Sistem Kurir Mendadak Kaya

Sistem Kurir Mendadak Kaya
SKMK. Bab 26. SUSAN Pingsan


__ADS_3

"Tidak perlu kau ingatkan juga, Tem!" gumam Boy pelan. Tapi, pada kenyataannya masih dapat di dengar oleh Susan.


"Kenapa, Boy?" Pertanyaan Susan sontak membuat Boy terkesiap. Boy menarik kedua sudut bibirnya membentuk lengkungan sabit yang begitu menawan dan menambah efek kesempurnaannya sebagai pria tampan.


"Tidak ada, abaikan saja." Boy memberi kode kepada pemain biola. Karena ia akan menyudahi dansanya. "Kita makan saja, setelah ini aku akan mengajakmu ke dak bagian atas sebentar," ucap Boy, seraya menunjuk Susan menuju meja makan mereka. Susan, tak bisa mengalihkan perhatian dan juga tatapannya dari Boy.


'Boy, kau semakin tampan saja. Kau juga semakin menawan. Membuat kesehatan jantungku semakin di pertaruhkan. Siapa kau sebenarnya, Boy? Kenapa misterius sekali?' batin Susan yang merasa makan malam ini adalah yang paling nikmat selama hidupnya. Bagaimana tidak, jika makanan mewah ini dapat ia nikmati sambil memandangi sosok yang begitu indah dan rupawan. Sungguh, bukan hanya perut yang kenyang akan tetapi juga mata dan juga batin.


"Kau sudah selesai?" Mendapat pertanyaan dari Boy, maka Susan pun mengangguk. Boy, mengulurkan tangannya agar Susan berdiri. Lalu menuntun gadis itu menuju dek.


"Cuacanya pas sekali ya. Sangat mendukung. Langit begitu cerah, bahkan aku belum pernah melihat bintang sebanyak ini sebelumnya," ungkap Susan penuh takjub. Senyum manis tak pernah lepas dari wajah cantiknya itu.


"Memang semua sudah sengaja, di persiapkan untuk menyambut kehadiranmu," ucap Boy lembut. Susan lantas menoleh dan mendapatkan jika Boy tengah menatapnya dari samping degan begitu intens.


"Kehadiranku?" tanya Susan gugup. Ia tak kuasa ketika sorot dari mata teduh Boy menatapnya begitu dalam.


"Bisa bersamamu, makan malam bahkan berdansa. Bukankah impian hampir semua pria di atas muka bumi ini? Ku rasa, jika para penggemar mu yang lain tau. Mereka pasti akan berteriak protes. Kenapa harus mau jalan dengan pria sepertiku. Seorang kurir," tutur Boy sambil sesekali merapikan anak rambut yang tebang terbawa angin hingga menutupi sebagian wajah cantik Susan. Tapi, entah kenapa bibir itu sedikit pucat.


"Tidak akan ada yang berani protes. Ini pilihanku, pilihan hatiku. Aku yakin, Kau bukan kurir biasa," selidik Susan.


"Pilihan, hatimu? Benarkah?" cecar Boy ingin tau lebih dalam apa maksud dari kalimat yang di ucapkan oleh Susan.

__ADS_1


"Ya, maksudku ... hatiku lah yang telah memilih untuk mencari kebahagiaan dan kesenangan bersamamu. Sebelum kesempatan ku untuk merasakan bahagia terhapus oleh masa. Entah kenapa, aku merasa kau berbeda dari yang lainnya Boy. Dan ternyata aku tidak salah, aku sangat bahagia malam ini. Mungkin, nanti aku bisa pergi dengan tenang," tutur Susan ambigu. Membuat kening Boy berkerut karena tersirat begitu banyak tanya akan maksud dari pembicaraan ini.


"Pergi kembali ke negaramu maksudnya kah?" tanya Boy yang mengasumsikan kalimat Susan sebagai alasan ia kembali ke negaranya nanti. Setelah tour concert di negara ini selesai.


"Perasaan, kita baru dekat. Tapi, kau sudah mau pergi saja. Huft, hatiku sakit tapi tak berdarah," ucap Boy berkelakar. Membuat Susan terkekeh kecil seraya menutup mulutnya.


"Kau pasti bisa mengunjungiku kan? Buktinya, kau menyusulku kesini. Aku yakin, kita pasti akan bertemu lagi. Dimanapun itu," ucap Susan dengan sebuah senyuman lembut penuh arti.


