
...[ Sliingg ...! Waktu tinggal sepuluh detik lagi, di hitung mulai dari sekarang ... satu ... dua ... ]...
..."Wey, Tem! Tar dulu, gua belom siap!...
...[ tujuh ... delapan ... ]...
"Astaga!" Boy pun mencari kopernya, dan ia lupa kalau benda tersebut telah di siapkan oleh Pak Kim dan ada di lantai satu.
[ Untuk apa bawa koper. Boy! Anda bukan sedang holiday! ]
[ sepuluh ... Ziinggg! ]
Boy, seketika merasa jika tubuhnya tersedot kencang masuk ke dalam lubang kecil. Itu karena dirinya tidak siap dan juga tegang.
Zeeppp!
Dalam waktu sepersekian detik, Boy, sudah berada di suatu tempat. Tepatnya, di depan sana adalah bangunan elit nan mewah. Bangunan tersebut adalah sebuah rumah sakit khusus orang kalangan atas. Rumah sakit ini terkenal dengan teknologi canggihnya. Lebih jelasnya, Boy berada di sebuah negara adidaya, USA, America.
[ Sliingg! Ambil paket dalam hitungan menit. Fokuskan pikiran anda, ke ruangan dokter Franziska. Setelah itu, antar segera paketnya dalam waktu dua puluh menit tidak lebih tidak kurang! ]
"Heh! Cepet amat! Jadi, gua pindah tempat cukup menggunakan kuasa teleport ini aja gitu, hah?" oceh Boy yang masih bingung meskipun ada beberapa data yang berseliweran di otaknya.
[ Sliing! Penambahan kekuatan anda di level platinum. Anda dapat memilih senjata dan juga karakter tokoh super Hero favorit sebagai Avatar. Kekuatan daya pikir dan intelejen juga meningkat dua puluh persen. Peningkatan ketampanan, jangan di tanya lagi. Anda, sempurna. ]
"Waw!" Boy berdecak kagum ketika layar transparan nampak di depan matanya. Jadi, sambil sistem menjelaskan terdapat sebuah layar tembus pandang yang menunjukkan grafik serta pertumbuhan kekuatannya.
"Aje gile kalo kata di Zerenk. Kayak cosplay nanti kalo gua milih salah satu karakter super Hero." Boy seketika berpikir, akan jadi apa prok. prok. prok!
Boy yang kebetulan hanya menggunakan pakaian rumahan, segera memilih kostum. Ia tinggal pencet saja apa yang tertera pada layar transparan di hadapannya.
Triiingg!
Boy, sudah berganti kostum menjadi sangat keren. Coat panjang berwarna hitam membalut tubuhnya. Ia mengenakan kaus tebal turtle neck sebagai bagian dalamnya. Celana bahan yang nyaman juga sepatu pantofel yang mengkilat.
Boy, memilih sebuah senjata berjenis pistol, yang kemudian ia selipkan di pinggang bagian belakang.
"Hemm, aku mengerti. Misi ini berhubungan dengan keselamatan dan keberlangsungan hidup Susan. Aku tidak akan membuatmu menderita lebih lama. Tunggu aku!" Boy, pun mulai fokus. Ia memikirkan satu nama yaitu ruangan dokter spesialis bedah jantung. Fransisca.
__ADS_1
Zeppp.
Hanya dalam kecepatan satu kedipan mata, Boy sudah berada di depan sebuah ruangan berbau desinfektan.
"Apa yang harus gua lakuin sekarang? Ketuk pintu atau menunggu?" gumam Boy pelan, sehingga cukup dirinya saja yang mampu mendengar.
Tak lama kemudian. Pintu tebal berbahan khusus itu terbuka. Seorang dokter yang masih lengkap dengan jubah berwarna serba hijau itu, membuat maskernya. Cantik, itulah yang pertama kali terdeteksi dalam otak laki-laki, Boy.
"Cepatlah! Kami mengambilnya langsung dari pasien yang baru saja meninggal dunia. Kau hanya memiliki waktu dua puluh menit di mulai dari sekarang!" ucap dokter Franziska yang sempat terkesima sepersekian detik. Lantaran kurirnya begitu mempesona.Berhubung, Boy telah menerima tambahan peningkatan kemampuan intelejen. Maka, Boy, dapat menggunakan bahasa sesuai tempat di mana ia berpijak.
"Baik, terima kasih!" ucap Boy.
Boy menerima organ dalam tubuh manusia, yang tak lain adalah sebuah jantung yang masih berdetak. Ia akan mengantar ke negara dimana Susan di rawat pada sebuah rumah sakit.
