Sistem Kurir Mendadak Kaya

Sistem Kurir Mendadak Kaya
SKMK. Bab 18. Mendadak Kaya Beneran


__ADS_3

"Fix, gua beneran salah amsuk rumah." Boy yang termangu lantaran kaget segera ingin berbalik mencari jalan keluar, sebelum yang empunya rumah melihat kehadirannya lalu mengira jika dirinya adalah perampok. Baru satu langkah berjalan, sebuah notifikasi dari ponselnya kembali berdering.


TLINIING!


"Apalagi sih, tem! Lu bikin gua tambah pusing anjirr!" maki Boy pada layar ponselnya. Meskipun begitu, tetap saja ia buka.


[ Keren kan mobilnya? Bilang apa sama sistem? Dapat rumah dan juga mobil mewah. Uang jajan sampai kantong luber. Jangan lupa, kunci nya ada di laci kamar anda! SELAMAT MENIKMATI HARI INDAH INI! ANDA MENDADAK KAYA! ]


Seketika, setelah membaca notif dari sistem tersebut, Boy langsung kembali berlari ke dalam kamar dimana tadi ia terbangun. Sialnya, Boy lupa ayahnya dimana. Rumah ini begitu luas.

__ADS_1


"Sueek! Gua lupa kamarnya tadi kearah mana?" Boy menggaruk kepala dengan raut wajah hampir menangis. "Terus, Zerenk ada dimana? Ya ampun!" Boy sontak berjongkok, dengkulnya lemas dan matanya berkunang-kunang. Kedua tangannya masih memegangi sisi kepala.


Apa benar yang dikatakan oleh sistem, pikirnya. Boy ingat, beberapa misi yang ia jalani malam kemarin memang begitu menguras emosi dan juga tenaganya. Dan, lihatlah hasilnya. Ternyata, sistem kurir misterius ini benar-benar membuatnya menjadi kaya mendadak. Rumah yang begitu luas dengan arsitektur modern serta barang furniture yang harganya puluhan bahkan bisa mencapai ratusan juta. Harga rumah ini sudah pasti puluhan milyar. Begitupun, harga mobil mewah yang terdapat di garasinya. Harganya bisa mencapai di atas lima milyar. Pantas jika Boy menanggapi ini semua dengan tubuh panas dingin dan gemetar. Bahkan ia merasa otaknya sedikit kesemutan.


Setelah mengingat jalan menuju kamar. Boy, segera bangkit dan kembali berlari. Kenapa harus berlari? Sebab, Boy ingin segera menemukan bukti serta hak kepemilikan rumah dan mobil tadi. Jika memang apa yang dikatakan sistem itu nyata. Tentu saja, Boy akan sangat senang dan bahagia sekali. Ia mendaki beberapa undakan anak tangga dengan penuh semangat. Karena semua kamar berada di lantai atas.


"Kamarnya banyak, apa gua harus periksa satu-satu?" Boy kembali dibuat pusing dengan jumlah kamar yang ia temui. Memang warna pintunya berbeda, akan tetapi Boy tidak memperhatikan tadi dia keluar dari pintu yang berwarna apa.


Boy, pun beralih pada pintu kamar berwarna gold. Setelah masuk, ia pun mendapati kamar dimana ia terbangun tadi. Begitu mewah dan luas. Sungguh luar biasa megahnya. Tempat tidur dengan ukuran king size. Karpet bulu sepanjang dan seluas kamar. Jendela besar yang menghadap langsung ke pantai. Juga beberapa furniture yang sangat lengkap. Hal serta keadaan yang tidak pernah ada di dalam bayangan Boy sebelumnya.

__ADS_1


"Mana ya lacinya? Ada banyak lari disini." Boy memeriksa satu persatu lemari, hingga akhirnya ia teringat bahwa sistem mengatakan meja samping tempat tidur alias nakas. Boy pun membuka laci dengan pegangan berwarna emas.


Kini ditangannya benar-benar terdapat beberapa berkas sertifikat. Boy, membaca dan menelitinya satu persatu. Kedua tangannya gemetar, melihat namanya tercantum sungguhan pada surat-surat asli itu. Bukti yang membuat Boy semakin bergetar dengan hebat. Pria itu, yang mana wajahnya menawan dan rupawan bak manekin. Jatuh terduduk di pinggir tempat tidur.


"Gua kaya? Demi apa gua kaya sekarang?" Boy seorang tersenyum begitu bahagia. Tidak akan ada lagi orang yang akan menghinanya. Mengecilkan dirinya, memandang sebelah mata padanya. "Lilian, gua sekarang kaya. Bahkan, bisa dibilang gua lebih kaya dari pada si permen kojek itu. Seandainya, lu bisa sabar sedikit Li. Mungkin, kita bisa nikmatin ini sama-sama. Gua. bisa ngajak elu belanja ke Singapura tanpa perlu jual diri!" Boy berteriak menahan geram. Entah kenapa ingatan itu masih menorehkan luka mendalam di hatinya. Hingga, televisi di kamarnya tiba-tiba menyala.


"Susan," bisiknya pelan. Senyum di wajahnya kini terbit lagi, ketika sosok menawan itu nampak di pelupuk matanya.


"Bali, jadi Susan masih ada di negara ini?" gumam Boy. Tanpa ia sadari dimana dirinya berada saat ini.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2