Sistem Kurir Mendadak Kaya

Sistem Kurir Mendadak Kaya
SKMK. Bab 35. Merekam Bukti


__ADS_3

"Mengaktifkan proses menyembuhkan diri sendiri," gumam Boy pelan. Sebab, ia mendapat perintah dari sistem untuk mengembalikan keadaan dirinya agar seperti semula.


Seketika di depan, Boy terdapat layar transparan. Disana, ia tinggal memilih beberapa tehnik pengobatan dari jenis luka. Semua tanpa obat, hanya tinggal klik saja. Boy, pun mengklik penyembuhan luka terhadap luka tembak. Mumpung koridor sepi, maka semua yang telah terjadi barusan tidak ada yang tau selain Boy.


Setelahnya, Boy pun mengganti kostum. Kini, ia telah berganti pakaian bersih dan baru, sehingga keadaannya menjadi lebih rapi dan segar.


"Tenaga, gua udah balik. Luka juga udah sembuh. Cia, pasti curiga kalo liat gua yang kayak gini sekarang. Sistem, aktifin portal teleportasi sekarang!" Boy pun berdiri dan memejamkan mata seraya memegang pelipis kiri. "Ke rumah Susan Kymberley!" Dalam sekejap Boy menghilang dari tempat itu. Berpindah, ke sebuah mansion yang megah dan mewah.


Seett!


"Kayaknya, Susan asalnya emang bukan orang sembarangan. Terbukti, musuhnya itu punya channel gangster dan juga Yakuza. Mansion ini, cuma punya dua penjaga. Gua harus pake Avatar," monolog, Boy di balik dinding pagar taman. Ia harus melewati satu gerbang lagi untuk sampai ke dalam mansion keluarga Jung.


"Sistem! Aktifkan mode Avatar!" ucap Boy tegas. Maka, sebuah layar transparan menampilkan beberapa tokoh terkenal beserta kelebihan mereka.


"Berhubung, Madame Su paling suka berondong. Gua bakal nyamar jadi Si Jong Ki. Dia adalah salah satu idol dan juga aktor drama. Aku akan mengorek informasi dengan menyamar menjadi pria yang, yah sudahlah," Boy pun bersiap menerima mode Avatar setelah ia mengklik tombol pada layar.


Clingg!


Hanya dalam hitungan detik, Boy telah berubah menjadi aktor serta idol Korea yang tengah naik daun juga. Boy, berjalan dengan tenang hingga ke depan pos sekuriti. "Ah, tuan Si! Mari ...," sang penjaga pun membuka gerbang otomatis, lalu mengantar sang aktor gadungan ke dalam mansion.


"Nyonya besar, sudah menunggu anda di ruang karaokenya," jelas sang penjaga.


'Hah! Yang benar saja! Sang anak tengah berada di ruang operasi tapi, Madame Su justru berkaraoke ria." Boy nampak kesal. Benar saja, ketika Boy sampai di depan ruangan tersebut ... terdengarlah suara nyaring memekakkkan telinga, tengah menyanyikan sebuah lagu bahasa Inggris.

__ADS_1


"Saya hanya bisa mengantar sampai sini, Tuan," ucap sang penjaga gerbang. Boy, pun mengangguk pelan. Ia mengangkat tangan untuk memutar kenop pada pintu.


Klek!


"Berani kau mengganggu ku!" Madame Su melempar asbak ke arah pintu hingga pecah berhamburan, lantaran menabrak ujung dinding.


'Sial! Untung aja gua reflek berkelit. Gila juga nih perempuan. Bar-bar banget dia,' batin Boy, geram. Bagaimana jika yang hendak masuk hanya orang biasa. Apa tidak pecah kepalanya terkena lemparan asbak.


"Mungkin, ini bukan saat yang tepat bagi kita untuk bertemu," ucap Boy yang kini tengah menyamar menjadi idol sekaligus aktor itu.


Madame Su, seketika terperanjat ketika ia mengenali suara tersebut berasal dari pria yang selama dua tahun ini menjadi kekasih gelapnya.


"Baiklah, aku pulang."


"Si!" panggil, Madame Su. Wanita paruh baya yang masih terlihat muda dan cantik serta seksi. Wanita itu segera keluar dan menarik lengan Si untuk masuk kedalam. Lalu, kemudian ia mengunci pintu ruangan tersebut.


"Kenapa kau begitu marah? Apa ada hal yang tidak sesuai keinginanmu?" tanya Si, penuh selidik.


