
"Ikut aku!"
Boy pun membangunkan Chie dari posisinya yang tertindih tubuh kekar nya sejak tadi. Apa ia tidak berpikir bahwa raganya itu berat.
"Ke–kemana?" tanya Chie terbata. Ia masih grogi dan merasa bersalah juga. Telah berusaha melakukan percobaan pembunuhan terhadap Presdir Boy. Bagus saja, Presdir perusahaan ini tidak sekejam sebelumnya . Jika iya , mungkin raganya ini telah menjadi beberapa bagian.
"Kenakan ini, untuk menutupi tubuhmu," ucap Boy seraya meletakkan mantel miliknya ke tubuh, Chie yang ramping plus berisi itu. Boy langsung menelan tombol yang berada di bagia bawah ujung mejanya. Dan ...
Ckleekk!
Pintu ruangan otomatis terbuka, menampilkan dua raut wajah kepo di depan sana. Dialah, sang asisten Chung serta sekretaris Sachi. Bahan, koi cap kapal tengker itu telah berubah menjadi kopi dingin.
Mereka berdua hanya menundukkan kepala, ketika sang Presdir melewati mereka. Ekor mata keduanya melirik Chie yang berjalan cepat di belakang Boy. Satu hal yang membuat keduanya membulatkan mata mereka adalah. Ketika tangan Boy yang dengan setia terus mengandeng tangan Sachi.
"A–apa aku tidak salah lihat? Asisten Chung, ada apa ini sebenernya?" cecar Sachi bingung. Kenapa sang Presdir pergi dengan begitu terburu-buru.
"Kamu nanyea!" Chung menatap Sachi datar. Dirinya saja sedang bingung. Entah apa yang di dalam ruangan barusan. Hingga, sang sekretaris masuk untuk memeriksa. Pada saat itulah ia, melihat belati lipat yang masih dalam keadaan menancap di sandaran Sofa.
Sachi hanya bisa memutar kedua bola matanya malas. Sumpah tidak enak jika memiliki teman satu frame yang tidak adil jika diajak berbicara maupun bertukar pikiran. Mereka semakin menguat perasaanmu kacau dan berantakan.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Chung pun langsung berbalik hendak mengejar sang Presdir, akan tetapi gerakannya di barengi dengan saat dimana Sachi masuk kedalam dengan cepat. Maka ...
Brugghh!
Keduanya terpental kebelakang sambil mengusap bokong dan kening secara bersamaan. Sungguh sebuah pendaratan yang sangat tidak mulus.
"Kau!" Chung kesal sekali.Pasti dirinya sudah ketinggalan jauh dari sang Presdir. Tapi, sebagai asisten yang bertanggung jawab, ia langsung bangun dan lantas berlari mengejar, kemana arah Boy pergi. Ya, saking tanggung jawabnya, sampai tak punya pikiran inisiatif untuk membangunkan, Sachi di atas lantai.
"Dasar, asisten gak punya empedu!" maki Sachi yang kesal lantaran ia di diamkan begitu saja merana dan terjengkang di atas lantai. Untung saja, lantai di ruangan kantor sang Presdir dilapisi dengan karpet khusus import, berbahan tebal dan halus.
______
"Dav, Im sorry. Aku telah membawamu kedalam masalahku," ucapan penuh sesal itu lirih diucapkan oleh Agnes. Gadis tomboi ini berkabung dalam sesal mendalam kala perbuatannya yang mengajak David kala itu berlari dari kejaran ketua geng motor. Telah berakibat fatal pada kelanjutan hidup pria berambut silver itu.
Kini, Agnes hanya bisa menatap foto di dalam ponselnya. Ia meremas, slayer yang diberikan David di pertemuan terakhir mereka malam itu. Siapa yang tau, jika ketua gang terus mengincar keselamatan David.
Seandainya kejadian ini berakibat pada keselamatab David, tentu dirinya tidak akan pernah melibatkan pemuda yang baik itu. Setetes demi setetes air mata luruh membasahi kedua pipinya yang halus. Kepalanya semakin merunduk dalam dengan kedua bahu yang bergetar naik dan turun.
"David!!!" teriak Agnes di malam duka nestapa, pada sebuah ruang tunggu rumah sakit yang dingin. Ia bersikeras memanggil dan berteriak menyebut satu nama. Sayang, David takkan lagi dapat menjawab panggilannya kali ini. Pria itu telah terbujur kaku di dalam peti kremasi.
__ADS_1
________
"Kau mau membawaku kemana!" Chie Bie menepis cekalan Boy pada lengannya. Sebab, Boy telah membawanya pada sebuah bangunan dalam sekejap mata. Ya, Boy membawa Chie Bie menembus ruang dan waktu menggunakan kuasa teleportasi.
"Kau bilang, ingin aku membunuh ayahku kan? Akan ku lakukan, tapi setelah kita berdua mengikat janji sehidup dan semati," ucap Boy yang nama hal itu membuat kedua bola mata Chie Bie membulat sempurna.
"Apa aku gila! Kau itu seorang Presdir, dan aku--" Chie tak dapat meneruskan ucapannya. Ia benar-benar tak habis pikir terhadap omongan yang keluar dari bibir sensual pria di hadapannya.
