
Setelah perencanaan pernikahan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak akhirnya kedua orang tua Aaron pun memilih pulang ke kediaman mereka,Aaron dan Shania akan menikah sekitar dua Minggu lagi hanya pernikahan biasa karena mereka masih sekolah.
"Papah"
Joseph yang hendak masuk ke dalam rumah bersama sang istri menghentikan langkahnya
"Apa"Tanya Joseph ketus
Joseph sama sekali tidak memandang ke arah Shania tapi malah asik memandangi Headphone nya,Senyum indah terukir di bibir Joseph dan matanya ikut berbinar ketika membaca notifikasi yang masuk pada Handphone nya"
"Apakah Papah menjual Shania?"
"Deg"
Seketika senyum Joseph menghilang memandang Shania jengah
Air mata Shania sudah tidak terbendung lagi ketika air mata itu jatuh Shania langsung menghapusnya dengan tangan kanan nya
__ADS_1
"Masih untung kami menjual mu dengan orang yang baik baik seperti mereka"
"Tapi Shania gak mau menikah Pah,Papah memanfaatkan Shania untuk kepentingan Papah sendiri.Shania ini putri Papah sendiri Lo Pah.Papah sejahat itu sama Shania"
"Kau bukan putriku ingat itu"
Emosi Joseph benar benar terpancing sebelum Khilaf Joseph memilih masuk ke dalam rumah jangan sampai Shania menikah dalam keadaan babak belur itu akan menimbulkan masalah nantinya
"Ayolah Shania! kalau kamu mau kami bersikap baik kepadamu untuk kedepannya maka lakukan apa yang kami minta.emangnya kamu mau mati di siksa di sini"Ucap Kartika lalu pergi meninggalkan Shania juga
Sambil menahan sakit Shania berlari menuju kamarnya,di kamar tangis Shania pun pecah Shania mengambil Foto berukuran kecil yang berisi gambar Riana dan Joseph memeluk foto itu dengan erat membayangkan yang sekarang dirinya peluk adalah tubuh ibu nya
"Kemana Shania mencari Mamah,Shania ingin banget ketemu Mamah,meluk Mamah,di cium Mamah,Shania juga pengen Papah tapi Papah benci Shania Mah bukan hanya Papah kak Heri dan Seen juga benci Shania.Shania takut nanti Mamah juga ikut membenci Shania semoga saja tidak.hikssss.....hiksss... Shania jadi kangen Oma,Oma yang selalu Sayang pada Shania satu satunya yang sangat peduli kepada Shania"Ucap Shania seolah sedang berbicara dengan Riana
Shania memandangi foto Riana dan Joseph dengan seksama bagaimana bisa Ayahnya sendiri mengatakan kalau Shania bukan anak nya mereka bahkan memiliki banyak kesamaan yang siapa pun tidak menyadari nya.Shania sangat yakin bahwa Joseph seratus persen adalah Ayah kandung nya
"Tess,Tess"
__ADS_1
Dua tetes darah mendarat indah pada foto kedua orang tua nya.salah satu dari tetesan darah itu tepat menutupi wajah Joseph
Shania mengambil tisu di atas meja belajar nya Shania membersihkan noda darah yang mengenai foto kedua orang tuanya.menggunakan jari tangan nya untuk menutup lobang hidung nya agar berhenti mengeluarkan darah
Mimisan bukan lah hal yang aneh atau asing bagi Shania karena sedari kecil Shania sudah sering mengalaminya
Setelah darah mimisan itu berhenti Shania membaringkan tubuhnya pada kasur nya bukan Spring Bed hanya kasur tipis biasa yang hanya bisa ditiduri satu orang saja karena ukurannya yang kecil
Jika sudah seperti ini Shania akan berpikiran negatif thinking,bagaimana dan bagaimana kalau Ibu nya Riana ternyata telah meninggal mengingat ibunya tidak pernah memperlihatkan dirinya.atau bisa saja Riana juga tidak menginginkan kehadiran nya kata kasar nya Riana juga ikut membenci dirinya
Kalau itu memang benar Riana juga membencinya Shania akan merasa kecewa tapi Shania akan meminta di sayang walau sebentar saja oleh Riana agar Shania dapat merasakan kasih sayang ibu walau hanya secuil saja
......................
Mari kita bunuh Shania perlahan lahan HAHAHA 😀😍
#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya
__ADS_1