Sistem Kurir Mendadak Kaya

Sistem Kurir Mendadak Kaya
SKMK. Bab 25. Semakin Dekat


__ADS_3


David yang niatnya hanya mencari angin dan memantau keadaan di sekeliling Villa, justru jadi penguntit gadis tomboi yang entah kenapa mampu membuatnya peduli. Selama ini, David termasuk cuek terhadap wanita manapun. Baginya semua wanita cantik biasa saja. Tak ada daya tarik yang mampu membuatnya rela membuang waktu percuma. Bagi David wanita hanyalah makhluk yang akan membuatnya pusing tujuh keliling dengan segala tuntutan dan rengekan mereka. Cukuplah, ia mendengar curhatan dari kawan-kawannya.


Akan tetapi, pesona seorang gadis penyayang kucing yang ketus ini lain. Tanpa sadar, David tengah senyum-senyum sendiri menertawakan pertemuan pertama mereka malam itu. Kini, David melihat Agnes mengenakan pakaian kasual. Kaus berlapis kemeja kotak-kotak berbahan panel. Di padankan dengan denim gombrong dan sepatu kets. Rambut panjangnya dibiarkan terselip di lubang topi pet-nya. Satu hal yang menarik adalah, skate board yang selalu di pegang oleh gadis tomboi itu.


"Widihh, suka skating juga tu bocah. Pan-kapan gua ajak battle lah!" gumam David yang juga pandai bermain papan kayu dengan roda itu. Ia masih memperhatikan Agnes dari jauh. Berkali-kali melihat bagaimana gadis itu menghindari seorang laki-laki yang lumayan tampan. "Pantes aja di tolak, masih ganteng gua juga kali," monolog David mengomentari kejadian yang tengah ia tonton secara gratis ini.


"Mau kemana tuh si emak kucing? Tu orang dua laki-laki mencurigakan banget roman-nya? Ngapain dah?" David yang curiga berniat mengikuti. Sepertinya Agnes tengah mencari toilet wanita. Gadis itu berjalan sendirian, ia menolak kala kawannya berniat mengantar.


"Woi! Mau apa kalian!" seru Agnes pada dua pria yang menghadang jalannya. Kebetulan letak toilet agak di belakang pantai dan sepi.


"Gak usah sok galak lu! Mending nurut aja, deh. Janji, kulit mulus lu kagak bakal gua gores!" ujar salah satu pria yang mengenakan jaket dan masker agar Agnes tidak mengenalinya.


"Udah, Bray. Buruan dah lu kerjain biar langsung gue langsung rekam." Salah satu teman dari pria yang menghadang Agnes memberi perintah. Salah satu dari mereka akan melakukan pelecehan seakan Agnes tengah melakukan tindak asusila, dan salah satunya lagi bertugas merekam dan menyebarkan ke media sosial universitas. Salah satu pria itu telah menarik lengan Agnes. Akan tetapi gadis tomboi itu tidak tinggal diam dan berusaha melakukan perlawanan.


BUKK!


Agnes memukul dengan skate board nya. Akan tetapi pria satunya lagi. Menarik lebih kencang hingga Agnes membentur dinding toilet.


"Akh!" Agnes memekik merasakan ngilu pada punggungnya. Salah satu pria itu memajukan tubuh dan juga wajahnya. Satunya lagi siap dengan kamera ponsel di tangannya. Tiba-tiba ...

__ADS_1


BRUGH!


BRUGH!


DAGH!


Dua pria itu tersungkur ke depan dan kesamping. Ketika tendangan dan pukulan keras menghantam keduanya dengan begitu cepat. Tak ayal, kedua pria tadi memegangi hidung mereka yang telah menjadi korban hantaman David.


"Pecundang lu berdua! Kalo emang lakik, lawan gua bukan ni cewek! Ayo! Bangun lu asu!" David menendang kembali tulang kering salah satu pria yang menatapnya dengan kesal. David sekilas melirik Agnes untuk memberikan kode menjauh. Agnes yang masih kaget tak percaya akan kedatangan David yang tiba-tiba itu hanya bisa menurut. Ia pun bersembunyi di balik tumpukan tong besar. Lalu mencari kayu besar yang mungkin bisa ia gunakan untuk membantu perlawanan. Tapi, sepertinya dua pria itu bukanlah lawan setimpal bagi David.


