Shania Kesayangan

Shania Kesayangan
Bab 50


__ADS_3

"Kamu sakit yah,dari tadi aku perhatiin kamu pucat gitu"Tanya Zena dengan nada suara yang pelan karena guru sedang menerangkan pelajaran di depan mereka Zena juga memegangi kening sahabat nya itu untuk memastikan


"Ahh enggak kok"Ucap Shania memang Shania sangat merasa kelelahan akibat di gempur terus terusan oleh Aaron semalam


"Lagi datang bulan yah,kayak nya enggak deh kalau datang bukan juga biasanya kamu biasa biasa saja atau kamu memang lagi sakit"


"Tenanglah aku tidak apa apa"Jawab Shania menenangkan sahabat nya itu


Setelah bell istirahat berbunyi tak berapa lama teman teman sekelas Shania mulai berpergian ke luar kelas ada yang kantin, perpustakaan,dan sebagainya


Shania merasa tidak sanggup untuk ke kantin karena merasa tidak enak badan


Aaron yang sedari tadi memang sudah memperhatikannya langsung mendatangi nya


"Datang juga nih pawang pawangannya"Kata Zena dengan sinis


"Maksud kamu apa"Tanya Aaron tidak suka


"Lihat toh istri loh lagi sakit tapi malah tetap di suruh ke sekolah"


"Zena jangan memancing"Bisik Shania pada teman nya yang bermulut ceplas-ceplos itu


"Kita pulang saja sekarang"pinta Aaron karena merasa khawatir pada istrinya


"Tidak perlu mending kamu beli makanan aja terus di bawa ke sini aku lapar kalau ke kantin aku gak bakalan sanggup takutnya pingsan di tengah jalan kepala ku sedikit pusing"

__ADS_1


"Biar aku aja yang pergi sekalian mau ke kamar mandi"


Aaron langsung memberikan lembaran uang berwarna merah pada Zena yang langsung dengan cepat di terima oleh Zena


"Kalau cebok jangan lupa cuci tangan aku gak mau istriku terkontaminasi virus mu"


"Bisa diam gak sih lo dasar bapak bapak tidak bertanggung jawab"


"Mulut kalau ngomong tolong di filter dulu yah"


"Sudah sudah lah hentikan kalian berdua"


Setelah Zena pergi Aaron duduk di kursi Zena sambil mencek suhu Shania dengan tangannya yang dirinya letakan pada kening Shania


"Jangan"tolak Shania langsung


"Kenapa"Aaron heran


"Aku yakin ini dampak yang semalam kamu gak kasih aku istirahat kalau ke rumah sakit aku bakal malu apa kata dokternya nanti anak SMA seperti ku ah... sudahlah"


"Yang penting kamu di per*wan*n sama suami bukan sama orang lain"


"Pokoknya aku gak bakal mau kalau ke rumah sakit"Tolak Shania langsung membelakangi Aaron


"Ya.... Iyah baiklah istriku tercinta"

__ADS_1


"Dasar modus"


"Beneran tau"


Saat berbincang bincang dengan Aaron tiba tiba Sebastian dan Jeno masuk ke dalam kelas


Sebastian menghampiri Aaron dan Shania tapi Jeno memilih untuk ke kursinya mungkin karena merasa sakit hati


"Kalian berdua semakin lama semakin dekat aja, sepertinya ada sesuatu di antara kalian"Ujar Sebastian sambil mendudukkan dirinya di kursi yang telah ia tarik lalu meletakkannya di dekat Aaron


"Kita memang memiliki hubungan yang spesial"Ucap Aaron


"Aaron..."


"Kamu lupa yah"Aaron mengingat kan Shania tentang larangan memanggil namanya


"Kalian pacaran"Tanya Sebastian dengan histeris lalu sedikit melirik ke arah Jeno yang terlihat menyedihkan


"Kasihan Jeno anj*r mending kalian berdua jauh jauh dari Shania biar tidak ada yang tersakiti dari pada kalian"Pinta Sebastian


"Aku setuju"Potong Shania


"Setuju setuju apanya jangan buat aku marah lagi"


#Jangan luna ninggalin jejak nya yah supaya saya lebih semangat lagi nulis nya 🌈❤️

__ADS_1


__ADS_2