Shania Kesayangan

Shania Kesayangan
Bab 14


__ADS_3

Ini adalah hari ke empat Shania tidak pergi ke sekolah,hari ini badan Shania terlihat lebih baik dari sebelumnya karena Shania rutin mengobati lukanya dan meminum obat untuk memulihkan tubuhnya


Hari ini Shania memutuskan untuk pergi ke sekolah melihat untuk ke berapa kalinya Telepon bahkan SMS dari Zena yang masuk ke dalam ponsel nya


Sebenarnya tidak hanya dari Zena tapi ada beberapa dari Sebastian dan Jeno yang sepertinya ikut khawatir padanya


Shania telah selesai memakai seragam sekolah poninya ia sisir rapi supaya menutupi luka yang ada di kening nya yang lebih parah dari sebelumnya ia tutupi dengan sempurna


Shania memilih berangkat pagi sekali agar tidak terlambat karena dirinya pergi dengan berjalan kaki


"Tin...tin..tin.."


Suara Klakson mobil membuat Shania menghentikan langkahnya melihat ke arah mobil yang sepertinya ia kenali,Shania menajamkan penglihatannya untuk mengingat mobil itu,ya itu adalah mobil yang benar benar Shania kenal baru kemarin Shania menaiki mobil itu untuk pulang ke rumah


"Aaron"


Aaron membuka kaca pintu mobilnya


"Masuk"Pinta Aaron pada Shania


"Duluan saja"Shania menolak dengan lembut


Aaron menarik nafas jengah lalu turun dari mobilnya


"Eh"


Aaron merangkul pundak Shania membawa Shania masuk ke dalam mobil nya lalu memasangkan sabuk pengaman pada Shania


menutup pintu mobil memutari mobilnya lalu membuka pintu kemudi


"Gak usah baper kalau misalnya yang aku lihat orang lain akan aku perlakukan dengan sama"

__ADS_1


"Ahh tidak Baper kok cuma kaget aja"


"Itu rambut kapan di potong nya,yang kemarin aja udah jelek sekarang malah makin tambah jelek aja"


"Aku hanya ingin mencoba hal baru"jawab Shania berbohong


Aaron membawa Mobil dengan santai


"Kamu udah sarapan"Tanya Aaron


"Udah"


"Empat hari ini kamu kemana"


"Aku sakit karena jatuh dari tangga"Bohong Shania


"Dasar ceroboh,lain Kali jalan pakai mata untung aja kamu gak kenapa Napa.apakah sampe separah itu lutut mu juga terluka kan"


Aaron tersadar dengan ucapannya yang terlalu berlebihan


Aaron dan Shania sudah sampai di lokasi sekolah Aaron memarkirkan mobilnya sekolah masih terlihat sepi karena sekarang masih jam 06.50


"Aku jalan duluan aku gak enak dilihatin yang lain nanti"


"Tetap berjalan di sampingku"Ucap Aaron tanpa bantahan lalu keluar dari dalam mobilnya di susul oleh Shania


"Ayo"Aaron memegang tangan Shania memasuki pekarangan sekolah


Shania bernafas lega ketika tidak ada yang melihat ke arah mereka karena hanya ada beberapa orang saja di sana


Sampainya di kelas yang hanya ada Aaron dan Shania Aaron langsung menyodorkan buku tulis Matematika nya pada Shania

__ADS_1


"Apa ini"Tanya Shania


"Di situ ada jawaban tugas matematika yang akan di kumpul nanti. kamu bisa melihat nya dan menulisnya ke dalam buku mu karena aku tau kalau mengerjakan kan nya sekarang tanpa bantuan orang lain kamu gak akan selesai selesai mengingat kamu bodoh nya dalam matematika sudah gak ketolong lagi"


Shania hanya tersenyum malu dan menerima buku Matematika Aaron


"Terimakasih banyak"


Aaron hanya mengangguk lalu pergi menuju bangkunya


Sampainya di bangkunya Shania langsung mengambil buku tulis dan pulpennya mencontek jawaban Aaron dengan lihai


Shania sempat terkejut melihat tulisan Aaron yang sangat rapi tidak ada bekas tipeks atau coretan sama sekali


Shania sempat berfikir hidup Aaron benar benar sempurna,serba ada dan serba bisa.


Selesai mencontek Shania kembali memasukkan bukunya ke dalam tas nya dan berjalan menuju kursi Aaron yang berada di depan


"Ini bukunya terimakasih banyak"


"Sama sama,oh yah ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu"


"Apa"Tanya Shania


"Sebelum nya ada seseorang yang sering menaruh coklat batang di dalam laci ku hampir setiap hari malahan sepertinya dia tau bahwa aku sangat menyukai coklat,sebelumnya aku abaikan karena mungkin orang iseng.tapi belakangan ini hampir dua Minggu aku tidak pernah menemukan coklat lagi di dalam laci ku,aku penasaran siapa orang nya tapi aku bingung mau bertanya pada siapa juga,kamu kan orang yang paling sering cepat sampai di sekolah emm aku pikir sepertinya kamu tau siapa orangnya?"


Shania tampak berfikir lalu menggelengkan kepalanya


"Aku tidak tahu Aaron maaf yah lain kali aku akan perhatikan"


"Aah no problem"

__ADS_1


......................


#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya


__ADS_2