Tanpa Chie Bie ketahui, Boy telah melihat bagaimana ia akan semakin bersinar jika hidup bersama dengan dirinya. Kealamian serta kepolosan yang di miliki oleh Chie, adaah satu hal yang sedang, di butuhkan oleh Boy pada saat ia berada diatas seperti ini. Boy, tidak mungkin menikahi Susan. Selain ia miliki sejuta umat, keadaan gadis itu juga sudah sangat kaya. Susan pasti bahagia bersama appa.
Sedangkan, Chie Bie. Gadis ini, memiliki kesengsaraan yang lebih daripada yang telah Boy rasakan. Tekanan demi tekanan yang membuat gadis ini menderita gangguan psikis lumayan berat. Boy, akan membantu Chie keluar dari depresinya. Lagipula ...
"Aku jatuh cinta padamu. Apa itu suatu kegilaan?"
"Hah! Apa!"
"Kemarilah!" Boy menarik raga Chie hingga tak ada lagi jarak yang memisahkan raga keduanya.
"Aku, Boy Kutzhel, telah jatuh cinta padamu, Chie Bie. Aku menginginkanmu sebagai pendamping ku, untuk hari ini, besok dan selamanya," bisik Boy , begitu lembut dan halus. Hampir saja raga Chie lunglai dan jatuh ke tanah. Jika saja, Boy tidak merangkul pinggang rampingnya erat.
"Kau, sungguh-sungguh?" tanya Chie lagi memastikan. Ia takut dan tak mungkin percaya begitu saja. Pria luar biasa menawan di hadapannya ini tengah melamarnya.
"Aku akan menikahi, di depan ayahmu saat ini juga!"
Menggunakan kuasa Avatar dari sistem, Boy membuat segala keinginannya tercapai dan terlaksana dengan mudah.
[ Selamat, Tuan. Anda hari ini telah menikahi wanita paling cantik di negara Korea. Akhirnya , dengan kejeniusan serta kejelian anda, batu berlian yang tertutup lumpur pun dapat terlihat. Sekali lagi ... Selamat! ]
"Thanks, tem. Gua bahagia banget. Tapi, setelah ini, gua bakalan langsung menghabisi nyawa mertua gua yang psiko itu. Berikan, gua senjata yang dapat membunuh dengan cepat dengan sedikit rasa sakit," pinta Boy pada sistem kawannya itu.
"Chie, kau sangat cantik, lihatlah dirimu." Boy mengajak Chie yang telah menjadi istrinya ke depan cermin berukir hiasan anak-anak naga.
"Bagaimana, aku bisa menjadi seperti ini? Sihir apa yang kau gunakan? Kau bagaikan peri tampan, Boy," ucap Chie yang begitu takjub dan tak menyangka akan keindahan dirinya sendiri.
"Kau percaya kan, jika saat ini kau pantas bersanding dengan pria setampan dewa Apollo ini," kelakar Boy, membuat Chie terkekeh, lalu mencium singkat bibir, Boy, yang telah menjadi suaminya ini.
"Sekarang kau terima, mas kawin dariku!"
Sontak kedua iris mata Abu-abu milik, Chie melihat ke arah yang di tunjuk oleh Boy. Pandangannya tertumpu pada sesosok pria yang telah di buka penutup matanya. Hingga, Chie dapat melihat dengan jelas, tatapan memohon dari Soo Eun.
__ADS_1
"Lakukanlah, suamiku!" titah Chie. Seketika, kedua bola mata redup Soo Eun, terbelalak sempurna sering dengan suara benda melesat yang menembus langsung ke jantungnya.
Sleeppp!
Sebuah belati kecil, melesat cepat hingga menembus ke dalam jantung Soo Eun.
Pria jahat itu pun, ambruk tersungkur ke atas tanah.
Sekejap kemudian, Boy kembali membawa Chie pergi menggunakan portal teleportasi miliknya.
Boy, akhirnya tau kabar mengenai David ketika ia berusaha mencari keberadaan sahabatnya itu melalui ponsel miliknya. Boy, menggunakan Avatar dewa pencari jejak.
Ia pun, terpaksa meninggalkan Chie di malam pertama mereka.
"Aku akan segera kembali. Setelah menemui kawanku," janji Boy dengan rahang saling beradu.
Meskipun, sesampainya di sana, ia tak menemukan jasad, David maupun keberadaan, Agnes.
Boy terpaksa kembali ke negara asal Chie dengan tangan kosong. Chie menghibur suaminya itu. Mengatakan, jika memang mereka berjodoh pasti semesta akan mempertemukan kembali.
...**THE END...
Guys
Guys
Makasii bangett atas dukungannya selama ini
Gilak otor speechless benget!
Ini karya pertama sistem yang otor buat, jadi mohon maaf banget kalo selama perjalanan tidak terlalu memuaskan kalian.
Buat yang mau tau kisahnya David kayak gimana? Kenapa itu kok dia tiba-tiba isded? Nantikan kejelasan ceritanya di sekuel guys.
Kapan tuh sekuelnya?
Tunggu aja ya!
Jangan unfav dulu novel ini ya. Atau kalian bisa follow akun otor jadi kalo nanti ada karya baru cuss kalian langsung dapat notif.
__ADS_1
Gomawo!
Sarangheo** ... !