Sistem Kurir Mendadak Kaya

Sistem Kurir Mendadak Kaya
SKMK. Bab 19. Villa Ratusan Milyar


__ADS_3

Boy memutuskan mencari David. Bagaimana pun keadaannya sekarang ia tetaplah memikirkan kawan senasib sepenanggungan-nya itu. Tanpa tau dimana dirinya berada kini. Boy, pun meluncur menggunakan kendaraan roda empat mewah miliknya itu. "Untung gua punya SIM. Jadi gak bakal kena razia zebra dong!" Boy pun terkekeh, mengeluarkan mobil mewah itu dari garasi canggih di rumahnya. Hanya dengan sebuah sensor suara. Boy dapat mengatur semua teknologi di rumah ini.


"Lah, gua ada dimana ya ini?"


"Ponsel mana ponsel." Boy, pun meraba saku celananya mencari benda persegi pipih miliknya itu. Ia mencari tau lewat sebuah teknologi yang dapat mengatakan dimana dirinya saat ini berada.


"What! Kok bisa!" Boy, menghentikan mobil itu di jalan depan rumahnya. Menatap sekeliling di mana tak ada bangunan lain, selain villa mewah miliknya ini. Ternyata, tanah yang ia pihak masih termasuk dalam pekarangan miliknya. Boy keluar dari dalam mobil melihat dari arah luar, betapa megah dan cantiknya Villa yang kini menjadi miliknya itu. .



Villa yang ternyata di kelilingi oleh air laut. Sungguh bangunan berteknologi tinggi yang bahkan dalam mimpi pun tak berani Boy impikan. " Fix ini Villa pasti harganya seratus milyar. Gua bahkan bisa liat hiu-hiu kecil berenang di belakang dan samping rumah. Gilak! Sistem bener-bener Gilak!" seru Boy berdecak penuh kekaguman. Di dalam saja ia tak sanggup berkata-kata. Ternyata pas di lihat dari arah luar, Villa miliknya memang lebih keren dan sungguh-sungguh wabyasah kuerreenn!

__ADS_1


"Oh, oke! Kagumnya nanti lagi aja. Sekarang, gua harus kembali ke rumah si Zerenk. Dia pasti nyariin gua di sana. Motor juga ada di garasi, gua harus bawa kesini!" monolog Boy, sambil menyalakan mesin mobil dan ia pun meluncur di jalan kota yang kini ia tau dimana. Tentu saja satu kota dengan artis idolanya yang sore ini bakal manggung di sebuah kafe ternama dan terkeren. Dimana, tiketnya telah Susan berikan secara langsung kepadanya malam itu. " Gua pasti datang, Susan sayang. Aihh, sayang-sayang. Emangnya dia itu siapa elu, Boy! Depan orangnya aja gemeteran lu!" kekeh Boy seorang diri. Pria ini belumlah sadar bahwa, dirinya sudah berada di level tinggi yang mana lantas dan sangat pantas untuk mendapatkan wanita secantik Susan Kymberley.


Tanpa ia sadari di sebuah kamar, terdapat satu sosok pria tanpa baju. Tengah bergeliat meregangkan otot-ototnya. Ia merasakan bahwa malam ini adalah tidur nya yang paling nyenyak. " Hoamm!" Pria berambut silver pendek itu menguap lebar begitu saja. Mungkin jika ada nyamuk yang lewat pun pasti langsung mati karena menghirup napas naganya.


Seketika kedua mata indah dengan bulu mata lentik berwarna senada dengan rambut itu membola. "E–eh! Gua dimana ini anjirrr!" kagetnya yang mana langsung melompat dari atas tempat tidur bagus itu.


"Gue ... gue pasti di culik. Aaahhh! David memeriksa tubuhnya dan menjerit ketika dalam keadaan tanpa baju dan hanya mengenakan selembar kolor dekil saja.


"Wooyyy! Laut! Fix gua di culik keluar negeri! Wawawawaaaaww!" David hanya bisa mengoceh tak jelas sembari mondar-mandir di dalam kamar.


______

__ADS_1


"CIA, kira-kira ... apa pemuda itu akan datang menonton konserku?" tanya Susan risau pada managernya.


"Nona telah memberikan tiket jalur khusus VIP untuknya. Melihat dia adalah itu salah satu fans yang gila, menurutku pemuda itu pasti akan datang. bagaimanapun caranya. Bukankah dia memberikanmu satu buket bunga besar kesukaan mu dan sekotak coklat ukuran besar dengan berpura-pura menyamar sebagai kurir. Bahkan isi coklat di dalam kotak itu berasal dari 20 negara penghasil coklat. Menurutku dia bukanlah pemuda biasa. Karena hadiah yang dia berikan padamu hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan dan kekayaan." Cia bertutur kata panjang lebar sesuai dengan ekspektasi-nya.


"Kau semakin membuatku berbunga-bunga, Cia. Kau tau, aku sepertinya jatuh cinta pada pemuda itu," ucap Susan dengan senyum merekah di wajahnya yang bak boneka.


_____


"Agnes! Jangan lupa makanan kering ini! Bibi sudah menyiapkan jauh-jauh hari untukmu!" seru perempuan berusia matang sambil memasukkan beberapa makanan siap santap dalam toples. Seperti ikan teri kacang balado. Rendang daging dan kentang Alibaba.


"Agnes cuma mau outbound beberapa hari. Kenapa bekalnya banyak sekali!" protesnya tapi tak ayal senyumnya pun terbit sekilas. Gadis itu memang jarang tersenyum semenjak kedua orang tuanya berpisah.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2