Sistem Kurir Mendadak Kaya

Sistem Kurir Mendadak Kaya
SkMK. Bab 7. Sistem Ngajak Gelud


__ADS_3

BRUGH!


Boy yang tak dapat mengelak serangan tiba-tiba dari arah belakang tubuhnya, terhuyung ke depan. Boy membuka kedua telapak tangannya, ketika di hadapannya terdapat batang pohon yang besar. Ia bertahan dengan pohon itu sehingga tidak tersungkur. Boy, menekan tubuhnya membuat raganya sedikit memantul. Kemudian ia berbalik dengan sebuah pukulan dari sebelah tangannya. Pria berpakaian preman yang kembali ingin menghantamnya dengan sebuah kayu, hanya bisa kaget, lantaran mendapat tepisan yang di barengi pukulan telak di depan wajah serta perutnya.


Dua orang preman maju secara bersamaan, membuat Boy di tuntut bergerak dan menyerang dengan cepat. Untung saja, kekuatan level gold sudah menyatu dalam tubuhnya. Sehingga, pukulan dan tendangan dari preman-preman tersebut tidak meninggalkan bekas berarti pada raganya. Sedangkan kekuatan dari pukulan Boy, selayaknya tenaga tiga orang pria dewasa.


BUUK!


DUGH!


Boy memukul pria yang berada di depannya, lalu berputar untuk memberi serangan tendangan pada pria yang menyerang dari belakang tubuhnya. Cairan merah mengalir dari hidung dan mulut para preman itu. Mereka terjengkang sambil memegangi perut dan dada.


"Gua gak ada urusan sama lu pada! Minggir, jangan ngalangin jalan gua!" seru Boy tegas dengan sorot mata tajam pada mereka yang terduduk di atas aspal. Namun, ketika Boy hendak berbalik untuk menghampiri kendaraan roda duanya itu. Tiba-tiba ...


PLETAKK!


Suara kayu pemukul yang patah menjadi dua bagian. Di karenakan terkena tangkisan dari punggung lengan Boy. Sebab, preman yang menyerangnya ini menggunakan pemukul kasti. Kalian bisa bayangkan kerasnya alat ini. Jika terkena kepala bisa membuat batok mu itu pecah. Untung saja, Boy dapat mendengar dan membaca pergerakan meskipun itu dari belakang kepalanya.


"Kuat juga ni orang!" gumam pria yang mengetuai penyerangan tersebut. Ia melihat Boy begitu lincah dan gesit menangkis serta membalas serangan dari anak buahnya. Sungguh, tidak menduga jika sasarannya ini memiliki ilmu beladiri cukup mumpuni.


"Heh! Bangun kalian! Jangan lemah! Dia cuma satu orang!" teriak sang ketua preman. Sementara, di dalam mobil seorang pria dengan rahang tegas tengah menggeram kesal. Terlihat dari cara ia mengeratkan gigi gerahamnya.


"Ternyata, aku hanya membayar orang-orang bodoh!" umpatnya. Sebelah tangannya mengepal sedangkan satu tanahnya lagi terlihat memegangi ponsel yang menyala. Dimana pada layar ponsel tersebut terdapat sebuah picture mantan kekasihnya.


"Pria itu tidak bisa menjadi pengganti ku, Paula. Tidak ada pria manapun yang pantas!" geramnya lagi sambil memandangi wajah cantik yang tengah berfoto dengan pria yang saat ini di kepung oleh preman suruhannya.


Dua preman tadi kembali bangun setelah mendapat perintah keras dari ketua mereka. Serangan bertubi-tubi dua preman masih mampu di hadapi oleh Boy meski gerakan mereka berbarengan. Sebab itu, ketua dari para penyerang tersebut ikut melakukan serangan juga. Sang ketua terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.

__ADS_1


TRING!


Benda tajam mengkilat ketika diterpa sinar matahari itu, telah siap untuk menghunus target di hadapannya.


"Hiiyyaaahhh!" Ketua preman melayangkan sabetan dari benda tajam tersebut ke depan wajah Boy. Seketika itu juga, Boy memundurkan wajahnya dengan cepat di serta gerakan tangan untuk menangkap. Boy memutari tubuh ketua preman tersebut, kemudian menyerang bagian tungkai kakinya dengan begitu keras.


BRUGH!