Jantung hangat tersebut dimasukkan kedalam sebuah alat yang bernama 'Organ Care System' . Itu, adalah alat yang bisa digunakan untuk menjaga organ dalam bertahan lebih lama dan lebih baik di luar tubuh manusia. Organ dalam manusia yang akan ditransplantasikan nanti, disimpan lebih baik dalam alat ini. Bahkan jantung cangkokan pun bisa dijaga agar tetap berdetak selama disimpan.
Di dalam kotak ini, darah dari donor dialirkan untuk menjaga fungsi organ tetap berjalan. Sirkulasi oksigen tetap terjaga. Karena itulah jantung yang disimpan tetap hangat, berdetak dan tetap mendapat suplai darah dan nutrisi. Lebih dari itu, organ yang disimpan juga bisa dimonitor.
Walaupun begitu, Boy hanya memiliki sedikit waktu untuk segera mengantarkan jantung ini ke rumah sakit di negara yang berbeda. Boy, mencari tempat yang sepi untuk segera berpindah tempat. Boy, melihat sekeliling lobi yang nampak sepi, lalu ...
Peringatan dari, sistem seketika membuat Boy berbalik, dan bener saja. Beberapa orang tak di kenal hendak memukulnya dengan pemukul kasti.
Traakkk!
Boy, yang mendapat peringatan dari sistem, mampu berkelit dengan cepat. Sehingga, serangan tersebut tidaklah mengenai kepalanya.
"Shiitt!"
"Hajar lagi!" teriak salah satu dari ketiga penyerang berpakaian serba hitam ini. Entah, dari mana mereka berasal. Boy, tidak peduli. Ia hanya perlu melumpuhkan mereka dalam waktu singkat.
"Aktifkan, avanger ahli kungfu!" seru Boy. Kemudian, dalam hitungan detik ia mendapat sebuah energi dan pengetahuan dalam ilmu beladiri tersebut. Kenapa, Boy memilih bantuan skill tersebut?
"Itu, karena aku ingin sekali menjadi ahli kungfu sejak aku kecil. Aku begitu mengidolakan aktor Chow Yun Fat," gumam Boy seakan saja apa yang ada dalam pikiran para pembaca.
Para penyerang itu, yang mengira jika Boy hanyalah kurir biasa pun kembali menyerang dengan membabi buta. Mereka menggunakan pemukul kasti dan juga kapak merah. Meskipun ini adalah negara orang bule, tetapi para penyerang ini berwajah oriental. Mereka juga menggunakan bahasa Korea.
Tak!
__ADS_1
Dug!
Desh!
Dengan gerakan cepat, Boy melumpuhkan ketiga orang ini tanpa menggunakan senjata. Akan tetapi ketiganya telah lumpuh tak bergerak.
"Aku tidak akan membunuh kalian, cukup cacat seumur hidup. Agar kalian terus mengingatku!" ujar Boy, sambil menepuk pelan pipi salah satu penyerang yang mengalami patah di tungkai kakinya.
"Hubungi, bos. Katakan jika kita gagal menghentikan kurir itu!" katanya pada salah satu kawannya yang ternyata sudah pingsan. " Huh! Kalian payah!" Setelah mengumpat kedua kawannya, pria itu pun menyusul pingsan juga.
Ketika, Boy menemukan tempat yang benar-benar sepi, ia pun kembali menggunakan kekuatannya. " Buka portal! Antarkan aku ke tempat Susan!" ucap Boy tegas pada sistem.
Zeeppp.
Waktu masih lima belas menit lagi, Boy telah sampai di sebuah lorong yang lagi-lagi sepi. "Rumah sakit mewah kok sepi banget gini? Kan jadi horor!" gumam Boy, pelan.
Seharusnya tadi sistem telah mengirimnya langsung ke tempat dimana Susah hendak di operasi. Kenapa di lorong sepi. Mau tak mau, Boy harus menyusurinya dan mencari ruang operasinya.
"Jantung ini, pasti akan segera sampai kepadamu. Bertahanlah," gumam Boy bermonolog sendiri.
Baru aja hendak berbelok,
Drep!
Sebuah tembakan melesat melewati pinggangnya dan menembus dinding di depan Boy.
"Sial!" Boy langsung mengeluarkan senjatanya, lalu berbalik dan menembak.
Zepp!
Berhubung senjata mereka di lengkapi peredam suara maka bunyinya memang tidak akan berisik.
"Kok, lu kagak ngasih tau ke gua sih, Tem. Kalo ada musuh di belakang? Untung aja, bukan pinggang gua yang bolong!" omel, Boy sambil terus menembak sambil berlari mencari tempat persembunyian.
"Aktifkan, avanger ahli menembak. Lengkap dengan senjatanya!" Perintah Boy, pada sistem.
...Bersambung ...
__ADS_1