
Boy pun kembali melakukan motornya dengan kecepatan penuh, hingga tiga menit kemudian ia sampai pada bangunan yang bertuliskan hotel bintang tiga tersebut. Hotel kecil yang biasanya di sewa para turis lokal untuk menginap atau mengadakan acara.
Boy telah sampai di meja resepsionis lalu di arahkan oleh seorang scurity untuk mengantar langsung keruangan pemilik hotel tersebut. Sebab, peraturan sistem kurir mengatakan harus mengantarkan barang atau paket tersebut ke tangan pemesan langsung. Untung, saja petugas keamanan mengerti dan mengijinkan Boy masuk kedalam gedung tersebut.
Itulah salah satu guna wajah glowing dan cetar membahana. Bayangkan kalau yang mengantar dekil dan bau matahari. Tentu saja akan di usir secara paksa. Sekali lagi paras elok itu akan melancarkan apapun usahamu, kawan. Bagi yang di bawah standar kerupawanan. Satu kalimat untuk kalian. Tetap menyerah! Jangan semangat!
"Ketuk saja pintunya, karena nona Paula ada di dalam," ucap scurity tersebut memberi saran pada Boy.
"Baik, Pak. Terimakasih." Boy pun mengulurkan tangannya untuk mengetuk pintu. Waktu tinggal satu menit lagi. Sudah sepuluh detik tapi pintu belum juga di buka. Boy, mengetuk sekali lagi. Hingga terdengar satu suara lembut menyahut dari dalam.
"Masuklah!"
Boy pun menggeser pintu kayu tersebut. Sempat terkesiap karena, customernya kali ini berwajah sangat cantik dan feminim. "Permisi, Mbak. Saya mengantar paket dari Home Of Beauty," ucap Boy, yang mana hal tersebut membuat Paula segera bangun dan menghampiri Boy.
"Ternyata, benar-benar cepat. Maaf, jika anda lama berdiri di depan pintu. Sayang sedang menonton penampilan Susan Kimberley di acara music. Kebetulan, dia artis idola saya," jelas Paula dengan suara lembutnya.
Mendengar nama Susan, Boy pun langsung menolehkan kepalanya pada latar televisi yang menggantung pada dinding. Ia tersenyum, dan tentu saja hal itu tak luput dari perhatian Paula. "Jangan bilang, kalau anda juga mengidolakan Susan?" tanya Paula, yang langsung di jawab sebuah anggukan malu-malu oleh Boy.
"Eh, saya kok baru sadar ya," kaget Paula.
"Sadar kenapa ya, Mbak?" tanya Boy takut melakukan kesalahan.
"Sadar, kalau kurirnya itu tampan seperti anak boyband korea," ucap Paula memberi pujian dengan sebuah senyum manis nan lembut, yang mampu membuat lelaki manapun meleleh. Tapi, tidak dengan Boy. Kekecewaannya terhadap wanita membuatnya tidak mudah membuka hatinya.
"Mbaknya bisa aja. Tapi, terimakasih atas pujiannya. Jangan lupa kasih bintang lima ya!" ujar Boy dengan tawa kecil. Ia hendak pamit undur diri karena sejak tadi ponselnya berbunyi. Namun, panggilan dari Paula menahan langkahnya.
__ADS_1
"Saya ada sedikit tip, terimalah!" ucap Paula seraya menyodorkan tangannya yang telah menggenggam uang.
'Wah, lumayan nih. Tip lagi!' batin Boy penuh suka cita. Seketika kedua matanya membola tatkala uang yang di terimanya sangat banyak.
"Mbak, ini gak salah?" tanya Boy, kaget.
"Bener kok. Ambil aja, buat beli skin care atau perawatan rambut. Pasti kebutuhan Mas-nya banyak," jawab Paula.
"Saya, gak pernah perawatan, Mbak. Enggak pake skin care juga. Kalo motor saja sih iya, justru lebih mahal motor perawatannya ketimbang saya," jelas Boy, yang mana hal itu justru membuat Paula tertawa renyah. Apa yang dilakukan Paula ternyata mampu membuat Boy terkesima. Ia mulai mengagumi makhluk Tuhan yang tercipta, yang paling seksi ini. Bagaimana tidak, jika saat ini Paula mengenakan blues putih yang pres body. serta rok span di bawah lutut berwarna krem. Rambutnya yang lurus panjang berwarna coklat di biarkan jatuh menjuntai di bahunya.
