
Keesokan paginya Shania beserta Aaron bersiap siap untuk pergi ke sekolah Shania juga sudah merasa lebih baik dari semalam meski masih ada sedikit rasa perih
Shania tidak mau sampai ketinggalan pelajaran yang akan membuat nilai sekolahnya memburuk nantinya
Selesai dengan dirinya Shania membantu Aaron untuk menggunakan seragam atasannya membantu Aaron mengenakan dasinya juga
"Itu merah merah di birbir di hapus aja kamu mau tebar pesona sama siapa si Jeno atau Sebastian"Aaron tidak suka dengan penampilan Shania yang menurutnya terlalu cantik
"Kamu pikir aku cewek apaan sih,ini biar gak pucat aja Aaron"
"Nah nah kan sekarang kamu panggil suami kamu dengan nama lagi gak ada sopan sopan nya memang Sama suami"modus Aaron
"Jadi kamu mau di panggil nya dengan apa"
"Kamu pikir sendiri kalau kamu masih manggil pakai nama aku gak bakal nyahut kamu sama sekali"
"Nanti aku bakal pikirin di sekolah kalau sekarang kita bakal terlambat ke sekolah nantinya"
Aaron dan Shania telah sampai di parkiran sekolah Aaron memarkirkan mobilnya di dekat mobil para guru guru agar pulang sekolah Aaron lebih mudah untuk mengambil mobilnya karena tidak ada siswa dan siswi yang berani memarkirkan kendaraan mereka di dekat kendaraan bapak atau ibu guru cuma Aaron lah yang berani itu pun karena keluarganya adalah pemilik sekolah membuat nya sedikit berkuasa dan bebas asalkan masih sewajarnya
__ADS_1
"Jangan jauh jauh dariku kalau sampai itu terjadi maka kamu akan mendapatkan hukuman sekarang aku dalam fase mulai Mencintai mu"
Shania merasa terharu dengan ucapan Aaron tapi tidak begitu senang takut nanti hatinya sudah melambung tinggi malah dicampakkan oleh Aaron karena orang di masa lalu
"Aku mengerti"Jawab Shania singkat dengan ekspresi wajah biasa nya
Aaron berfikir kalau Shania tidak suka Aaron mengatakan kalau dirinya mulai mencintai Shania karena Shania memiliki lelaki lain antara Jeno dan Sebastian
"Tunggu jangan keluar dulu"Aaron menahan Shania membuat Shania menghentikan niatnya yang ingin membukakan pintu
"Cup"
"Sekarang sudah boleh keluar"
Sangking gemas nya Aaron malah mendekati Shania lagi kali ini bukan kecupan melainkan c*uman yang amat dalam Shania bahkan tidak bisa melawan Aaron semakin menyudutkan dirinya agar Aaron yang berkuasa
Aaron melepaskan c*uman itu ketika melihat Shania kesusahan untuk bernafas
"Bernafas bodoh,berc*uman bukan harus menahan nafas"
__ADS_1
"Nama nya juga pemula"
"Hahaha....."Aaron malah tertawa mendengar jawaban Shania
Setelah aktivitas itu Aaron pun membukakan pintu mobil untuk Shania dan bersama sama menuju ke kelas mereka
Sampainya di kelas Shania sengaja berjalan cepat agar tidak beriringan dengan Aaron Shania langsung menuju kursinya dan Zena sudah ada di sana semenjak menikah dengan Aaron Shania mulai sangat jarang untuk cepat cepat datang ke sekolah
"Aaron meminta Robin untuk bertukar tempat dengannya agar Robin duduk bersama Jeno dan Aaron bersama dengan Sebastian"
"Ada masalah"Tanya Sebastian yang langsung di gelengkan oleh Aaron
"Apa karena wanita itu"Tanya Sebastian memastikan
"Tidak sama sekali"
"Aku yakin kamu suka kan sama cewek polos itu"Ujar Sebastian
"Tentu saja karena sekarang dia adalah milikku"Aaron sengaja sedikit menguatkan suaranya agar di dengar oleh Jeno
__ADS_1
"Wahh ... wah... udah klaim segala yah"Sebastian tertawa tidak menyangka dengan ke dua sahabat sahabat nya itu menyukai gadis yang sama tapi malah dirinya lah yang gadis mereka sukai pikir Sebastian dengan pedenya
#Jangan lupa ninggalin jejak nya supaya otor lebih semangat lagi nulis nya 🌈❤️