Sistem Kurir Mendadak Kaya

Sistem Kurir Mendadak Kaya
SKMK. Bab 23. Tuan Muda Boy Kutzhel


__ADS_3

[ Anda telah berinisiatif menyelamatkan nyawa seseorang. Terimalah hadiah dari sistem berupa ponsel termahal di dunia. Juga, dua voucher makan malam romantis di kapal pesiar. Enjoy! ]


"He, tumben tem kagak ngesellin." Boy pun terkekeh geli. Ia membolak balik ponselnya. Wajahnya begitu berseri. Siapa sih yang tak senang dan bahagia. Jika semua hal yang keren telah ia miliki. "Semua hal keren dan barang mewah bisa gua dapetin berkat sistem kurir ajaib ini. Apa gua juga bisa dapetin cinta sejati?" gumam Boy. Di dalam hati dan pikirannya kini hanya ada Susan. Tapi tidak tau nanti seandainya ia bertemu wanita lainnya.


Seketika, Boy teringat sesuatu.


"Alamak! Zerenk!" Boy pun segera berlari di lobi agar segera sampai keluar. Boy langsung menuju parkiran motor. Ia segera melaju dengan cepat agar segera tiba di bandara. Saking paniknya, Boy mengabaikan panggilan dari ponselnya.


"Ini anak kemana dah. Katanya mau otewe? Sampe gua kenyang dan kelar mandi tetep kagak ada tuh batang anuan-nya," gumam David. Benar saja, entah dapat pakaian darimana. Tapi, yang pasti, ia kini nampak keren dengan setelan casual yang menempel di badannya.


Sambil melihat penampilannya di cermin besar pada walk in closet. David menyengir tengil, ia tidak tahu pakaian siapa yang ia kenakan saat ini. Semua seperti mimpi yang menjadi nyata. Memakai produk bermerek mulai dari atas, bawah bahkan sepatu.



"Gua emang ganteng kalo di modalin. Whehehehehe!" gelak tawanya memenuhi ruangan tersebut. Kemudian David meraih kembali ponselnya dan berusaha menelpon Boy kembali.


"Ini anak ngapain sih? Ditelponin susah banget!" omel David. Ia ingin segera bertemu dengan Boy. Ia ingin mengatakan dimana dirinya berada saat ini. Bangunan yang bagus, sebuah Villa yang sangat nyaman. Meskipun tidak ada satu orang pun di sini.


Ketika Boy hampir sampai di bandara, ponsel canggih dan mewahnya kembali berbunyi.


CIILUUNGG!


"Ck, ini ponsel udah keren gini. Masa nansa deringnya masih annoying banget dah!" protes Boy. Tak ayal ia pun tetap membuka notifikasinya. "Eh, ternyata si Zerenk nelponin muluk. Pasti tuh anak nungguin gua dari tadi." Boy tetap membuka notif dari sistem terlebih dulu.


[ Sistem Asisten Rumah Tangga belum diaktifkan. Villa anda belum ada yang mengurus. Silakan periksa CCTV Villa. Sensor penyusup memberi sinyal kehadiran orang asing! ]


Ternyata, sistem mengingatkan jika ada kehadiran orang asing di Villa. "Ternyata di ponsel gua ada sambungan CCTV. Anjirr, gua baru tau! Coba, cek. Emang siapa orang yang berani masuk ke Villa." Boy pun mulai memeriksa untuk memastikan apa yang di sampaikan oleh sistem adalah benar. Sejauh ini Sistem memang selalu benar, bukan?

__ADS_1


Boy mengecek ke setiap bagian dari Villa satu persatu. Hingga jari dan matanya mulai lelah memindai gambar pada ponselnya. "Eh, eh. Siapa tuh! Kok perawakannya mirip banget sama Zerenk?" kaget Boy, melihat penampakan pemuda tinggi dengan rambut silvernya. Akan tetapi, setelan yang dikenakan sangatlah stylist. Berbeda dengan David yang selalu asal dan dekil.


"Kagak mungkin itu David kan? Masa iya sekeren itu. Ck, mana dari belakang pulak!" gerutu Boy yang tidak bisa melihat wajah pria didalam layar ponselnya itu. Dimana, pria itu kini tengah mencari channel televisi.


"Coba deh gua telepon." Boy pun menelpon kawannya itu untuk memastikan kecurigaannya yang kemungkinan besar sangatlah kecil. Ya wajar saja, Boy berpikir seperti itu karena mereka kini berbeda kota.


"Hei, Zerenk! Lu dimana Bray!" tanya Boy lewat telepon genggamnya.