"Aku merindukan mu, sayang!" Su memeluk Si, dan kemudian hendak menciumnya. Namun, Si yang sebenarnya adalah Boy yang tengah menyamar. Maka ia reflek mendorong bahu Su.


"Kau ini kenapa? Kita sudah sepekan tidak bertemu. Aku menginginkanmu, Si. Puaskan aku malam ini. Aku akan menjamin karirmu aman selama lima tahun ke depan. Itukan, yang kau inginkan. Bahkan, kau akan semakin kaya dan terkenal nanti," bujuk Su. Jika yang ada di pelukannya saat ini adalah Si Jong Ki yang asli. Tentu saja, aktor drama Korea itu akan dengan senang hati menerima tawaran atau ajakan dari wanita paruh baya yang masih cantik dan seksi ini.


"Kita, masih punya banyak waktu untuk membicarakan masalah itu. Sekarang, katakan padaku ... apa yang sedang mengganggu hatimu?" pancing Boy lagi. Ia berusaha menepis segala bentuk rayuan serta sentuhan yang mengarah pada bagian sensitifnya.

__ADS_1


'Sialan, ni perempuan gatel! Enak aja main pegang dan elus-elus badan gua. Emang sih masih keliatan cantik. Ya, kan karena dia udah sembilan puluh sembilan kali menjalani operasi plastik. Jadi, wajah dan juga bodynya kayak perempuan yang baru berusia dua puluh lima tahun. Gilak!' umpat Boy dalam hati, jijik.


"Anak itu, dia tidak jadi mati! Donor jantung tranplantasi berhasil sampai tepat waktu. Padahal, aku telah mengoperasikan beberapa gangster bahkan Yakuza, untuk menghadang kurirnya," jawab Su, dengan jelas.


Tanpa, Su ketahui jika setiap ucapannya tengah di rekam oleh Boy menggunakan ponselnya. Ia terus saja berbicara meluapkan rasa kesal dan kecewanya. "Bagaimanapun, seluruh harta suami cacat ku itu harus berada di tangan ku, bukan anak itu!" pekik Su, teramat kesal.


"Kenapa kau begitu membencinya?" tanya Si alias Boy. Ia menyentuh dan menarik pelan ujung rambut pendek Su. Hingga, sebuah senyum menggoda mencuat dan terpasang di wajahnya.


"Masa kau lupa, aku pernah menceritakannya padaku sejak dia tahun yang lalu. Bagaimana, aku yang telah menukar vitaminnya sehingga ia mengalami keracunan jantung saat ini. Lagipula, akulah yang selama ini merawat pria tua itu. Kenapa seluruh harta dengan seenaknya jatuh ke tangan anak perempuan yang tak tau bakti seperti dia! Sementara aku ... kau tau apa yang suami cacat-ku itu berikan? Pria tak berguna itu hanya memberikan padaku rumah mewah di belakang mansion ini, serta beberapa kendaraan mewah yang sangat jarang di pakai itu. Tentu saja aku keberatan. Itu semua tidak sepadan dengan kerja kasar dan pengorbanan ku selama ini," tutur Su panjang kali lebar.


Si alias Boy hanya tersenyum tipis penuh arti. Berbicara lewat pikiran, Boy memberi perintah pada sistem. ' Mulai saat ini, aku yang akan memberikan perintah padamu! Berikan aku racun yang akan membaut wanita ember plastik ini, tak sadarkan diri beberapa saat!' pikir Boy berusaha berkomunikasi pada sistem.


Siingg!


Boy, mengangkat sudut salah satu bibirnya ketika ia melihat kedalam genggaman tangan kanannya. "Ini, cukup!" baiknya pelan. Kemudian, Boy merangkul Su dan tersenyum. Dalam hitungan detik atau sangat cepat. Tangannya yang menggenggam sapu tangan segera di dekatkan ke wajah, Su. Lalu ia membungkam hidung Su beberapa saat.


Wanita paruh baya itu tak sadarkan diri. Dalam hitungan detik juga. Boy telah berhasil membawanya keluar dari sana dengan menggunakan kuasa teleportasi.


"Siapa kau? Anak muda yang tampan dan perkasa. Sungguh wajahmu penuh wibawa dan kharisma yang kuat"


...Bersambung ...


Jangan lupa rate 5, like, komen, gift dan vote.

__ADS_1


Biar jari dan otak authornya semangat ngebul!


Terimakasih!


__ADS_2