
Shania mengambil selimut lalu menutupi seluruh tubuhnya,di balik selimut itu Shania menangis cegukan tidak menyangka perkataan Aaron yang terlontar kepadanya begitu menyakitkan
Sedangkan Aaron dirinya keluar dari kamar tidak lupa menutup pintu dengan kasar menimbulkan suara yang kuat
"Aaron jahat huaaa...... hatiku sangat sakit mendengar perkataannya tentang Mamah ku Hiksss..... Aaron Setega itu dia jahat"teriak Shania di balik selimut dengan uraian air mata
Keesokan harinya Shania terbangun dengan keadaan mata yang membengkak karena menangis semalaman dengan lingkaran hitam samar samar di bawah matanya
Shania menggeliat ke sisi kirinya entah nyata atau hanya mimpi Shania tidak tau semalam Shania merasakan kalau Aaron masuk ke kamar Shania juga mendengar kalau Aaron meminta maaf kepadanya
"Maafkan aku Shania aku begitu bodoh hanya karena cemburu"
Begitulah yang Shania dengar suara itu pelan namun karena posisi Aaron yang sangat dekat membuat Shania mendengar ucapan itu begitu jelas
Shania juga dapat merasakan beberapa kali ciuman Shania bahkan masih ingat dengan urutannya kening,pipi kanan,lalu pipi kiri, terakhir pada bibirnya yang dikecup tapi Shania begitu malas untuk membuka mata karena merasa begitu mengantuk akibat beberapa jam menangis
__ADS_1
Tapi ketika Shania melihat sisi Kiri Shania yang kosong Shania yakin semalam dirinya hanya bermimpi hanya saja rasa ciuman itu begitu nyata sampai sampai Shania dapat menikmatinya
Tapi itu tidak mungkin dan begitu mustahil Aaron mengucapkan kata kata itu karena Shania sangat yakin Aaron masih menyukai mantannya Anesta sekarang saja mereka masih sering berkomunikasi terlihat Anesta juga seperti menginginkan Aaron kembali kepadanya dan Shania yakin suatu saat hal itu akan terjadi
Shania bangkit dari dari tempat tidur bersiap siap ingin berangkat ke sekolah karena sebentar lagi akan uas Shania harus rajin rajin ke sekolah agar tidak ketinggalan pelajaran mengingat dirinya dulu sering libur karena sakit dan ketinggalan pelajaran berakhir tidak mengetahui apa apa bertanya pada Zena tidak mungkin dan tidak ada gunanya karena Zena selalu tidak memasuki kelas ketika Shania tidak sekolah karena bosan tidak punya teman Zena akan memilih ke kantin bergosip dengan Wak kantin
Zena akan masuk ke kelas jika memasuki pelajaran yang tidak banyak menguras otak seperti Bahasa Indonesia dan PKN contoh nya
Sebelum mandi Shania masih menyempatkan tugasnya yaitu menyiapkan seragam sekolah Aaron Shania menaruhnya di atas tempat tidur seperti biasanya
Selesai bersiap siap Shania duduk di pinggiran ranjang untuk menunggu Aaron sembari memainkan ponselnya untuk melihat notif yang masuk ke hp nya semalam yang sempat dirinya abaikan karena mencari keberadaan Aaron
Aaron keluar menggunakan celana kolor nya sambil mengelap rambutnya yang basah karena keramas menggunakan handuk kecil
Shania langsung berdiri dan memberikan pakaian Aaron satu persatu agar dikenakan olehnya
__ADS_1
"Aku bisa sendiri"Ucap Aaron ketus tanpa melihat ke arah Shania
"Tapi ini adalah tugasku"
"Sudah ku bilang aku bisa sendiri tidak usah sok ingat tugas,yang semalam itu berarti bukan tugasmu karena kamu menolaknya"
Suara Aaron mulai naik satu oktaf lalu merampas pakaiannya dari tangan Shania
Shania hanya dapat diam menerima perlakuan tidak baik Aaron,Aaron yang terlihat berbeda dari biasanya Aaron memang keras tapi tidak sampai menyakiti hatinya sedalam semalam
Shania langsung mengambil Alih dasi milik Aaron untuk memasang kan nya seperti biasa
"Lepaskan tanganmu"
Aaron menghempaskan tangan Shania Shania hanya dapat mengelus dada lalu mengambil tas birunya dan meninggalkan Aaron di kamar mereka
__ADS_1
#Jangan lupa ninggalin jejak nya supaya otor lebih semangat lagi nulis nya 🌈❤️