Shania Kesayangan

Shania Kesayangan
Bab 52


__ADS_3

"Kamu nangis"


Aaron begitu marah kerena melihat Shania menangis hanya karena pria itu dan Aaron juga marah pada Jeno karena membuat Shania menangis


"Tidak kok"


Shania menghapus sisa air matanya


"Bang*at.."


Aaron langsung membuka sabuk pengaman yang telah terpasang berniat ke luar untuk memberi pelajaran pada Jeno


"Aaron kamu mau ngapain"


Shania dengan segera menghentikan Aaron yang hendak ke luar


"Dia kan yang bikin kamu nangis,udah berapa kali aku katakan jangan pernah dekat dengan Jeno ataupun Sebastian kamu akan selalu disakiti kalau kamu berada di dekat mereka,dan juga aku paling gak suka kalau kamu dekat dekat sama cowok lain ingat itu"


"Sudah sudah Aaron kamu salah paham"Shania menahan Aaron agar tidak jadi keluar dari mobil


"Jangan pernah menangis untuk nya air matamu terlalu berharga untuk menangisi pria seperti dia"


"Kamu kenapa sih,kamu tau gak sifat kamu yang selalu begini itu akan membuat ku salah paham"Teriak Shania


"Salah paham apanya?"


"Aaron apa kah itu cinta atau hanya Sebatas tanggung jawab?"


"Deg...."


"Hahaha ternyata benar,kamu terlalu mendalami peran menjadi suamiku Aaron"


"Apa maksudmu,ini bukan hanya tanggung jawab Shania,apakah kamu tidak bisa membedakan tanggung jawab dengan cinta"


"Kamu gak usah berakting sok Sokan menjauhi Anesta di dekan ku nyatanya di dalam hatimu hanya ada Anesta kan"


"Apa sih yang ada dipikiran kamu tentang aku sama Anesta"


"Aaron lebih baik kamu terus terang dari pada kita berdua semakin terluka,kalau kamu cinta sama Anesta silahkan jangan simpan rasa cintamu hanya karena tanggung jawab Aaron Hikss..."


"Apa maksudmu,Kita bahas ini di rumah jangan sekarang"

__ADS_1


Aaron menancapkan pedal gas dengan sedikit lebih cepat dari biasanya Aaron ingin segera cepat sampai ke rumah agar kesalahan pahaman mereka terselesaikan


Sampainya di Mansion Aaron langsung membawa Shania ke kamar mereka agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka


Aaron menyuruh Shania untuk duduk di pinggiran ranjang sementara dirinya berjongkok di depan Shania duduk sekarang sambil memegang kedua tangan Shania


"Kenapa menangis sudah ku katakan air matamu terlalu berharga bahkan untuk menangisi siapapun,aku hanya ingin kamu menangis hanya karena merasa senang"Ucap Aaron


"Aku hanya kasihan padamu karena aku kamu jadi tidak leluasa untuk menunjukkan cintamu pada Anesta"


"Hahaha Apa maksudnya itu,apakah kamu berfikir bahwa aku mencintai Anesta"


"Bukankah memang begitu kenyataannya"


Aaron terkejut berarti selama ini itulah yang ada dipikiran Shania


"Apa saja yang kamu ketahui?"Tanah Aaron


"Aku pernah dengar kalau kamu sudah berpacaran lama dengan Anesta hanya saja Anesta memutuskan mu hanya karena kamu terlalu posesif pada nya"


"BHUAHAHAHAH...."


"Minggir sana aku serius kamu malah bercanda"Shania yang ingin bangkit dari duduknya langsung di hentikan Aaron


"Buulshit"


"Aku serius bahkan ini sudah sejak lama aku bahkan punya buktinya"


"Bukti apa"Tanya Shania tidak percaya


"Bukti bahwa aku telah lama mencintai mu"


"Bohong"


"Kamu yakin ingin melihatnya"


"Aku yakin"


"Berarti kamu juga tidak akan mempermasalahkan ke posesif an ku nantinya"


"Ha"

__ADS_1


Aaron membawa Shania pada kamar lamanya Aaron segera memutar kunci agar pintu yang tertutup rapat itu segera terbuka


Setelah terbuka Aaron menggenggam tangan Shania membawa Shania agar bersama sama masuk ke dalam kamar itu


Baru saja masuk mata Shania langsung menangkap sebuah foto besar yang benar benar membuat nya tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat


"Kamu ingat foto itu"


"Bukan kah itu foto perpisahan waktu SMP tapi seingat ku kita berfoto beramai ramai bukan cuma berdua saja"


"Tapi pada saat berfoto kamu memang berada di samping ku kan?"


"Kamu benar aku masih ingat"


"Itu yang membuatku mudah untuk mengedit nya,aku sangat malu makanya tidak menginginkan siapapun masuk ke dalam kamar ini,bukan hanya itu sama"


"Astaga Aaron"Shania menutup mulutnya dengan tangan kanan nya karena tidak menyangka


"Bukan hanya itu saja sebenarnya"


Aaron membawa Shania masuk lebih dalam lagi banyak foto Shania yang di pajang di sana yang beberapa dari foto itu adalah foto yang Shania unggah pada Instagram nya


Lebih parah nya lagi Shania dapat melihat banyak foto editan dirinya bersama dengan Aaron dan juga banyak polaroid yang bergantungan beberapa fotonya foto Aaron dan editan foto Aaron yang bersamanya


"Kamu sendiri yang edit"Tanya Shania matanya sudah memerah karena merasa terharu detik detik Shania mah nangis


"Aku memang tidak pandai mengedit tapi itu adalah editan ku aku selalu berusaha membuatnya senatural mungkin"


Mata Shania perlahan mulai mengeluarkan air mata tidak percaya pria yang ia cintai sejak SMP juga ternyata mencintainya ternyata selama ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan


"Ada pulpen yang kamu pinjamkan dulu juga sama aku tidak aku kembalikan tapi aku menyimpannya karena berfikir kita tidak akan bertemu lagi dan ternyata kita malah satu SMA lagi.sekarang aku sangat malu rasanya aku ingin bersembunyi di dasar lautan yang sangat dalam hahahha...."


"Kenapa baru memberi tahu nya sekarang hikssss...."Shania menangis


"Karena aku takut,ketakutan ku hanya dua satu aku takut kalau kamu menjauhiku karena kamu tidak menyukai ku balik,dua untuk menjalin hubungan pada saat itu kita masih SMP aku takut kita putus dan akan saling membenci nantinya,waktu kita sudah SMA pernah sekali aku ingin mengungkap rasa cintaku hanya saja aku baru sadar kalau ternyata Jeno sahabat ku juga menyukai wanita yang kucintai makanya aku memutuskan untuk tidak mengatakan nya tapi sekarang karena kamu adalah istriku aku tidak akan pernah membiarkan Jeno mendekati mu sejengkal pun"




__ADS_1


Beberapa dari Editan Aaron🤕


__ADS_2