kelompoknya tidak ada yang namanya pilih pilih teman di sekolah ini"
Setelah membagikan kertas berisikan nomor tersebut Pak Anton pun segera pergi bergegas menuju rumah sakit tempat istrinya yang akan melakukan persalinan hari ini
Para siswa siswi yang ada di kelas itu pun riug saling membuka kertas yang di bagikan dan mencari teman kelompok mereka masing masing
"Kamu dapat nomor berapa"Tanya Zena pada Shania
"Aku dapat dua kamu dapat berapa"Tanya Shania
"Tunggu sebentar"Ujar Zena
Shania memperhatikan tubuh Zena yang berjalan menjauh terlihat seperti mencari sesuatu
Zena berjalan berkeliling mencari siapa yang mau bertukar kertas dengan nya dan kebetulan yang sangat indah Zena mendapatkan nomor dua yang berarti dia akan sekelompok dengan Shania
"Lihat"Ucap Zena dengan bangga sambil berjalan mendekat ke arah Shania
"Kalau Bapak Anton tau gimana,dia bakal marah.kamu menukarnya kan"Tanya Shania
"Bodoh,itu hanya akal akal dia aja supaya kita takut"Ucap Zena dengan santai sambil memainkan kertasnya membuat lembaran kertas itu menjadi berbentuk perahu
Shania hanya geleng geleng kepala karena perilaku sahabatnya yang satu ini
......................
__ADS_1
#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya