Shania Kesayangan

Shania Kesayangan
Bab 9


__ADS_3

...~Bodoh,Bodoh,benar benar bodoh~...


Tak berselang lama Sebastian dan Zena datang berbarengan tapi terlihat saling menjaga jarak


Terlihat raut wajah Abigail yang berubah tidak suka karena cemburu melihat Sebastian datang dengan Zena.Sebastian adalah Crush keduanya setelah Aaron dan ketiga nya adalah Jeno.


Jeno,Aaron,dan Sebastian adalah sahabat baik.Mereka berteman sejak kecil dan awet sampai sekarang sama seperti mereka orang tua mereka juga berteman baik mereka sama sama dari keluarga kaya tapi yang paling kaya adalah Aaron disusul Jeno lalu Sebastian


Zena mengambil posisi duduk di dekat Shania


"Tadi bilang mau nunggu aku"bisik Zena pada telinga Shania


"Tadi Aron datang nyuruh aku masuk"Balas Shania tidak kalah pelan


Karena semuanya sudah di sini kita langsung mengerjakan nya saja kalau hari ini tidak selesai kita bisa melanjutkannya besok


Semuanya pun mengangguk paham,Zena terlihat malu malu dan sedikit kalem tidak biasanya karena Jeno ada di sana


Aaron dan Jeno terlihat beberapa kali menanyakan pendapat Shania untuk tugas mereka yang hampir selesai mereka saling berbagi tugas agar adil.yang di tanya malah bengong karena tidak mengerti sama sekali


Hampir tiga jam berdiskusi ahir nya tugas mereka selesai dengan sempurna,Jeno beberapa kali membantu Shania karena Shania agak Lola dalam pelajaran yang ada hitung hitungannya membuat Jeno mengajari Shania dengan sabar dan perlahan Shania malu pada Jeno dan tidak enak hati pada Zena tapi yang tidak di enakin Mala asik makan cemilan tidak memperdulikan nya.Sebenarnya Shania tidak lah bodoh bodoh bangat hanya kurang belajar saja


"Aku pikir kita tidak akan bisa menyelesaikannya hari ini,tapi ternyata kita bisa"Ucap Sebastian


"Benar aku Aku juga bersyukur kalian adalah teman kelompokku,kalian bisa di ajak kerja sama dengan baik dan kalian semua juga cerdas cerdas Mantap"Balas Jeno


Abigail terlihat tersenyum dengan kebanggaan karena telah di puji dan sekali kali melirik penuh cinta ketiga pria itu secara bergantian


"Teman teman maaf sekali aku harus pulang duluan"Ucap Shania membuat Aaron dan Jeno terlihat kecewa


"Etssss belum boleh ada yang boleh pulang sebelum makan,Bunda udah masak buat kalian"Ucap wanita bernama Imel atau ibu Aaron yang baru saja menginjak kepala empat itu yang sudah berada di dekat mereka tanpa ada yang sadari


"Bunda"


"Semuanya tanpa terkecuali sekarang juga pergi ke meja makan Bunda udah masak banyak buat kalian dan tentunya dengan rasa yang enak endol karena Bunda sudah pernah berguru pada chef June"


Shania dengan berat hati mengiyakan karena tidak enak hati pada Aaron dan Bundanya


Mereka berenam serempak pergi menuju ke meja makan yang sudah tersedia beberapa macam makanan di atasnya

__ADS_1


"Jangan sungkan anggap aja bukan rumah sendiri,Bunda akan ke atas kalian bisa bebas berbincang di sini"


"Bunda tidak makan bareng kita"Tanya Aaron


"Bunda masih kenyang bunda nanti akan makan di luar bersama Papah setelah Papah pulang"


"Baiklah"


"Terimakasih Tante atas makanannya"Ucap Shania sambil menampilkan senyum terbaiknya pada Imel Ibu kandung Aaron


"Sama sama sayang selamat menikmati,makan yang banyak"


Mereka mulai menikmati makanan nya setelah Imel meninggalkan mereka


"Wah masakan Bunda Aaron adalah yang terbaik"Ujar Abigail dengan mengacungkan jempol nya yang lain pun setuju mengiyakan


