
"Enak aja kami tidak akan pernah menyerah sampai titik darah penghabisan"Ucap Anesta sambil menyuruh teman teman nya untuk bersiap siap memulai perang lagi
"Wah wah wah belum kapok ternyata baiklah ayo maju,Shania mundur saja biar aku yang menghabisi mereka bertiga"
"Jangan Zena nanti kita bisa masuk BK"
"Tenang saja guru sedang rapat"
"Uraaaaa"Ucap Sinta sambil berlari dengan brutal menuju Zena beserta dengan Anesta dan Abigail
Zena benar benar tidak ada takut nya dia melawan tiga wanita sekaligus kekuatan mereka benar benar hampir seimbang hanya saja karena Zena sendiri dia hampir saja terjatuh
Shania yang tidak ingin melihat Zena terluka sudah tidak peduli dengan mimisan nya yang terkadang masih keluar hanya dengan sekali lap menggunakan tangannya Shania berlari bergabung untuk membantu Zena yang sepertinya hampir kalah
Shania mendorong Abigail hingga terjatuh lalu menarik Anesta kepadanya seolah mengatakan aku adalah lawanmu bukan Zena
Tidak mau diserang duluan karena itu akan membuat Shania takut dan akan membuat nya kalah juga tanpa pikir panjang Shania langsung mendorong tubuh Anesta mundur sampai sampai membuat meja yang berada di belakang Anesta terbalik
Dengan cepat Anesta mengambil sasaran rambut Shania hingga terjadilah jambak menjambak
__ADS_1
Wak kantin tidak bisa berbuat apa apa ketika melihat bangku beserta meja meja nya berterbangan ingin menghentikan perdebatan mereka dirinya takut malah jadi sasaran seperti Robin
Aaron, Sebastian,dan Jeno yang hendak ke kantin heran karena melihat banyaknya siswa berkerumunan ada yang tertawa bahkan ada yang berteriak histeris
Mereka bertiga langsung berlari untuk melihat si pengacau itu dan...
Betapa terkejutnya mereka bertiga ketika melihat Shania dan Anesta sedang dalam keadaan jambak jambakan dan juga Zena yang melawan Abigail dan Sinta
Tanpa berfikir panjang ketiga orang itu langsung berlari untuk menghentikan perdebatan itu
Aaron dan Jeno langsung berlari ke arah Shania dengan perasaan cemas apa lagi ketika melihat darah yang berasal dari hidung Shania
"Astaga masa depan gue"Ucap Sebastian sambil memegangi bawah pusat nya
"Minggir Lo siapa suruh Lo sok jadi pahlawan kesiangan"
Hingga Robin datang untuk membantu Sebastian Robin menjauhkan Sinta dari Zena begitu juga Sebastian yang menjauhkan Zena dari Sinta Abigail dari tadi sudah menyerah dan menjauh karena malu dengan penampilan nya yang berantakan ketika melihat kedatangan Sebastian, Aaron,dan Jeno
Aaron langsung memeluk tubuh Shania dari belakang dan menyuruh Anesta untuk berhenti
__ADS_1
"Aaron beraninya kamu meluk dia di depan aku"Teriak Anesta
Anesta yang tidak terima karena Aaron malah melindungi Shania ingin menyerang Shania lagi tapi langsung di hentikan oleh Jeno dengan menarik tangan Anesta dengan kasar
"Lo apain Shania sampai berdarah gitu"Teriak Jeno
"Shania Shania Shania terusss saja Shania kamu gak lihat ini muka aku di cakar sama Shania ha.. seharusnya kamu yang menanyakan hal itu pada Shania yang telah mencakar wajah cantik seorang Anesta"
"Cantik dari paret"Ucap Jeno ketus
"Jenooooo"Teriak Anesta dengan histeris karena tidak terima dengan perkataan Jeno
Jeno langsung pergi kepada Shania dan Aaron meninggalkan Anesta yang sedang menangis
"Kenapa bisa seperti ini"Ucap Aaron lembut sambil menghapus darah yang keluar dari hidung Shania
Ketika melihat kerumunan yang belum hilang itu membuat Aaron benar benar murka
"Semuanya pergi dari sini sekarang juga, tidak ada yang boleh buka mulut tentang kejadian ini kepada siapapun jika suatu saat Shania di panggil ke BK karena masalah ini,aku akan menghabisi orang itu wanita atau laki laki aku tidak peduli aku tidak main main dengan ucapan ku"Kata Aaron dengan kuat membuat orang orang yang mendengar nya segera pergi dari sana dengan perasaan ketakutan
__ADS_1
#Jangan lupa ninggalin jejak nya biar saya lebih semangat lagi nulis nya 🌈❤️