Shania Kesayangan

Shania Kesayangan
Bab 33


__ADS_3

Pulang sekolah gadis itu Shania mendudukkan dirinya sendirian di halte milik sekolah,tadinya memang dia bersama dengan sahabatnya Zena tapi karena arah pulang mereka yang berbeda akhirnya mereka berpisah


Shania tampak kebingungan pulang dengan kendaraan apa tadinya ingin berjalan kaki tapi melihat hujan akan datang pastinya di tengah jalan Shania akan basah di tambah lagi rumah Aaron yang lumayan jauh dari sekolah kita kira kalau berjalan kaki kurang lebih akan menghabiskan waktu hampir tiga jam an untuk sampai


Akhirnya Shania memilih untuk menunggu Aaron di halte sekolah siapa tau Aaron bersedia memberi nya tumpangan untuk pulang ke rumah mereka


Tak berselang lama sebuah mobil hitam mengkilat berhenti di depan Halte tepat di depan Shania


Shania bertanya tanya mobil siapa itu karena tidak mengenal nya Shania masih ingat Aaron memang membawa mobil berwarna hitam tapi berbeda dengan mobil yang berhenti di depannya sekarang,akhirnya rasa penasaran Shania terbayar ketika melihat seseorang keluar dari dalam mobil itu


"Lagi nungguin siapa,ayo aku antar pulang"


"Aku pulang jalan kaki aja,dekat kok"Tolak Shania karena merasa tidak enak pada Jeno


"Jaman sekarang tidak ada anak sekolah yang pulang jalan kaki lagi"


"Kan sekalian olahraga"


"Olahraga itu di rumah atau di tempat khusus untuk olahraga,jangan membantah ayo biar aku antarkan"


Jeno sudah mengambil tangan Shania untuk membawa Shania pada mobilnya tapi


"Shania akan pulang bersama ku"


Aaron tiba tiba datang menghalangi Jeno menarik tubuh Shania hingga terlepas dari genggaman Jeno dan membawa tubuh itu berada di belakangnya

__ADS_1


"Aaron bukankah itu terlalu kasar"Ucap Jeno dengan perasaan jengkol ralat maksud nya jengkel


"Itu bukan urusan mu cari saja urusan mu yang lain,Shania adalah milik ku"Ucap Aaron tanpa sadar membuat Shania dan Jeno terkejut


"Hahaha apa maksudmu dengan Shania adalah milik mu"


"Karena Shania adalah is...."Aaron seketika menghentikan ucapan nya tersadar dirinya hampir saja membocorkan sesuatu yang besar


"Karena Shania bekerja di rumah ku dan tinggal di rumah ku jadi Shania adalah urusan ku"


"Benarkah"Tanya Jeno pada Shania tidak percaya


Shania benar benar tidak percaya dengan jawaban Aaron


"Itu karena aku yang meminta nya bekerja untuk keluargaku tidak ada yang bisa menolak permintaan Aaron Alexander"


"Benar benar keterlaluan"Ujar Jeno


"Tidak masalah Jeno aku juga merasa senang di sana karena bisa dekat dengan Bunda nya Aaron,Pulanglah Jeno aku akan pulang bersama Aaron"


"Hubungi aku ketika kamu sudah sampai di rumah"Ucap Jeno yang terpaksa melepaskan Shania


Shania hanya mengangguk,akhirnya Jeno pun meninggalkan mereka berdua


"Tadi itu maksudnya apa"

__ADS_1


"Apanya"Tanya Shania


"Hubungi aku ketika kamu sudah sampai di rumah"


"Kami cuma berteman seperti kamu,Jeno,dan Sebastian"


"Tapi pacaran juga berawal dari teman bukan?ingat kamu itu seorang istri sekarang,ayo pulang"Pinta Aaron


"Aaron,,,Aaron"Panggil Anesta


"Anesta ada apa"


"Aku boleh nebeng gak supir aku gak bisa jemput karena anak nya baru saja mengalami kecelakaan,kasihan kan gak mungkin aku ngelarang dia buat nemuin anak nya"


"Kamu sangat baik,mari aku antarkan pulang"


Anesta tersenyum bahagia tapi tiba tiba dirinya melihat ke arah Shania yang berada di dekat Aaron


"Dia"Tanya Anesta sambil menunjuk ke arah Shania


"Shania akan ikut pulang bersama kita"


Anesta memandang Shania dengan tatapan tidak suka Shania yang mengerti akhirnya memutuskan untuk tidak pulang bersama Aaron dan Aaron anehnya Aaron malah dengan cepat mengiyakan nya


#Jangan lupa ninggalin Jejak supaya saya lebih semangat lagi nulisnya🌈❤️

__ADS_1


__ADS_2