
"Yakin, kau tidak akan menyesal?" Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Susan langsung menggeleng dengan cepat.
"Aku ingin menyimpan mu dalam kenangan terindahku, Boy. Aku tidak bisa menahanmu untuk terus berada di sisiku kan? Meskipun, seberapa besar keinginan ku akan hal itu. Kau, tetap harus dan akan pergi," ucap Susan lirih dengan tatapan sendunya.
"Aku, tidak ingin seakan memanfaatkan mu. Aku menghormati mu, Susan. Seperti kau, yang menghormati dirimu sendiri. Jaga baik-baik dirimu. Jangan sampai sakit dan terluka lagi," ucap Boy, serta melabuhkan kecupan singkat pada kening. Lalu ...
"Buka portal teleportasi!"
[ Baik, Tuan ... System teleportasi on! ]
Byusss!
"Hah!"
"He's gone ...,"
"Boy ...!"
Susan, sontak membekap mulut menggunakan kedua tangannya. Satu dua tetesan kristal bening mulai turun membasahi kedua pipinya yang putih kemerahan.
__ADS_1
Menekan rasa dalam hatinya yang mulai tumbuh berkembang. Segala perlakuan manis serta perhatian pria tampan itu, membuat kisahnya yang kelabu menjadi nampak berwarna. Dimana lagi ia akan menemukan pria setulus, Boy.
"Tolong jangan lupakan aku ..," lirihnya berbisik pada angin yang berhembus seolah meledeknya.
Boy, telah sampai dan kini berada dalam bathup sebuah kamar mandi nya yang luas. Dimana lagi? Tentu saja dalam Villa-nya yang mewah. Dengan kuasa teleportasi, Boy dapat pergi kemanapun dalam waktu singkat. Cukup tiga kedipan mata, karena itu ia tak perlu tinggal di negara ginseng itu untuk dapat mengurus perusahaannya.
"Ahh ... mimpi apa, gua bakal memiliki saham sebesar itu di perusahaan yang juga terpandang dan berkembang. Tentu saja, mimpi manis," kekeh Boy yang tengah berbicara seorang diri sambil memainkan busa sabun di atas perutnya yang rata. "Bahkan, seorang idol K-Pop yang digilai jutaan pria di muka bumi ini mengajak One Night Stand, Gilak! Fuuhh ...! Bagus aja, iman dan juga imin gua masih waras!" Boy kembali menarik sudut kedua bibirnya ke atas.
Bayangannya melayang pada satu wajah yang tak bisa ia lupakan begitu saja. "Sistem, bisa kagak gua pilih hareem sendiri. Jadi, elu kagak perlu repot. Gua udah punya kandidatnya!" tawar Boy, yang kini berbicara dengan sistem melalui pikirannya. Sebab, sistem kini sudah tidak lagi lewat aplikasi. Sistem telah menyatu dengan dirinya semakin lama semakin melekat.
[ Sesuai permintaan mu, Tuan. Mulai hari ini sistem adalah kacung. Sistem tidak akan lagi memberikan misi. Semua ... sudah ... selesai! Silakan, nikmati hasil perjuangan anda, Tuan! ]
Sampai, ia merebahkan tubuhnya di atas kasur pun, Boy masih memikirkan kata-kata dari sistem.
"Tidak ada misi lagi? Benarkah?" Boy masih tidak percaya. Perlahan tapi pasti, kedua matanya terpejam lekat. Membiarkan raga tegap berisi itu beristirahat sesaat. Sebelum, ia memulai hari yang sesungguhnya besok.
Wokokookooookkkk ...!
Wokoko --!
__ADS_1
"Iya gua bangun! Jadi, stop!" teriak Boy mengawali paginya yang bising. Ia teringat kala tinggal di rumah kontrakan tiga petak. Dimana kala itu ia selalu terbangun lagi lantaran Kokok ayam jantan peliharaan tetangganya.
"Lah, ini kan Villa mewah gua. Jauh dari yang namanya tetangga. Apalagi kandang ayam. Depan kebun ... belakang laut. Terus, itu barusan suara ayam jago darimana?" Heran Boy, sambil mencari jam Beker di atas nakas barangkali ada yang sengaja meletakkannya di sana.
[ Bangun, Tuan. Hari sudah siang. Pemimpin dari perusahaan Sk Hinix. Dimana perusahaan memiliki teknologi terbesar di Korea Selatan. Milik SK Group. Saham seharga USD 2, 98 Miliar atau setara empat puluh tujuh triliun. ] Jelas sistem yang membuat pria itu serta merta membelalakkan kedua matanya, sebab terpukau. Boy, pun terjengkang di atas kasurnya sendiri.
Boy, telah mengenakan jas yang ia pilih dalam layar hologram itu. Tinggal mengklik saja maka , Boy langsung berganti pakaian sesuai dengan style yang ia inginkan.
Sebuah mobil Limosin hitam panjang, menurunkan sosok Boy yang begitu memukau. Pria berwajah bak manekin itu mengenakan stelan jas keren, membuat ketampanan Boy semakin menguar saja.
"Jadi, ini perusahaan yang bakal gua kelola? Apa kah gua bakal sanggup?" gumam, sosok menawan ini seraya berdecak kagum. Kedua mata teduh dengan bulu mata lentik itu, terlihat memindai gedung megah yang berdiri menjulang di hadapannya.
"Apakah ini yang dinamakan sebuah keberuntungan? Atau tersimpan tantangan sulit agar aku semakin terlatih, serta dapat menghadirkannya solusi buka sekedar basa-basi belaka."
Terimakasih untuk para pembaca novel ini.🥰🥰🥰🥰🥰
...Bersambung...
__ADS_1