
Jeno segera membelikan Shania dan Zena air mineral lalu menyuruh Shania untuk meminumnya begitu juga dengan Sebastian yang menyuruh Zena meminum air mineral pemberian Jeno
Aaron mengambil tisu yang sudah tersedia di meja kantin lalu menghapus darah yang sedikit keluar lagi dari hidung Shania
"Zena apa yang terjadi"Tanya Aaron pada Zena karena dari tadi Shania tidak menjawab pertanyaan Aaron
"Mereka sendiri yang datang sambil mengibarkan bendera peperangan"Tutur Zena sambil meminum air mineral nya
"Anj*r peperangan"Tawa Sebastian membuat Zena melotot kepadanya
Aaron menarik nafasnya dalam sambil melihat ke arah Shania yang ketakutan dengan khawatir
"Apa ada yang sakit lagi"Tanya Jeno membuat Shania menggeleng kan kepalanya
"Mencintai wanita yang sama tapi sayangnya wanitanya mencintai pria lain"Ujar Sebastian membuat Aaron dan Jeno langsung kesal kepadanya
Aaron memperbaiki tataan rambut Shania yang berantakan menatanya rapi dengan tangannya
"Lain kali kalau Anesta datang lagi gak perlu diladenin"Kata Jeno kepada Shania dan Zena
"Enak aja lagian kita gak bakal Selemah itu ngehadapin mereka"
"Tapi Shania gak sekuat kamu"Kata Jeno sedikit tidak enak pada Shania
"Lo ngatain Shania lemah"Ucap Zena tidak terima temannya dikatain lemah
"Bukan seperti itu"
__ADS_1
"Maksud Lo apa, tadinya Shania aja hampir ngalahin Anesta"
Jeno akhirnya mengalah berdebat dengan Zena tidak ada gunanya pikirnya karena dia akan tetap kalah berdebat dengan Zena si keras kepala
"Ayo sekarang aku antar kan pulang"Ucap Aaron yang langsung di angguk ki Shania
"Pulanglah Shania kamu harus istirahat dan mengobati lukamu"Pinta Zena
"Bagaimana dengan mu"Tanya Shania
"Aku bahkan masih kuat untuk menendang selangkangin Sebastian lagi"
Ucapan Zena membuat Shania dan Jeno tertawa tapi tidak dengan Sebastian dan Aaron
Aaron segera mengambil tas Shania di kelas mereka meninggalkan Shania sementara bersama Zena dan yang lainnya di kantin
Setelah membuka pintu mobil untuk Shania lalu memasangkan sabuk pengaman Aaron menyusul masuk menggunakan pintu dekat kemudi
Aaron membawa mobil dengan kecepatan normal agar membuat Shania nyaman
"Mulai besok setiap di sekolah kamu harus selalu di sampingku,aku tidak ingin kejadian itu terulang kembali"Ucap Aaron tanpa bantahan
"Aku tidak enak dengan wanita wanita yang menyukai kamu di sekolah"
"Aku tidak peduli yang penting kamu tetap aman berada di dekat ku"
"Terserah kamu saja"
__ADS_1
Sampainya di Mansion Aaron langsung membawa Shania ke dalam kamar mereka untuk mengobati luka lecet yang ada di tubuh Shania siku tangan dan lututnya yang terluka
"Ini rambutmu sepertinya akan susah untuk di sisir"Ucap Aaron sambil mengobati luka Shania
"Yah dan kulit kepalaku juga cukup sakit"
"Sebaiknya kamu mandi dan keramas sekarang agar menghilangkan rasa sakit dan juga mempermudah menyisir rambut mu nantinya"
"Baiklah"
Setelah mandi Shania merasa mendingan pada bagian kepalanya yang terasa sakit Aaron menyuruhnya untuk duduk di atas ranjang lalu mengobati kembali luka luka Shania
Setelah selesai Aaron membawa Shania agar duduk di depan meja rias agar Aaron mengeringkan rambut Shania menggunakan hairdryer
Aaron juga membantu Shania menyisir dan menggunakan vitamin untuk rambut Shania
"Apakah sudah mendingan"Tanya Aaron membuat Shania langsung mengiyakan
Perhatian Aaron yang begini selalu membuat jantung Shania berdebar tidak karuan Shania merasa seperti dicintai oleh Aaron
"Sebaiknya kamu beristirahat aku akan mengganti pakaian dulu"Ucap Aaron lalu meninggalkan Shania
Shania pun mengangguk dan pergi menuju ranjang dengan perasaan hangat
"Tolong jangan seperti ini Aaron jangan membuat ku terlalu nyaman denganmu karena aku takut kamu akan membuat ku tidak bisa hidup tanpamu,aku hanya ingin melihatmu bahagia walau bukan denganku tapi kalau seperti ini terus aku merasa ingin lebih egois untuk memiliki mu sepenuhnya"
...#Jangan lupa ninggalin jejak nya biar saya lebih semangat nulis nya 🌈❤️...
__ADS_1