"Terima kasih"


Setelah selesai makan beberapa pelayan di rumah itu mulai mengangkati Piring piring kotor dan menggantinya dengan menyediakan makanan penutup


"Aaron kalau gak salah aku dengar dengar kamu lagi dekat dengan Aneska kan primadona sekolah"Abigail mulai membuka percakapan


"Haha kamu tau dari mana"Tanya Bastian


"Selain Aneska kamu tau gak siapa yang suka sama kamu"Tanya Abigail dengan seringai


"Paling juga kamu,semua cowok mah kamu embat tapi sayang nya cowoknya gak mau sama cewek ke gatelan kayak kamu"Ucap Zena sambil terkekeh


"Anj*r eh maksudnya anjay sok tau lu"Ucap Abigail


"Siapa"Tanya Aaron penasaran sambil memakan puding coklat milik nya


"Tuh noh orang nya di sini,Shania dia udah lama suka kamu aku sering merhatiin kalau di kelas dia lirik lirik kin kamu terus"


"Uhukkk"Shania langsung terbatuk membuat Aaron yang juga berada di dekatnya langsung memberikan minum kepada nya


"Are you serius haha Shania Really?"Tanya Sebastian


Aaron tampak memandang Shania dengan intens menunggu jawaban Shania

__ADS_1


Shania terlihat gugup keringat tampak membasahi dahinya.dia hanya terdiam menunduk membuat Zena geram dibuatnya


"Salah besar mah itu Shania kan suka nya sama Sebastian bukan Sama Aaron waktu Lo lihat Shania melirik itu itu dia ngelirik Sebastian bukan Aaron bukannya apa tapi itulah kenyataannya"


Shania malah semakin Syok dengan jawaban Zena bukannya membantunya Zena malah semakin membuatnya jatuh ke dalam masalah yang lebih besar


Sebastian terlihat sedikit kaget dan berdehem untuk menetralkan keterkejutan.begitu juga dengan Aaron,Jeno,dan Abigail yang terlihat memandangi Shania dengan tidak percaya


"Sejak kapan kamu suka sama aku"Tanya Sebastian dengan nada yang sok dibuat lembut


Zena memijak kaki Shania dari bawah agar Shania menjawab


"eee ba,,-ru baru ini kok"Ucap Shania gugup sambil memainkan jari jari tangan nya di balik meja


"Kenapa gak langsung jadian aja"Usul Aaron Tanpa ada ekspresi aneh


"Baiklah gimana kalau kita jadian"


Spontan semua orang yang berada di meja makan terkejut dengan ucapan Sebastian Aaron tidak percaya apa yang dia katakan dengan bercanda tadi benar benar di anggap serius dan dilaksanakan oleh Sebastian


"Enak bangat jadi Shania"Cicit Abigail


"Tidak secepat itu juga kan butuh pendekatan duku"kata Jeno balik sedikit tertawa aneh


"Baiklah"Jawab Shania pelan tapi dapat di dengar semuanya dengan jelas


"Fikss hari ini tanggal 14 February jam 04.22 gue jadian sama Shania ingat yah guys,Shania sekarang jadi milik gue"


"Maaf semuanya aku harus pulang sekarang karena ada yang masih harus aku kerjakan"


"Aku antarin"Ucap Aaron tanpa penolakan


"Dia kan cewek aku seharusnya aku yang anterin lah"Kata Sebastian


"Tapi Shania kan masih tanggung jawabku karena sekarang dia masih berada di rumah ku"Jawab Aaron dengan santai lalu mengambil alih tangan kanan Shania menggenggam tangan itu membawa Shania untuk mengambil barang barang nya yang berada di ruang tamu"


"Anjir cinta segitiga nih ceritanya"Kata Zena terkekeh membuat Abigail melihat nya kesal


Tanpa sengaja Zena melirik ke arah Jeno Crush nya Zena dapat menangkap raut wajah Jeno yang terlihat menyedihkan ketika melihat kepergian Shania dan Aaron.Apa lagi ini dalam hati Zena

__ADS_1


......................


#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya


__ADS_2