Shania Kesayangan

Shania Kesayangan
Bab 6


__ADS_3

...~Berpura pura bahagia adalah sesuatu yang menyenangkan~...


Ternyata percuma saja menggunakan kendaraan Shania masih saja terlambat sampai di sekolahnya.sekolah tampak sepi karena sekarang jam nya sudah memasuki jam pelajaran pertama,untungnya ketika memasuki kelas nya guru sama sekali belum masuk teman teman sekelas nya masih pada berkeliaran bermain kesana kemari


"Woy tumben terlambat gak biasanya,biasanya gerbang sekolah masih tutup kamu udah stay di gerbang"Tanya Zena sambil bercanda Zena adalah Sahabat sekali Gus teman sebangku Shania


"Tadi ada kesibukan sebentar"Cicit Shania menarik kursi miliknya agar ia duduki


Shania dan Zena duduk di kursi pojok belakang,itu semua bukan keinginan Shania dan Zena semuanya telah di atur oleh anggota Pramuka biasanya yang duduk di kursi paling depan adalah si pintar dan si good looking atau si keluarga konglomerat,sebenarnya Diamond School atau sekolah Shania adalah sekolah orang orang kaya tapi tidak semua juga sih tapi hampir semua umpamanya yang kaya 96% dan yang kurang mampu 4%.dan seperti istilah di atas langit masih ada langit maka yang di atas langit adalah siswa siswa yang paling menonjol di sekolah Diamond


Zena menarik kursinya juga mengambil posisi duduk di dekat Shania


"Aku punya sesuatu buat kamu"Ucap Zena sambil memperlihatkan Aye Smile nya


"haha Apaan"Tanya Shania


"Tada...... Happy Birthday sayang ku semoga panjang umur,semoga Crush kamu yang kamu cintai dari kamu mulai SMP itu mencintai mu balik,semoga kalian jadian terus nikah dan punya anak atau istilah nya semoga kisah kalian nantinya Happy ending"


Zena mengeluarkan kotak berwarna baby pink berpita kuning dan di atasnya ada dua coklat Silverqueen


"Sosweet terimakasih oh yah semoga di beri kesehatan nya di mana?"Tanya Shania sambil mengambil alih kotak yang berada di tangan Zena


"Ha"Zena seperti biasa ngebug"


"Percuma panjang umur kalau sakit sakitan terus"Kata Shania sambil terkekeh melihat wajah Zena yang tampak lucu di matanya karena kebingungan

__ADS_1


"Oh astaga maaf sayang ku,semoga kamu di beri kesehatan sampe cicit nya kamu punya cicit terus cicitnya cicit nya kamu punya cicit lagi"Zena tampak kesusahan berfikir mengucapkan kata demi kata yang ingin ia ucapkan


"Gak sampe segitu nya juga kaleh"


Shania memeluk tubuh Zena,Shania sudah mengenal Zena sejak SMP tapi mereka tidak begitu dekat ketika SMP,tapi pada waktu SMA karena terpilih menjadi teman sebangku membuat Zena dan Shania tampak akrap


Zena adalah gadis yang ceria dan sedikit nakal,alcohol bukan sesuatu yang asing bagi Zena tapi Zena tidak pernah membiarkan teman nya untuk menjadi sama sepertinya.seperti waktu itu ketika mereka pergi makan di luar Zena memesan minuman yang memiliki kadar alkohol dan Shania memesan lemon tae,Shania meminta untuk sedikit mencicipi minuman Zena tapi di larang keras oleh Zena.sampai sekarang Zena tidak mau meminum minuman aneh lagi jika berada di dekat Shania karena takut Shania terpengaruh oleh nya


"Lepasin woy,aku susah napas loh"Ucap Zena sambil berusaha melepaskan pelukan Shania


"Iya..Iyah"Shania tampak terkekeh melepaskan tangan nya dari tubuh Zena dan memperbaiki helaian rambut Zena yang berantakan


"Kita kayak lesb* nj*ng"


"Anj*r sakit"


"Lagian kamu ngomong gitu aku kan kaget dan gak suka aku masih normal tau"


"Astaga kamu pikir aku gak normal,aku cuma bercanda kali kalau memang aku gak normal gak mungkin Crush aku Ayang Jeno.ayang Jeno kan cowok asli bukan cowok jadi jadian"


"Belum apa apa udah ayang ayang Ngan iyuh"


"Terserah saya dong"


Akhirnya mereka berdua pun tertawa menertawakan kekonyolan masing masing

__ADS_1


Inilah yang Shania suka ketika di sekolah Shania memiliki Zena yang selalu menjadi teman nya suka maupun duka Zena selalu berada di dekatnya dan melindunginya dari orang orang yang ingin menyakitinya. memberikan Shania support ketika Shania sedih dan begitu juga sebaliknya,tapi Shania hanya beberapa kali curhat sedih karena Crush dan otak nya yang minim bukan karena keluarganya yang telah bersikap buruk terhadapnya, karena Zena berpikir Shania adalah anak yang ceria tanpa beban hidup karena hidup Shania sudah terpenuhi semua orang tau ayah Shania adalah orang kaya dan Shania jauh lebih berada/kaya dari pada Zena yang Zena tau setiap orang kaya pasti akan hidup bahagia dengan limpahan barang mewah


Shania tidak ingin menghancurkan ekpektasi Zena terhadap dirinya biarkan Zena berfikir dia bahagia,biarkan Zena bercerita keluh kesah nya kepadanya tapi tidak memberikan Zena sebagian dari kisah sedihnya karena Shania tau di balik gadis cerewet dan nakal seperti Zena masih banyak masalah yang tersembunyi yang belum diceritakan oleh Zena kepadanya,Shania tidak mau menambah beban pikiran nya karena Shania sangat menyayangi Zena


"Shania"Panggil Zena sambil menarik narik tali headset yang sedang Shania pakai


Shania membuka Headset nya dan melihat ke arah Zena


"Kenapa"Tanya Shania


"Itu tuh your gebetan"


Shania mengikuti arah pandangan Zena


"Deg"


Detak jantung Shania langsung berdetak tidak karuan


"Enak yah jadi anak yang punya sekolah datang atau tidak,cepat atau terlambat ke sekolah tidak ada yang julitin,seandainya aku jadi anak orang kaya pasti aku akan hidup bahagia bangat malahan,bukannya tidak bersyukur tapi kenapa aku harus di posisi ini"


"Anak orang kaya belum tentu bahagia Zena, orang tuanya kaya belum tentu anaknya juga ikutan kaya,kamu jangan sedih roda selalu berputar ada saat nya keluargamu dan kamu di atas dan yang di berada di bawah"


......................


#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya

__ADS_1


__ADS_2