Shania Kesayangan

Shania Kesayangan
Bab 19


__ADS_3

Akhirnya Shania sampai di rumah dengan berjalan kaki Jeno sudah beberapa kali menawari nya untuk diantarkan pulang bersama Aaron tapi di tolak oleh Shania terus terusan karena sudah banyak merepotkan mereka


Saat sedang berjalan menuju arah ke kamarnya Shania berpapasan dengan Heri dan juga Seen Shania sudah mengambil langkah agar menjauh dari kedua orang itu takut tidak sengaja menyenggol mereka yang akan berakibat buruk kepadanya


"Bruk"Heri menyenggol kaki Shania membuat Shania terjatuh lutut kaki kanan nya terasa sangat sakit karena terpentok pada lantai keramik


Seen tertawa sangat kencang begitu juga dengan Heri Seen berjalan mendekati Shania lalu menyentil kening Shania meninggalkan bekas merah


Shania mengelus bekas sentilan Seen untuk mengurangi rasa ngilu pada keningnya.belum selesai di situ Seen menghempaskan tubuh Shania menggunakan kakinya


Shania hanya diam sama menangis hanya akan membuat kedua orang itu senang dan semakin menyakitinya


"Tes.. tes"dua Tetesan darah kental jatuh pada lantai putih itu menghentikan tawa dua orang itu terutama Heri memandang lantai yang telah dinodai oleh darah Shania yang berasal dari hidungnya


Shania memegangi hidung nya yang mengeluarkan darah langsung menutup kedua lobang hidung nya dengan menjepitnya lalu berlari menuju ke kamar nya


"Sepertinya Tuhan mengabulkan doa doa ku"Ucap Seen lalu meninggalkan Heri yang masih mematung di tempatnya

__ADS_1


Di kamarnya Shania tengah menghambat keluarnya darah dari hidung nya dengan sedikit panik sebelum nya dari kecil Shania memang sudah sering mimisan tapi tidak separah ini biasanya hanya sedikit darah yang keluar tapi ini sudah berlebihan


Setalah darah itu berhenti keluar Shania memasukan kapas pada kedua lubang hidung nya


Shania memilih tidak ambil pusing Shania memilih mandi,setelah mandi Shania memilih untuk mempelajari beberapa materi yang tidak ia pahami dalam pelajaran Bahasa Inggris,untuk Matematika Shania benar benar menyerah Shania sebenarnya bisa hanya saja otak nya akan selalu sakit jika dipaksakan apa lagi karena pelajaran perhitungan


Setelah dua jam belajar akhirnya mata Shania mulai mengantuk dan memilih untuk tidur,baru saja Shania ingin membaringkan tubuhnya pintu kamarnya didobrak keras oleh Seen


Shania bisa melihat jelas Seen membawa sesuatu di tangan nya sebuah gelas yang terlihat masih sangat panas dan mengeluarkan asap


Shania menelan Saliva nya berusaha untuk tidak takut walau masih saja terlihat ada ketakutan di diri Shania karena wajah nya seketika berubah menjadi pucat


Entah kemana setiap melihat wajah Seen Shania akan selalu merasakan ketakutan yang luar biasa dan panik tubuhnya akan otomatis gemetaran Shania tidak tau apa penyebabnya se berusaha apapun Shania untuk menghilangkan rasa takut nya tapi tubuhnya tidak bisa berbohong


Dengan tanpa perasaan Seen menjambak rambut Shania menyuruh Shania untuk berdiri Shania hanya diam dan berusaha menahan rasa sakit di kulit kepalanya


Setelah itu Seen mengambil tangan kiri Shania memasukkan tangan mungil itu ke dalam gelas yang berisi air panas

__ADS_1


Shania memejamkan matanya menikmati sensasinya rasanya tangannya seperti di sayat sayat,panas dan perih secara bersamaan


Seen kesal melemparkan gelas air panas itu pada Ding Ding kamar Shania karena melihat Shania sama sekali tidak menangis hanya meringis saja


"Oh masih kurang yh nangis gak Lo Bab*"


Shania menggeleng geleng sambil mengibas ngibaskan tangan nya yang memerah


"Dasar anak haram,gak tau diri mati aja lo sana."


Mata Shania memerah hatinya sakit rasanya ingin berteriak saja


"BUNUH AJA KAK,BUNUH SHANIA KAK SHANIA UDAH CAPEK DIPERLAKUKAN SEPERTI INI"Teriak Shania sambil menyatukan kedua tangan nya memohon agar Seen membunuh nya.Mata nya memerah tapi air mata sama sekali tidak keluar dari matanya


......................


#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya

__ADS_1


__ADS_2