Buktinya, David hanya memerlukan waktu singkat untuk melumpuhkan keduanya. "Bilang ke orang yang udah nyuruh lu pada buat ngelakuin ini! Suatu saat, David Zerenk bakal ngebor kepala dia yang berotak Cemen!" teriak David memberi ancaman pada dua pria yang sudah ia buat wajahnya tak berbentuk lagi itu. Mata bengkak, hidung berdarah dan bibir sobek. Lengkap sudah. David menyeka, kedua telapak tangannya pada jaket kedua pria tersebut lalu menendang bokong keduanya agar mereka segera pergi.


"Gua anter lu ke home stay. Lu harus lapor sama pembina atas kejadian ini," ucap David yang membuat Agnes kembali terkesima.


"Emang kenapa? Bingung lu tukang ojek bisa ke Bali?" tanya David tepat pada apa yang ada dalam benak Agnes.


Sementara itu di sebuah kapal pesiar yang sangat mewah. Boy telah menggandeng seorang wanita cantik dengan dandanan yang begitu anggun dan natural. Susan, ketika keluar dari hotel memang mengenakan Coat panjang untuk menutupi gaun malamnya ini. Ia sengaja tidak merias wajahnya seperti biasa. Hanya polesan tipis atas saran Boy di telepon tadi.


Kedua mata gadis korea itu berbinar, belum pernah ia berada di momen seperti ini bersama seorang pria yang manis dan menawan. ' Oh, jantungku. Bisakah kau tenang sedikit. Jangan sampai Boy mendengar bunyi dentuman mu. Aku bisa malu.' batin Susan yang terlihat beberapa kali memegangi dada serta menghembuskan napas gugup.


Boy yang peka terhadap apa yang Susan rasakan, semakin mengeratkan genggamannya pada jemari lentik gadis cantik di sebelahnya ini. Susan pun sontak menoleh, lalu Boy melempar seulas senyuman manis yang begitu hangat.

__ADS_1


" Aku juga sama sepertimu. Aku gugup. Karena ini pertama kalinya, berasa di tempat mewah dan di suasana yang begitu romantis. Apalagi, bersama seorang bintang K-Pop ternama. Seharusnya, aku yang lebih gugup di sini," tutur Boy dengan senyum yang tak pernah lekang oleh waktu.


Akhirnya, Susan tersenyum lega. Pria di hadapannya ini sangat bersahaja. Ia harus mampu mengkondisikan suasana agar tidak merusak momen indah yang mungkin hanya datang sekali dalam hidupnya. "Terimakasih, telah memilihku dari sekian wanita yang ada di sekitarmu," ucap Susan bermaksud menyelidiki.


"Tidak ada wanita yang lantas berada di sini, kecuali anda Nona," ucap Boy penuh pujian, sorot matanya yang begitu dalam membuat Susan kembali tak mampu mengontrol tingkahnya. Artis KPop itu menyeka pelipisnya yang mengeluarkan keringat. Aneh kan? Padahal mereka di luar dan udara sangatlah sejuk, mungkin terkesan sedikit dingin. Karena itu mereka berdua di suguhi minuman yang berbahan dasar anggur, agar dapat menghangatkan tubuh.


Untung saja, tidak ada Bang Haji lewat sini.


Haha!


Boy mendapat sebuah tempat khusus untuk berdua, di iringi pemain biola yang mengalunkan musik syahdu. Hingga suasana menjadi tambah romantis. Susan berusaha mencairkan suasana dengan mengajak Boy berdansa.



Anggaplah gambar ini mereka yang berdansa. Boy memeluk pinggang ramping Susan Kimberley, sementara Susan mengalungkan kedua tangannya di leher kekar Boy. Kedua iris mereka bertabrakan. Hingga, menimbulkan sebuah percikan api yang memancing gelora terpendam. Dimana gelora itu tersembunyi dalam palung hati yang terkunci. Suasana yang mendukung, alunan musik dan juga lokasi yang begitu indah bagaikan sebuah scene film yang memang di siapkan khusus untuk mereka berdua.


Boy memandang lamat wajah cantik yang kini ada di hadapannya. Berada dalam rangkulannya, hingga desah napas Susan yang berbau stoberi manis menyentuh ujung hidungnya. Tak pernah ia bayangkan sebelumnya, jika artis KPop yang biasa hanya mampu ia kagumi dari layar kaca. Kini, berada sangat dekat dengannya.


[ Semua itu berkat SISTEM Kurir Mendadak Kaya! ]


Tiba-tiba sebuah suara masuk kedalam pikiran Boy.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2