Suami Culun Pilihan Orang Tua

Suami Culun Pilihan Orang Tua
Part 12 Melodi Bertemu Pria Tampan


__ADS_3

Setelah menyelesailan rapat internal di kantor pemerintahan yang menjadi tempat mengais rezeki Alex. Alex berniat untuk membelikan perlengkapan pakaian yang cocok untuk dirinya. Ia mendatangi butik mewah yang menjadi tempat langganan para artis dan para pengusaha seperti mamanya yang suka berbelanja disini. Jangan tanyakkan, kenapa Alex bisa mengetahui butik mewah ini karena dirinya sering diajak mamanya untuk membeli pakaian modis untuk merubah penampilan culunnya menjadi keren. Tapi, Alex tak menanggapi keinginan mamanya. Lebih baik ia berpenampilan culun dan sederhana tapi nyaman. Daripada ia berpenampilan keren dan menarik tapi membuat hidupnya terasa sesak karena dikejar oleh para wanita materialistis.


Tidak ada orang-orang yang banyak mengetahui dirinya adalah pewaris perusahaan Wilian di bidang emas terkaya di dunia. Identitas dirinya disembunyikan oleh kedua orang tuanya karena takut pesaing bisnis ingin melukai Alex.


Apalagi acara pernikahannya bersama Melodi tidak ada pihak wartawan yang mengekspos berita pernikahannya di media massa. Alex memang tidak suka banyak pamer dan banyak mengetahui dirinya. Ia lebih baik terkenal atas prestasi yang dimilikinya daripada terkenal atas kekayaan orang tuanya. Alex mudah melihat orang-orang mengeluarkan sifat aslinya yang suka iri/dengki dan julid dengan hidup orang lain tanpa intropeksi diri atas kekurangan dirinya sendiri. Daripada dirinya dikenal oleh seluruh penjuru dunia dan semua orang berlagak suci dan baik pada dirinya. Alex tidak suka orang yang munafik dan ia lebih suka orang yang bersikap apa adanya saja.


Setelah memilih pakaian yang cocok untuk Alex dibantu oleh Lilo yang telah menunggunya di butik dan membantu memberikan pencerahan sedikit untuk dirinya. Ia mulai mengerti untuk melakukan sesuatu sesuai dengan rencana.


"Wow tampan sekali teman aku ini mirip artis Korea dan cocok nih di panggil Oppa idola para wanita," ucap Lilo saat melihat perubahan penampilan Alex yang lebih manusiawi keren dan tampannya.


"Biasa saja kali, tidak ada yang spesial." sahut Alex acuh.


"Ayolah Alex, jangan lupa memuji dirimu sendiri. Kamu itu tampan dari lahir, hanya saja --" perkataan Lilo terhenti saat Alex memotong pembicaraannya.


"Aku tidak bisa berdandan menjadi pria tampan dan keren seperti pada umumnya." jawab Alex dan Lilo mengacungkan jempolnya setuju.


"Nah kamu pintar sekali, kalau begitu mari kita pergi." ajak Lilo sembari memberikan kartu black card Amex gold pada kasir butik.


Alex yang melihat kartu ekslusif kredit milik sultan seperti dirinya membuat dirinya kaget setengah mampus.


"Wih kamu keren juga ya, kartu black card Amex gold ini milikmu?" tanya Alex dan Lilo mengangguk cepat.


"Kamu gak salah bawa kartu ya Lilo?" tanya Alex membuat Lilo menatap kedua bola mata malas ke arah dirinya.


"Bukan kamu saja, Lex yang punya kartu ini. Aku bisa memilikinya karena aku keturunan sultan juga."

__ADS_1


"Kenapa aku baru tahu?" tanya Alex yang mengikuti langkah kaki Lilo yang telah berjalan pergi di tempat kasir.


"Karena aku orangnya tidak tahu dan tidak mau tahu urusan orang lain." jawab Lilo.


"Benar jawabanmu aku suka kamu selalu pengertian."


"Baiklah, perlu kamu Ingat Alex, jangan terlalu gegabah untuk melakukan sesuai rencanaku dan tetaplah tenang saja dalam keadaan apapun." saran Lilo pada Alex yang mengangguk saja.


