Sistem Kurir Mendadak Kaya

Sistem Kurir Mendadak Kaya
SKMK. Bab 34. Yang Tersembunyi


__ADS_3

Akan tetapi, gerakan Boy lebih cepat dari tindakan pria itu yang hendak merebut kotak berisi jantung transplantasi. Boy yang curiga sejak awal kini telah mendapat satu kesimpulan. Dengan gerakan refleks, ia segera menarik kembali kotak itu, lalu melepas beberapa tembakan seraya berputar tiga ratus enam puluh derajat dengan cepat.


Zep. Zep. Zep.


Tiga lesatan timah panas dari senjata softgun milik, Boy, menembus masing-masing kepala dari penyerang yang berkedok pengawal pribadi Susan. Sehingga, tiga pria berseragam tersebut langsung tersungkur tanpa nyawa, di atas lantai marmer rumah sakit yang dingin.


"Lu pada mau mengelabui gua ternyata! Sialan!" Boy menendang salah satu kaki mereka hingga menimbulkan bunyi ' Kretak' . Mayat itu menggending ketika Boy menendangi mereka lantaran kesal. Hampir saja ia percaya, dan menyerahkan benda penting yang menyangkut nyawa berharga.


"Sebenernya dimana ruangan, Susan! Buat apa lu ngasi gua punya kuasa teleportasi kalo begini caranya! Gua bisa aja terlambat!" protes Boy pada sistem melalui cara komunikasi mereka yang seperti bicara dengan menggunakan cara telepati. Sebab itu, Boy menekan salah satu pelipisnya sebagai cara untuk fokus.


[ Itu, adalah tantangan untuk anda. Kalau langsung pada tujuan dimana sensasi perjuangannya. ]


"Jawaban apa itu, sistem kamvreett!" kesal Boy. "Bukankah, di sini nyawa yang lebih penting dari segalanya!" tambahnya lagi sedikit berteriak. Meskipun begitu, Boy tetap berlari dan akhirnya ia berdiri tepat di depan sebuah pintu masuk ruangan khusus.


[ Anda berhasil menemukan ruangannya. Waktu anda tinggal satu menit lagi, terhitung mulai dari sekarang! ]


Sambil berdecak dan mendengus kasar, Boy pun segera membuka pintu kaca di hadapannya yang menggunakan pin dan kartu khusus. Entah bagaimana caranya, sistem tau-tau menghadirkan sebuah kartu berikut sandi yang merupakan kode untuk membuka kunci pada pintu berteknologi canggih tersebut. Setelah terbuka, Boy langsung masuk dan berlari. Benar saja, di depan sebuah ruangan terdapat beberapa orang berpakaian medis lengkap dengan masker dan penutup kepala mereka. Juga, ada Cia disana.


"Ya Tuhan! Boy!" Cia menghampiri bermaksud memeluk. Akan tetapi Boy dengan sigap menahan gerakannya. Lalu, Boy menghampiri tim dokter tersebut dan langsung menyerahkan kotak alat yang membawa jantung untuk di tranplantasi pada tubuh Susan.


Susan mendengus pelan. Ia melirik dengan tatapan yang sulit diartikan kearah Boy dan juga sebuah kotak khusus.


"Cepatlah! Aku mempertaruhkan nyawaku demi ini! Karena itu, kalian harus menyelamatkan wanita ku!" titah Boy, yang mana hal itu membuat mereka semua anggota tim medis melongo kaget. Karena ternyata yang membawa jantung tranplantasi untuk pasien mereka adalah seorang pria yang luar biasa. Bagaimana tidak, jika penampilan Boy yang menawan lagi mempesona begitu keren bak jagoan dalam film yang hadir di saat yang sedang benar-benar genting bin kritis. Mereka hampir pura asa, jika kurir yang mengantar paket tersebut terlambat.

__ADS_1


"Kami, akan berusaha semaksimal mungkin." Setelah, mengatakan hal tersebut para tim medis pun masuk membawa kotak khusus yang di jaga oleh Boy dengan nyawanya.


"Boy, tanganmu terluka." Cia, tiba-tiba sudah berada di sisi Boy dan menyentuh lengannya. Ada yang aneh dari ekspresi Cia. Entah kenapa, Boy merasa jika wanita ini menyimpan sesuatu. Terbaca dari awal sejak kedatangan dirinya tadi.


"Hanya terserempet peluru. Aku masih bisa menahannya," ucap Boy seraya menepis pelan tangan Cia yang melingkar di lengannya.


"Kau harus di obati, biar aku antar ke Unit gawat darurat. Letaknya nya ada di bagian bawah gedung ini!" ujar Cia, seraya menarik tangan Boy yang sebelah kanan. Akan tetapi, Boy tetap bergeming alias tak bergerak dari tempatnya berdiri, lalu ia menepis kembali tangan Cia.


"Aku akan tetap di sini, hingga operasinya selesai," ucap Boy datar dengan tetap memandang lurus pada pintu ruangan operasi dimana di sana kini Susan tenaga terbujur di atas brangkar. Beberapa alat terpasang di beberapa bagian tubuhnya. Gadis cantik yang malang. Dimana kematiannya menjadi incaran dan kebahagiaan dari seorang wanita tamak.


"Tapi, kau juga terluka. Kau sudah berhasil kesini. Ku rasa, Susan akan baik-baik saja," ucap Cia masih berusaha membujuk, pria yang juga ia kagumi ini.


"Aku masih bisa bertahan. Luka kecil ini tidak akan menghalangiku." Boy, entah kenapa ia jadi berubah pandangan terhadap Cia. Hatinya berkata lain terhadap wanita yang berdiri di sebelahnya ini. Sebab, itulah ia berkata dengan ekspresi dingin dan datar.


"Bagaimana jika kau buka dulu coatnya. Aku akan meminta kain kasa dan juga air hangat untuk membersihkan lukamu pada perawat," tawar Cia dengan raut wajah yang senang. Wajahnya terlihat sehat dan berseri. Tidak nampak sedikitpun raut kesedihan di sana. Cia telah berlalu meninggalkan, Boy duduk sendirian.


"Jadi, kurir itu berhasil mengantarkan jantung baru untuk anak keparat itu! Bagaimana bisa!" teriak kasar seorang wanita dengan bibir merah menyala. Rambutnya yang pendek menampakkan lehernya yang jenjang dan berkulit putih. Sementara itu, dibalik telepon genggamnya, wanita muda yang tengah melapor padanya mencebik kesal.


"Dasar wanita ember plastik!" makinya, setelah ia memasukkan kembali ponselnya kedalam jantung Coat pendek yang ia kenakan. Kebetulan negara ini hampir mendekat musim dingin.


Singggg!


"Akh!" Boy, memekik pelan ketika sebuah informasi muncul di kepalanya.

__ADS_1


...Bersambung...


Guys ...


Ini bab kedua hari ini ya ...


Sesuai dengan janji author.


Semoga kalian puas.


Terus nantikan episode selanjutnya!


Dan, dukung authornya dengan komentar positif kalian.


Juga, jangan lupa vote, gift dan juga pencet tuh tombol likenya.


Tolong naikkin rate novel ini juga ya, dengan cara kirim lima bintang.


Makasih🙏


Yang baca ribuan lhoo ...😎.


Segitu aja ocehan dari author.

__ADS_1


Bye!


__ADS_2