"Mas-nya, gak pinter bohongnya. Mana ada sih penampilan rupawan kayak gini kalau enggak di rawat?" cecar Paula yang tak percaya dengan dalih dari Boy.
"Saya enggak pernah bohong, Mbak. Kecuali sama bunda saya dulu. Pas dapet nilai ulangan jelek," kelakar Boy membuat Paula kembali tertawa dengan anggun. Sebab, wanita cantik berusia sekitar 29 tahun itu menutup mulutnya setiap tertawa.
"Oh iya, boleh minta nomer ponselnya tidak. Mungkin kalau saya ada perlu, saya bisa minta tolong sama Mas Boy," pinta Paula, modus sih sebenernya. Tapi, Boy yang polos dan baik ini mana paham.
"Oh ya, boleh. Nomer saya--"
" Ketik di ponsel saya aja ya. Nih!" Paula memberikan ponsel mahal miliknya agar Boy menyimpan sendiri nomer teleponnya.
"Kalau, begitu saya permisi. Ada tugas lain yang harus saya kerjakan," ucap Boy pamit undur diri.
"Tunggu, Mas!" panggil Paula lagi, membuat Boy membatalkan rencananya membuka pintu.
"Ada apa ya, Mbak?"
__ADS_1
"Saya mau mau minta foto, boleh?" tanya Paula penuh harap Boy mengiyakannya. Bagaimana pun ia harus pamer di grup sosialitanya. Kapan lagi dapat kurir setampan ini. Kawan-kawan jones ya pasti iri. Seketika, sebuah rencana bagus tersirat dalam kepala Paula.
"Saya bukan artis, Mbak. Mana pantes sih, foto bareng manager hotel secantik anda," tolak Boy dengan sebuah pujian di tengah kalimatnya. Ia berharap Paula mengerti dan tidak tersinggung.
"Pantas kok, Mas. Jadi kekasih saya pun, cocok!" seru Paula sambil menyiapkan ponselnya. Ia bejalan anggun mendekati Boy. Ketika medianya telah berdiri dekat, saksikan aroma harum menguar dari rambut panjang Paula. Membuat, Boy berusaha menahan gejolak kelelakian dalam dirinya .
Boy hanya baja menggeleng pelan mendengar pujian dari Paula. Ia merasa wanita yang ditemuinya hari ini sangat aneh.
Setelah berfoto, Boy benar-benar undur diri. Ia takut jika imannya tergoda untuk berbuat yang tidak benar. Jika terlalu lama berada dalam satu ruang, bersama bidadari dunia macam Paula. Apalagi, jika sang wanita sejak tadi terus memancingnya dengan body language dan gaya bicaranya. Bahkan, Paula berjanji akan menghubungi Boy nanti malam. Sebab, ada hal yang ingin Paula bicarakan.
CIILUUNGG!
[ Misi anda telah selesai. Akan ada misi selanjutnya yang berhubungan dengan misi pertama. Kekuatan dan ketampanan level gold telah menjadi milik anda! Silakan klik terima, untuk menambah skill dan kekuatan anda. Gunakan anugerah dengan bijak. Tidak boleh sombong apalagi belagu! ]
Begitulah ,notif pesan dari sistem kurir mendadak kaya. Selain memberi uang dan kendaraan, sistem juga memberikan berkah glowing yang menambah kadar ketampanannya setiap menyelesaikan misi. Baru kali ini, ia mendapat hadiah kekuatan setelah levelnya gold. Ah, masih banyak yang belum Boy mengerti dari sistem kurir ini.
Boy yang menepi sebentar, kini kembali melajukan kendaraannya. Tak berapa lama kemudian, ada sebuah mobil yang menikung di depan motornya. Sehingga membuat Boy menekan rem secara mendadak .
" Astaga! Siapa sih? Mau ngapain juga mereka memblokir jalanku?" gumam Boy penuh tanya sekaligus heran. Dimana kini mobil sport berwarna merah itu berhenti tepat di depannya. Lalu ada beberapa orang pria menggunakan jaket dan celana denim keluar dari dalam kendaraan tersebut.
"Ada apa nih! Kenapa jalan saya di halangi?!" Bukanya di jawab, justru orang-orang berwajah garang itu maju satu persatu dan menyerangnya dengan pukulan tangan kosong.
"Hei! Apa-apaan, Lo semua!" Boy menghindar secepat kilat, dari penjahat pertama yang hendak memukulnya. Akan tetapi, ia tidak bisa menghindar dari penyerang kedua.
Bersambung
__ADS_1