***


Sementara Melodi yang telah selesai memeriksa semua aktivitas perusahaan selama dirinya tidak bekerja. Ia menyenderkan kepalanya di kursi kebesarannya. Ia tidak menyangka statusnya yang single telah berganti menjadi istri orang. Lebih tepatnya, istri dari suami culunnya.


"Kalau aku mengingat wajah culun suamiku, aku merasa heran pada diriku. Kenapa aku mau dinikahi oleh Alex? Kenal juga gak, apalagi cinta juga gak. Tiba-tiba dengan pede tingkat dewa melamarku dan menjadikanku istri sahnya. Sungguh terlalu Alex tapi aku harus bisa menjaga jarak dari dia karena aku tidak mau mencintainya," ucap Melodi dan ia mendengar suara ketukan pintu dari seseorang.


"Masuk," ucap Melodi dan pintu terbuka lebar yang menampilkan seorang wanita muda yang menjadi tangan kanannya.


"Nyonya sudah waktunya istirahat, Nyonya tidak makan siang." jawab Wika.


"Oh sudah jam istirahat, ya sudah ayo temani aku makan siang." Melodi berdiri dari duduknya dan diambilnya tas kerjanya.


"Baik Nyonya." sahut Wika yang mengikuti langkah kaki Melodi dari belakang.


Setelah sampai di restoran umum, Mereka turun dari mobil untuk masuk ke dalam restoran.


"Kita duduk di tempat biasa, pesankan makanan kesukaanku," ucap Melodi sembari menduduki kursi di ruang VVIP restoran.

__ADS_1


"Baik Nyonya." Wika langsung menjalankan tugasnya sesuai keinginan Melodi.


Melodi duduk menunggu keberadaan makanan yang dipesan Wika. Tidak lama kemudian, makanan telah tiba. Melodi dan Wika yang telah duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan dirinya. Mereka langsung memakan makanan yang dipesan.


"Alhamdulillah kenyang," ucap Melodi dan ia meneguk air putih untuk menetralkan makanan yang dimakannya mengandung minyak.


"Kamu mau pesan makanan? Pesanlah, aku sedang berbaik hati akan mentraktirmu sesuka hatimu." tawar Melodi pada Wika yang sedang menghabiskan makanannya.


"Terima kasih Nyonya, saya rasa makanan ini sudah cukup dan kenyang." tolak Wika secara halus.


"Baiklah, kalau kamu berubah pikiran, silahkan pesan sesuka hatimu. Aku mau ke toilet sebentar." setelah mengatakan itu Melodi berjalan meninggalkan Wika menuju toilet.


Di sepanjang perjalanan menuju toilet, Melodi dikejutkan oleh seorang pria tampan yang menghalangi jalannya yang ingin masuk ke dalam ruang toilet wanita.


"Hei, lepaskan aku! Kenapa kamu menghalangiku?" ucap Melodi yang mencoba melepaskan tangannya pada seorang pria yang menggenggam tangannya dengan erat.


"Hei Nona cantik, jangan marah dulu. Ada abang tampan yang ingin berkenalan denganmu. Perkataan namaku Anton Bachrul, panggil saja Anton tampan," ucap Pria tampan yang mengulurkan tangannya pada Melodi.


Melodi menatap penampilan pria yang berdiri di hadapannya dari ujung kaki mengenakan sepatu hitam naik ke tubuh yang berpakaian keren dengan Jaz hitam hingga kepala yang pastinya wajahnya sangat tampan.


"Oh terus aku perlu bilang wow gitu, minggir kamu, aku masuk ke dalam toilet." Melodi mendorong tubuh pria itu agar memberikan jalan untuknya.


Kemudian Melodi langsung masuk ke dalam ruang toilet wanita dan menutup rapat.


"Emang aku pikirin, kamu mau berkenalan atau gak sama aku, bukan urusanku." lanjut Melodi cetus.

__ADS_1


Anton yang merasa kehadirannya tidak dianggap oleh Melodi, ia langsung mengetuk pintu toilet wanita untuk meminta penjelasan.


"Hei sombong sekali wanita cantik! Buka dulu pintunya, kita bisa bicarakan secara baik-baik. Jangan begini memperlakukan pria tampan sepertiku nanti awas jatuh cinta," ucap Anton dengan mengendor-ngedorkan pintu ruang toilet wanita membuat wanita yang lain ingin masuk ke dalam melotot tajam ke arah dirinya.


__ADS_2