Sistem Kurir Mendadak Kaya

Sistem Kurir Mendadak Kaya
SKMK. Bab 14. Misi 75 Juta Dollar


__ADS_3

Boy sontak memundurkan tubuhnya dan melepaskan pegangan tangannya yang entah sejak kapan telah melingkar di pinggang ramping milik Paula. Tersirat raut kecewa yang kentara tercetak di wajah cantik Paula. Ketika hal yang sangat ia harapkan, sebuah kehangatan yang mungkin akan menjadi awal permulaan yang bagus untuk hubungan keduanya. Gagal, tidak sesuai ekspektasinya.


"Maaf. Saya, hanya terbawa suasana yang dingin ini. Em, anda masuklah. Udara malam tidaklah baik, untuk kulit halus mu ini," ucap Boy seraya mengelus sebentar permukaan pipi Paula yang sebenarnya membuat dirinya gemas.


Hati Paula berdebar, raganya berdesir kala sentuhan dari jemari Boy singgah sebentar di pipinya yang dingin. Hatinya tak rela jika Boy menyingkirkan tangannya dari sana. Karena itu, Paula menangkap tangan Boy lalu mendekatkan wajahnya menyambar dengan cepat ke depan.


Cup!


Dua benda kenyal yang sama-sama dingin itu akhirnya bertemu sesaat. Setelahnya Paula mundur teratur lalu berlari memasuki gerbang rumahnya. Sempat melihat sebentar ke arah Boy dan tersenyum.


Boy yang mendapatkan serangan mendadak hanya bisa menelan ludahnya. Segera ia mengusap wajahnya agar pikirannya yang berkelana itu segera kembali ke asal. "Huft!" desahnya kasar. Mengontrol sebisa mungkin naluri dan juga birahinya. Jangan sampai ia mendobrak gerbang lalu menyusul Paula ke dalam. Bahkan dirinya tau, jika gadis itu hanya tinggal sendirian. Tentunya bersama beberapa asisten rumah tangga yang dipekerjakan olehnya.


CIILUUNGG!


Ponselnya berbunyi lagi. Membuat Boy tersadar dan segera membuka aplikasi SISTEM kurir.


[ Waktu anda tinggal 25 menit lagi! Ambil paket dan antarkan! Klik selesai jika sudah sampai! Waktu dan tempat di persilahkan, maka hadiah berurutan menanti anda besok.]


"Aisshh! Lu Nyang bener aje! Masa semaleman dapet tugas berkali-kali!" protes Boy layar hapenya. Karena dia tidak tau harus protes kepada siapa. Seperti tau jika Boy tengah memarahinya. Sistem tersebut mengirim kembali sebuah notif pesan dengan emot tersenyum. Seketika, kedua mata Boy mendelik kaget mendapat emot dari aplikasi.


"Kok, ni sistem kayak tau aja." Boy hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Memeriksa alamat yang akan ia tuju dan juga tempat pengambilan paket.

__ADS_1


"Dini hari masih aja ada yang buka ini toko obat." Boy bergumam pelan. Ketika tengah menunggu paket yang berisi obat entah apa. Karena tokonya, sedikit tersembunyi dan tersamarkan. Tidak nampak seperti toko obat atau apotik seperti biasanya.


"Setelah mendapatkan obat tersebut, Boy segera meluncur ke lokasi pengantaran. Untung saja jaraknya tidak lah jauh dari tempat ini. Mungkin, karena itu sistem memberinya waktu sedikit mepet.


"Kirain rumah kontrakan atau tempat kos. Ternyata rumah susun." Boy memperhatikan alamat tujuan. Ternyata bener jika ia harus mengantarkan obat ini ke salah satu petakan di rumah susun ini. Rapi dan bagus. Harga sewanya sudah pasti lumayan mahal. Juga, terdapat scurity atau penjaga di depan lobi. Sayang, tidak ada lift. Mau tidak mau, Boy harus berlari di tengah malam buta demi mendapat lantai dan nomer rumah yang ia tuju. Bagus saja hanya berada di lantai empat dan jarang tangga hanya bersebelahan.


Tok! Tok! Tok!


Tidak ad tombol bel, jadi Boy mengetuk pintu kayu tersebut. Satu, dua sampai sepuluh detik tidak ada jawaban. Sementara waktu tinggal dua menit lagi. Barang ini harus segera sampai ke tangan pemesan atau misi akan terhitung gagal.


Sekali lagi, Boy mengetuk pintu. Tak lama kemudian ada seseorang yang membukanya. Gadis, berambut panjang dengan wajah sedikit sembah seperti baru saja menangis. Melirik sebentar ke arah Boy lalu terkesiap.


"Mas kurir!" pekiknya seraya mendekap mulut dengan kedua tangannya. Boy pun kaget ternyata customernya kenal dengan dia.


TLINIING!


[ Misi Selesai!


Tambahan dana sebesar 25 juta dollar telah masuk ke akun Anda!


Sistem akan menambahkan 50 juta dollar lagi jika anda dapat menyelamatkan satu nyawa.

__ADS_1


Jika gagal maka reward pertama akan hangus!


Kekuatan level gold akan menjadikan anda memiliki pesona menasihati.


Selamat Berjuang! ]


'Sistem gila! Kerjaannya cuma bisa maksa! Gua ngantuk ini, edan emang!' protes Boy mengomeli sistem dalam hatinya. Sesekali ia mengucek matanya yang mulai berat. Sebab, angka jam telah menunjukkan pukul satu lebih dini hari ini.


"Terimakasih ya, Mas. Sudah membantu saya. Selamat tinggal!"


Bruk!


Gadis itu seketika menutup pintu, namun Boy menahan dengan sebelah kakinya. Ia yakin ada yang tidak beres dengan gadis yang menerima paketnya itu. Sayang, ia tidak bisa membuka apa isi paketnya. Boy, yakin yang dimaksud oleh misi selanjutnya dari sistem ada hubungannya dengan gadis murung di hadapannya ini.


"Kenapa, Mas! Tugas anda sudah selesai bukan?" tanya gadis itu heran. Ia harus segera melaksanakan keinginannya sebelum pikirannya berubah.


"Maaf, saya mau numpang ke toilet. Sumpah ini kebelet banget!" ucap Boy dengan sedikit kebohongan.


Gadis itu menghela napasnya sebelum membuka pintu agar lebih lebar dan Boy pun masuk dengan cepat.


"Toiletnya tinggal belok kiri!" ujar gadis itu lagi. Kemudian ia, menatap nanar botol obat yang ada di tangannya. 'Apakah sekarang saja, atau nanti nunggu kurir itu kembali? Aku tidak ingin melibatkan orang lain dalam masalahku,' gumamnya dalam hati.

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2