"Tentu saja, aku pasti akan menemui mu jika kau memanggilku," ucap Boy dengan senyum yang serupa. Jarak yang cukup dekat dari keduanya, serta suasana yang sangat-sangat mendukung. Membuat suatu daya tarik bak magnet, yang akhirnya menarik dua kutub berlawanan dari keduanya. Boy, memajukan wajahnya. Targetnya tentu saja pada bibir ranum yang Susan miliki. Kalo ini ia harus berhasil merasakan bibir wanita cantik. Apalagi Susan Kimberley, yang notabene adalah seorang bintang K-Pop yang menjadi idola hampir seluruh laki-laki di dunia.


Tentu saja, karena kecantikannya. Suara yang merdu, talenta yang luar biasa serta bentuk tubuh yang nyaris sempurna. Tak ada alasan bagi pria normal untuk menolak pesona Susan. Apalagi, seorang Boy. Ia yang memang telah lama menyukai atau mengidolakan sosok Susan. Bahkan, Daris sebelum ia menikah dengan Lilian.


Boy, merasa hari ini semua mimpinya telah menjadi kenyataan. Acaranya makan malam romantis bersama Susan berjalan dengan lancar dan semestinya.


Kedua belah bibir yang hangat dan basah itu bertemu. Perlahan, Boy menyesap perlahan dan lembut. Menikmati bibir yang manis dan lembut itu secara perlahan. Berharap waktu berhenti, agar tiada yang menyudahi kebersamaannya kali ini. Susan, yang sempat kaget kini mulai bisa mengimbangi.


Tidak mau munafik, ini adalah hal yang sebenarnya ia harapkan juga dari pria tampan yang mampu membuat dadanya berdentum dengan kencang. Satu-satunya pria yang mampu membuatnya gila memilih kostum untuk pergi malam ini. Satu-satunya pria yang mampu membuatnya lupa akan masalah yang tengah ia hadapi juga penyakit yang tengah menggerogoti tubuh sempurnanya secara perlahan.


Hingga, akhirnya Susan berani untuk membalas serangan demi serangan yang Boy lancarkan pada bibirnya. Boy melepas ciuman yang perlahan menjadi sebuah lumaatan kecil. Ketika, ia mendapati Susan kesulitan untuk bernapas. ' Apa ciumanku sehebat itu, hingga membuat Susan sampai kewalahan?' tanya Boy dalam hati.


Boy yang tidak tau, jika Susan menderita penyakit itu. Berpikir jika sesak yang Susan alami akibat perbuatannya. "Susan, apa kau baik-baik saja? Maaf, aku telah kehilangan kontrol diriku," ucap Boy penuh sesal. Boy menangkup kedua pipi Susan seraya memandanginya lamat. Namun, hal itu justru membuat Susan tersenyum sebelum ia kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


"Oh, tidak!" kaget Boy. Berusaha tenang ia pun menghubungi manager Cia. " Halo, Cia. Susan pingsan. Apa yang harus ku lakukan?" tutur Boy berusaha tetap tenang dan tidak panik. Meskipun, dadanya berdebar kencang lantaran takut dan merasa bersalah.


"Tidak apa, Boy. Tak lama lagi, Nona akan sadar. Memang begitu, jika ia terlalu sedih atau gembira. Nona, akan kehilangan kesadarannya seketika jika mengalami dua hal itu. Akan tetapi kau tenang saja, hal itu tidak akan lama," jelas Cia dibalik telepon. Satu hal yang baru Boy ketahui selama hidupnya. Ia sudah berpikir yang bukan-bukan tadi. Bisa mati di keroyok para fans Susan kalau sampai ada hal buruk yang menimpa artis idola mereka ini.


"Susan, bangunlah. Jangan lama-lama pingsannya," panggil Boy lembut di telinga Susan yang masih memejamkan mata. Boy, juga tergoda untuk mengecup pipi Susan yang putih bening bak porselen. Mengelus pipi yang satu dengan jari tangannya. Hingga pergerakan itu dapat ia rasakan dari Susan.


Gadis di hadapannya ini membuka matanya, dan seketika berkaca-kaca. " Boy, jadikan aku kekasihmu ya?" pinta Susan tiba-tiba yang mana membuat Boy seketika melepaskan pegangannya pada bahu Susan. Hingga ...


Brukk!


"Awww!"


Otor kasih vitamin buat malam Jumat deh.



Boy, semakin menawan ya guys? Makin kaya, makin kinclong, makin mempesona ... dan makin uwoowww.


Satu misi lagi, maka Boy akan memiliki semua impiannya.


Jangan lupa dukungannya kalau kalian suka karya ini.

__ADS_1


Lewat, vote, like, komen dan hadiah. Jangan lupa bintang lima ya guys!


...Bersambung ...


__ADS_2