"Seharusnya, gua yang nanya! Elu katanya otewe tapi kagak sampe-sampe!" omel David.


"Ada halangan di bandara. Sekarang lu bisa jawab kan lagi ada dimana!" Seru Boy memastikan.


"Elu juga, dari tadi gua teleponin kagak diangkat! Gua mau bilang kalo sekarang ada di sebuah rumah yang baguuuss bangett dah! Sumpah ini rumah terkeren yang pernah gua masukin!" jelas David yang mana membuat kening Boy berkerut tanda berpikir dengan keras.


"Tunggu! Lu jangan kemana-mana! Gua otewe!" ujar Boy dengan tegas. Membuat David lagi-lagi berdecak kesal karena sambungan telah di putuskan secara sepihak.


"Nyampe kemana otewe. Tau juga enggak gua ada dimana. Lama-lama merinding juga ya di rumah Segede gini sendirian." David bergidik seraya memutar bola matanya memindah setiap sudut ruang yang sepi dan dingin ini.


Boy sudah kembali naik ke atas kendaraan merah beroda empat itu. Ia mengeluarkan ponselnya, lantaran lagi-lagi mendapat sebuah panggilan.


"Susan Kimberley"


Calling ...


"Sejak kapan? Ah dia pasti yang menyimpannya tadi. Ada apa ya, kira?" Boy pun mengangkat panggilan itu dengan dada yang berdebar kencang. 'Tenang ... tenang ...' batin Boy. Berusaha mengontrol perasaannya.


"Halo, Boy." Sebuah suara memanggilnya begitu merdu. Membuat, seluruh bulu roma merinding seketika.

__ADS_1


"Halo, Susan. Apa ada yang bisa ku bantu?" tanya Boy asal, lantaran dia sangat gugup sehingga tidak dapat mengeluarkan kalimat yang lain.


"Tentu saja, ada Boy. Sebelum konser nanti malam. Bisakah kau menemaniku untuk makan malam?" tanya Susan dengan suara lembut nan seksinya itu. Membuat Boy merinding hingga ke tulang sumsum.


"Ah, itu. Kebetulan sekali. Aku punya dua voucher makan malam. Nanti, aku akan menjemputmu jam tujuh. Bersiaplah! Beristirahatlah sekarang," ucap Boy.


"Haih, aku senang sekali, Boy. Terimakasih! Kau mau menerima ajakan ku. Baiklah, aku akan menurut dan beristirahat." Setelah mengatakan kalimat terakhir, Susan pun segera memutuskan sambungan teleponnya.


Di atas tempat tidur dalam kamar hotelnya, Susan nampak berjingkrak-jingkrak kegirangan. "Cia, dia menerimanya! Aku akan makan malam romantis dengan pria yang ku sukai!" Susan berteriak senang. Cia, menyusut air matanya. Belum pernah melihat nona mudanya jatuh cinta seperti ini.


"Ku harap kau bisa bahagia dan keluar dari tekanan itu, Nona. Semoga, Boy bisa membawamu keluar dari penjara Ibu tiri," gumam Cia.


______


"Malam ini, bakal jadi malam paling indah. Kapan lagi, seorang Boy bisa makan malam ekslusif bersama seorang penyanyi terkenal yang di puja oleh jutaan laki-laki di seluruh dunia. Sistem, kehadiran elu ... bener-bener udah ngerubah hidup gua. Sekarang, Boy Kutzhel bisa ngelakuin apapun yang dia mau. Mendapatkan apapun yang dia inginkan. Gua, ingin Susan jadi milik gua malam ini, Lu denger kan Sistem sayang?" Boy pun terkekeh sendiri dengan ucapannya.


Ia kembali menyalakan mesin mobil dan melaju di jalan raya dengan menawan. Hingga tanpa terasa telah sampai di depan Villa. Pintu gerbang tinggi yang menutup. Membuat Boy mengucapkan sesuatu.


"Aktifkan sistem keamanan Villa! Gerbang pun segera di buka oleh dua orang scurity berbadan tegap. Mereka menunduk hormat pada tuannya. Yaitu, Boy Kutzhel. " Aktifkan, sistem ART!" Sontak, beberapa pelayan dengan seragam yang seiras menyambutnya di muka pintu masuk. Mereka menunduk layaknya menyambut tuan muda.


"Hehehe, udah bener berasa jadi orang kaya kalo begini. Punya, pembantu aja lebih dari jumlah jari tangan." Boy berdecak kagum , kemudian melewati ruang utama dan bergegas keruang atas.



"Zerenk! Itu beneran elu!" Boy menatap tajam pemuda keren di hadapannya.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2