
Shania Heran karena ternyata Kartika membawanya Ke sebuah rumah sakit besar di kota mereka
"Kita ngapain ke sini Bu"Tanya Shania heran
"Kita akan cek kesehatan mengingat badan kamu yang kurus apa lagi ibu sering perhatikan kamu sering mimisan"
Kenapa tiba tiba seperti ini pikir Shania kenapa tiba tiba Kartika peduli kepadanya
"Tapi untuk apa"
"Ya untuk meriksa tubuh kamu lah bodoh"Ucap Kartika spontan menutup mulutnya karena telah berbicara kasar pada Shania
"Maksud ibu hanya periksa kesehatan siapa tau kamu punya sakit kita bisa langsung mengobatinya"
Shania masih menatap Kartika Bingung karena sifat Shania membuat Kartika geram saja
"Tenang saja ibu juga akan ikutan cek kesehatan bukan cuma kamu,ayo masuk jangan berpikiran aneh aneh "
Shania pun mengangguk mengikuti Kartika dari belakang
"Kamu bisa masuk di ruangan itu dokternya sudah ada di dalam"
"Ibu saja duluan"Ucap Shania
__ADS_1
"E..e... Ibu periksa nya di ruangan lain cepatlah masuk biar ibu ke ruang pemeriksaan ibu"
Shania pun mengangguk lalu masuk ke dalam ruangan
Hanya butuh beberapa menit Shania telah selesai diperiksa
Selesai di periksa Shania pun keluar diri ruangan itu dan sudah mendapati Kartika di sana aneh pikirnya
"Bagaimana perasaan mu"
Shania hanya menggeleng membuat Kartika geram,Shania heran kata Kartika ini cek kesehatan. kesehatan seharunya seluruh tubuh Shania yang di cek. tapi tadi yang dokternya cek dan tanya tanyai hanya perihal kesehatan hati milik Shania saja
"Ayo pulang"Tarik Kartika dengan kasar tangan Shania
Shania sesekali melirik Kartika terkadang Shania ingin sekali dekat dengan ibu tirinya tapi melihat ibu tirinya yang ikut membencinya membuat Shania hanya berangan angan saja
"Pokoknya aku harus ke sini bersama suamiku,enak saja seorang Kartika yang kaya raya kalah sama yang masih di bawahnya,pokok nya aku harus ke Paris juga"ucap Kartika sambil menunjuk nunjuk handphone nya yang sedang menunjukkan Vidio siaran langsung itu
"Ibu bisakah Shania turun di sini aja"Tanya Shania sedikit ragu
Kartika melihat ke arah Shania dengan malas
"Pak berhenti di sini"Suruh Kartika pada supir
__ADS_1
"Terimakasih Bu nanti Shania sore pulang nya yah Bu"Kata Shania lembut
"Mau kamu pulang gak pulang pun itu gak penting buat saya cepetan turun dari sini,satu ruangan dengan mu membuatku hampir ketularan sifat rakyat jelata nya"
Shania pun mengangguk lalu turun dari mobil putih itu.Saat ini Shania ingin berjalan jalan sambil menenangkan hati dan pikirannya,dari tempat Shania turun untuk ke rumah Sang Papah tidak lah terlalu jauh bagi Shania Shania masih mampu pulang dengan berjalan kaki
Selama berjalan jalan Shania dapat merasakan keanehan merasa seseorang ada yang mengikutinya tapi Shania tidak takut karena banyak orang yang berlalu lalang Shania teriak saja ketika orang yang diam diam mengikutinya menyakiti dirinya
"Shania"
"Shania"
Sayup sayup Shania bisa mendengar seseorang memanggil namanya Shania menoleh ke sana kemari mencari asal suara itu tanpa menyadari dirinya lama kelamaan hampir ke tengah jalan tidak menyadari orang yang memanggilnya itu sedang berjalan ke arahnya dengan berlari
"Ehh"
Shania terkejut ketika tangan nya ditarik dan juga bernafas lega ketika melihat motor yang sedang ugal ugalan yang mengarah kepadanya.100% dirinya akan tertabrak kalau saja seseorang tidak menariknya kepinggir jalan
Shania bernafas lega tanpa menyadari dirinya masih di pelukan seseorang yang menolong tadi Shania tampak memeluk orang itu dengan erat karena ketakutan
......................
#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya
__ADS_1