Shania Kesayangan

Shania Kesayangan
Bab 46


__ADS_3

Aaron yang kembali terbakar Emosi bertindak ingin memberikan Bogeman mentah lagi pada Jeno


Tangan sudah melayang di udara tapi


"Berhenti"


"Bug...."


"Shania....."


"Tidak Shania..."


Aaron yang hendak meninju Jeno malah meleset pada pipi Shania karena Shania tiba tiba malah berdiri di depannya membuat pukulan itu mendarat indah kepadanya dan terjatuh tepat di pelukan Jeno


Pipi yang Kena tapi darah malah keluar dari dua lobang hidung hingga tak berapa lama Shania pingsan kedua pria itu langsung diterjang panik


"Lepaskan tanganmu dari Shania"Ujar Jeno


"Lepaskan tangan mu dari Istriku"


"Apa maksudmu"Tanya Jeno dengan perasaan emosi


"Kamu tidak menyadari ini"


Aaron memperlihatkan jari manisnya yang tersemat cincin dan juga jadi manis Shania


Jeno terduduk lemas di lantai tidak percaya dan tidak menyadari dengan apa yang telah ditunjukkan oleh Aaron cincin yang sama hanya saja bedanya punya Shania di desain khusus untuk wanita ada sedikit hiasan yang menandakan cincin itu khusus untuk wanita saja

__ADS_1


Tanpa memperdulikan Jeno yang masih terlihat syok Aaron menggendong istrinya ala Bridal style lalu membawanya keluar dari restoran untuk menuju mobilnya


Aaron sudah merasa muak dan tidak suka lagi pada restoran itu karena akan mengingatkannya pada pertemanan nya dengan Jeno dan juga ketika Jeno menyatakan perasaannya kepada Shania yang di saksikan olehnya sendiri,karena telah lama Aaron diam diam memperhatikan Jeno dan Shania sejak mereka berdua datang ke lantai dua yang membuat Aaron benar benar murka tanpa pikir panjang Aaron meminta agar Restoran itu segera di tutup dan di musnahkan secepatnya


"Shania sadarlah"pinta Aaron


Hingga tak berselang lama Aaron telah sampai membawa Shania ke rumah sakit dan dokter mengatakan kalau Shania baik baik saja Shania hanya sedikit syok akhirnya Aaron pun bernafas lega


Setalah menebus obat di apotik Aaron langsung membawa Shania pulang yang sedari tadi memang udah sadar hanya diam saja dan tidak mau berbicara kepadanya


Setelah sampai di kediaman mereka tanpa penolakan Aaron tetap menggendong Shania seperti saat di rumah sakit tadi menuju kamar mereka


Setelah sampai di kamar Aaron langsung membaringkan Shania pada tempat tidur mereka


Aaron mengambil baju ganti Shania lalu menaruhnya di atas nakas dekat tempat tidur Aaron membuka kancing baju Shania dengan cepat Shania hentikan


"Gak usah nolak,lagian aku udah lihat semuanya"


"Maksudmu?"


"Kamu ingat waktu kamu pingsan karena hujan-hujanan pulang sekolah,itu aku yang ganti bukan Bibi"


"Dasar mesum bug....bugg....bug..."Shania memukul mukul dada Aaron dengan tangan nya,Aaron tidak peduli tetap dengan lihai membuka kancing Seragam sekolah Shania


Setelah selesai mengganti pakaian Shania tanpa menerima penolakan,Aaron mengoleskan salep dengan perlahan pada luka memar di pipi kanan Shania


"Apa masih sakit"Tanya Aaron Shania langsung mengangguk membuat Aaron lagi lagi dilanda perasaan bersalah

__ADS_1


"Jangan dekat dekat dia lagi"


"Emang nya kenapa kalau aku di dekat dia lagian kami cuma berteman aku juga tau batasan tidak seperti kamu, emang nya aku larang larang kamu buat dengan dengan Anesta"Ucap Shania dengan lancang tanpa melihat ke arah Aaron


"Kalau aku bilang jangan yah jangan kamu harus nurut kata suami,bisa gak sih jangan ngebantah sekali aja sama aku itu semua demi kebaikan kamu"


"Aaron tidak kah kamu lelah bisakah kita hentikan sandiwara ini saja aku capek aku mau kita sama sama bahagia"


"Jadi maksudmu apa"


Shania membuka cincin yang tersemat di jari manis tangan kirinya lalu mengambil tangan kanan Aaron dan menaruh cincin itu tepat di telapak tangan kanan Aaron


Aaron memejamkan matanya sambil meremas kuat cincin itu sampai jari kuku kukunya terlihat memutih emosinya benar benar sudah terpancing kembali


"Pasang kembali"


"Tidak mau"


"Kamu akan menyesal"


"Tidak peduli"


Aaron benar benar murka membuat pikiran nya tidak jernih tanpa pikir panjang Aaron menindih Shania memaksa Shania untuk memberikan haknya


......................


#Jangan luna ninggalin jejak nya yah supaya saya lebih semangat lagi nulis nya 🌈❤️

__ADS_1


__ADS_2