
Aaron langsung mengambil posisi duduk keringat terlihat membasahi dahi nya.Shania memberikan segelas air putih yang tersedia di atas nakas dekat tempat tidur mereka untuk Aaron
Aaron langsung meneguk minuman itu hingga kandas lalu memberikan gelas kosong itu kembali pada Shania
"Apa yang terjadi"Tanya Aaron pada Shania
"Kamu sepertinya mimpi buruk"
Shania mengelap keringat Aaron menggunakan tangan nya
"Apa ini sering terjadi?"Tanya Shania pada Aaron
"Apanya?"
"Mimpi buruk"
Aaron berdehem sambil mengangguk membuat Shania menghela nafasnya
"Siapa Oriel"Tanya Shania penasaran
"Bukan siapa siapa mari tidur lagi"Pinta Aaron menyuruh Shania ikut berbaring bersamanya.Aaron kembali menutupi tubuh Shania bersama dirinya dengan selimut sampai ke atas dada
Shania hanya mengangguk karena takut bertanya semakin jauh akan membuat Aaron marah ke padanya
Pagi harinya Aaron yang lebih dulu terbangun membangunkan Shania untuk mandi terlebih dahulu karena hari ini mereka akan pergi ke sekolah seperti biasa
__ADS_1
"Shania,,,Nia,,Ayo bangun ini sudah pagi kita harus bersiap untuk pergi ke sekolah"
Shania perlahan lahan menggeliat membuka matanya Shania sedikit menyunggingkan senyum melihat pemandangan yang begitu indah melihat pria yang sangat dicintainya menjadi orang pertama yang dirinya lihat ketika baru saja bangun di pagi hari
"Mandi terlebih dahulu atau mau mandi bareng"Tanya Aaron serius
Shania refleks bangun meninggalkan Aaron untuk pergi menuju kamar mandi
"Padahal udah sah sah aja,gimana nanti kalau aku meminta hak ku"Batin Aaron sambil memandangi kepergian Shania
Setelah selesai dengan seragam sekolah dan juga riasan tipis yang akan membuat nya terlihat lebih segar Shania memilih turun ke lantai bawah tanpa menunggu Aaron yang belum selesai bersiap siap
Shania berjalan sambil mencari cari dapur di dalam Mansion besar itu untuk membantu pekerjaan di dapur.Shania tersenyum senang ketika menemukan Imel yang sedang menyiapkan makanan di meja dengan di bantu beberapa pelayan di sana
"Wahh pengantin baru,udah segar aja"Ucap Imel ketika melihat kedatangan Shania
"Tidak perlu membantu apapun sayang banyak pelayan di sini,kamu fokus pada Aaron dan sekolah mu saja.Bunda juga tidak ingin kamu bangun terlalu pagi yang membuat kamu mengantuk dan tidak fokus belajar nantinya di sekolah"
"Tapi Bunda-"
"Udah Udah udah gak ada tap tapi sekarang panggil suamimu untuk sarapan"
"Baik Bunda"
Shania kembali ke kamar nya tanpa menggunakan lift tapi menggunakan tangga
__ADS_1
Sampainya di kamar Shania mendapati Aaron tengah berkaca sambil menyisir rambutnya seperti biasa dasi nya tidak pernah di ikat dengan sempurna hanya di ikat asal asalan membuat Shania menggeleng geleng kan kepalanya heran dengan pria itu
Aaron yang mendengar suara pintu terbuka melihat ke arah asal suara tersebut
"Dari mana"Tanya Aaron dengan tangan masih saja menyisir rambut dengan sisir
"Dari dapur"jawab Shania sambil berjalan mendekat ke arah Aaron
Shania ingin memasang kan dasi pada Aaron tapi karena melihat Aaron yang memiliki tinggi yang lumayan jauh daringa yang akan membuatnya kewalahan melihat ke atas terus menerus ketika memasangkan dasi pada Aaron membuat Shania langsung meminta Aaron untuk duduk di kursi yang tersedia di depan meja rias
Aaron yang kebingungan karena permintaan Shania hanya mengangguk melakukan perintah Shania untuk duduk
Dengan telaten Shania memasangkan Dasi untuk Aaron Suaminya
"Lain kali Dasi ini di pasang jangan di ikat asal asalan"Ucap Shania melepaskan tangan nya dari leher Aaron karena telah selesai memasangkan dasi untuk Aaron
"Sepertinya aku akan terus membutuhkan istriku terus untuk memasangkan Dasi untuk ku karena suaminya tidak bisa memasangnya sendiri"Ucap Aaron menggoda Shania
"Jadi selama ini yang memasangkan dasi untuk mu siapa"Tanya Shania dengan heran
"Emang nya kamu pernah lihat aku memakai dasi dengan baik selama ini"
"Iyah juga yah"pikir Shania
"Dulu Bunda yang memasangkan nya tapi hanya waktu TK,SD,dan SMP saja aku gak mau dipasangin lagi sama bunda terus menerus karena malu aku kan udah dewasa sekarang"
__ADS_1
......................
#Jangan lupa untuk ninggalin jejak nya biar otor lebih semangat lagi nulis nya