Ketua preman itu jatuh terlentang dan kini Boy, menduduki tubuhnya dengan senjata tajam menempel di leher pria berwajah garang tersebut.


"Jika kalian maju, maka ku pastikan jika ketua kalian ini bernasib seperti hewan sembelih!" ancam Boy dengan pisau yang menempel di leher ketua preman. Tubuh pria bertubuh besar itu, telah di kunci pergerakannya. Boy, menatap dengan sorotan tajam kearah dua anak buah yang tadi hendak maju menyerangnya. Seketika, langkah mereka terhenti, takut jika ancaman Boy terjadi.


"Katakan! Apa mau kalian!" seru Boy di penuhi dengan emosi tertahan. Ia tidak ingin melukai lebih lagi, meskipun para preman ini berniat untuk melukainya. Boy, hanya ingin tau apa alasan mereka. Ia merasa selama ini tidak pernah mempunyai musuh. Apakah mereka orang suruhan dari Jack Potter? Bukankah, ia telah melepas Lilian dan kini keduanya telah tidak ada lagi hubungan apapun.


Ketua preman itu menelan ludahnya kasar. Merasakan dinginnya benda tajam yang menempel di lehernya. Satu gerakan saja, maka hidupnya akan berakhir sampai di sini.


"KATAKAN!" teriak Boy menyentak anak buah preman yang masih berdiri tak jauh darinya.


"Siapa yang menyuruh kalian!" hardik Boy lebih kencang. Tanpa sadar dengan kekuatannya yang cukup besar. Ia menekan pisau itu, hingga ketua preman mengerang.


"Arrggh!"


"Tolong, jangan sakiti ketua!"


"Yang memerintahkan kami, ada di dalam--"


BROOOMMM ...!

__ADS_1


Ketika salah satu preman menunjuk kendaraan roda empat berwarna merah di seberang. Mobil mewah tersebut telah lebih dulu berlalu melaju dengan kecepatan penuh.


"...mobil tersebut," sambung salah satu preman tersebut, meneruskan kalimatnya.


"Siapa dia?"


Dalam keadaan pikiran penuh tanya dan bingung, Boy menjauhkan benda tajam dari leher ketua preman tersebut. Kemudian ia pun bangkit dari raga kekar yang telah lemas itu. Boy, tidak sengaja melukai lehernya hingga mengeluarkan darah cukup banyak.


"Pergilah! Selamatkan ketua kalian sebelum dia mati kehabisan darah!" seru Boy, sambil menaiki motor hitamnya. Sebelum ia melaju, ponselnya kembali berbunyi.


CIILUUNGG!


[ Anda cukup hebat! Tidak membunuh manusia meskipun sebenarnya mampu. Pertahankan sifat manusiawi anda. Karena itu, kami memberikan bonus sebuah voucher ekslusif untuk makan malam dua orang di sebuah restoran mewah di salah satu hotel bintang lima di pusat kota. Ambillah! Atau anda akan menyesal nanti! ]


"Sistem aneh! Elu sebenarnya memberikan penawaran ape ancaman sih!" omel Boy pada ponselnya. Seandainya sistem itu berbentuk benda atau apapun itu, mungkin omelan dan protes dari Boy lebih panjang lagi.


"Ke hotel bintang lima, buat dinner? Ngajak siapa? Masa ngajak si Zerenk," gumam Boy bertanya seorang diri.


_____


"Nona, jangan lupa acara nanti malam. Minumlah dulu obat juga vitaminnya. Nona kan masih tahap pengobatan," ucap sang manager kepada artis yang di pegangnya ini.


"Aku bosan, Cia. Setiap hari selalu meminum kapsul dan juga tablet," protes penyanyi K-Pop solo yang saat ini tengah naik daun. Kebetulan ia kini berada di negara yang sama dengan Boy. Memenuhi undangan dari salah satu hotel ternama di pusat kota.


"Bersabarlah, setelah menemukan donor jantung. Nona tidak akan meminum obat-obatan ini selamanya," ucap CIA membujuk Susan Kimberley setiap gadis cantik itu menolak meminum obatnya.


"Kalau bukan karena pria tua itu, aku tidak akan susah payah menyiksa diri." Susan menggerutu pelan. Membuat Cia, menghela napasnya.

__ADS_1


"Kasian kau, Nona."


...Bersambung ...


__ADS_2