Suami Culun Pilihan Orang Tua

Suami Culun Pilihan Orang Tua
Part 31 Memasang Obat KB


__ADS_3

Di dalam ruang meja makan, Melodi dan Alex ikut makan bersama kedua orang tuanya. Mereka tampak menikmati sarapan pagi di minggu hari.


Mama Siska terlihat senyam-senyum sendiri saat melirik ke arah Melodi dan Alex. Berbeda dengan Melodi memasangkan wajah dingin dan datar atas kejadian semalam hingga mandi tadi.


Tidak ada perdebatan apapun di meja makan, mereka hanya membahas tentang keadaan bisnisnya.


"Aku mau pergi dulu," ucap Melodi setelah menyelesaikan sarapan paginya.


"Mau kemana Melodi? Bukankah hari ini hari minggu dan jadwal kerja hanya berlaku hari Senin hingga Jumat?" tanya Mama Siska dengan menatap heran ke arah Melodi.


"Ada urusan mendadak dengan rekan bisnis, Ma. Bisnis hubungan kerjasama ini banyak menguntungkan bagi perusahanku. Rugi kalau tidak dituruti permintaan rekan bisnisku." jawab Melodi menjelaskan panjang lebar pada Mama Siska.


"Baiklah, semoga berhasil dan hati-hati di jalan." balas Mama Siska yang mengerti sikap Melodi yang lebih mementingkan usaha bisnisnya dibandingkan ketenangan dirinya.


Melodi mengacungkan jempolnya yang menandakan setuju. Lalu, ia menunduk hormat pada Mama Siska, Papa Max dan Alex.


Sementara Papa Max dan Alex hanya diam menyaksikan kepergian Melodi setelah sarapan pagi bersama.


"Bagaimana rencana kalian semalam? Apa sudah berhasil?" tanya Papa Max membuka topik pembicaraan setelah diam saja sedari tadi.


Alex yang sedang menghabiskan dua sendok terakhir makan nasi goreng. Ia langsung tersedak makanan.


Mama Siska langsung memberikan minuman pada Alex.


"Minum dulu agar lebih tenang."


Alex langsung menerima gelas dari Mama Siska, ia meneguk habis air putih itu hingga dirinya merasa tenang.


"Terima kasih Ma. Iya Pa, Alhamdulillah berhasil." jawab Alex dan kedua orang tuanya langsung tersenyum bahagia mendengar perkataan Alex.


"Nah benarkah kata Mama, pasti Melodi tidak menolak dan marah padamu?" celetuk Mama Siska dengan senyuman bahagianya.

__ADS_1


"Iya Ma." sahut Melodi singkat.


"Baguslah, semoga hubungan rumah tangga kalian bisa langgeng sampai tua," ucap Papa Max.


"Aamiin." sahut Alex dan Mama Siska.


Berbeda di tempat lain, Melodi yang telah memasuki mobil mewahnya agar meninggalkan rumah mewah kedua orang tuanya. Ia ingin berkonsultasi pada teman dekatnya.


Suasana di jalan raya terasa ramai karena banyak pemuda-pemudi pergi berlibur bersama keluarga. Setelah menelpon temannya untuk membuat janji bertemu di tempat rumah sakit swasta Lia milik temannya sebagai dokter Lia. Ia ingin memastikan kondisi dirinya agar tidak cepat hamil.


Mobil yang dikendarai oleh Melodi telah memasuki area pekarangan rumah sakit swasta yang baru satu tahun di bangun. Suasananya tidak terlalu ramai dikarenakan rumah sakit ini hanya pasien elit yang berobat termasuk Melodi. Ia membuka pintu mobil dan mengunci mobilnya.


Dengan langkah kakinya yang tegas, Melodi memasuki pintu utama rumah sakit, ia melihat petunjuk jalan menuju setiap ruangan di rumah sakit.


Melodi berjalan menuju ruang lift untuk menuju ruang lantai 4. Disaat bersamaan, Melodi yang ingin memasuki ruang lift, ia merasakan pundaknya ditepuk oleh seseorang dari arah belakang. Ia pun menoleh ke arah belakang yang ternyata ada seorang dokter cantik yang dikenal dengan sebutan dokter Lia.


"Lia," ucap Melodi dan Lia tersenyum mengangguk mengiyakan perkataan Melodi.


"Sudah lama sampai disini, Mel? Aku menunggumu di lobi rumah sakit," ucap Lia yang mengajak Melodi melangkah masuk ke dalam ruang lift.


"Iya, bener juga. Ngomong-ngomong, tumben sekali kamu datang ke rumah sakit, Mel. Bukankah kamu selalu fokus menjaga kesehatanmu."


"Benar katamu aku suka pola hidup sehat. Tetapi, kamu tahu sendiri kalau aku sudah menikah dengan pria pilihan kedua orang tuaku."


"Lalu, kamu merasa tak bahagia?" tanya Lia dan Melodi langsung menggeleng cepat.


"Aku mau kamu membantuku untuk memeriksa fisikku. Mahkotaku sudah diambil oleh suamiku secara paksa. Aku takut mahkotaku infeksi." jawab Melodi membuat Lia tersenyum penuh arti.


"Cie... Cie... Pasti sudah bulan madu nih gimana rasanya nikmat?" tanya Lia dengan menyenggol tangan Melodi.


"Iya, rasa strawberry. Kamu pasti penasaran kan dengan rasanya? Makanya, cepatlah menikah agar tidak dianggap perawan tua." jawab Melodi cetus.

__ADS_1


"Hush... Gak boleh ngomong seperti itu. Pintu lift sudah terbuka, kita langsung ke ruangan praktekku saja."


"Okey." balas Melodi dengan menyenggir kuda karena Lia merasa tersinggung atas perkataannya.


Akhirnya, Melodi dan Lia memasuki ruangan praktek dokter. Di dalam ruangan yang bernuansa putih dan banyak berbagai macam alat medis. Melodi diperiksa oleh Lia.


"Mel, tolong berbaringlah di atas ranjang tidur itu. Aku akan menyiapkan beberapa peralatan medis," ucap Lia dan Melodi mengangguk mengiyakan perkataannya.


Melodi berjalan menuju ranjang tidur berwarna hitam dan ia berbaring dengan posisi mengangkang agar bisa diperiksa oleh Lia. Ia menatap ke arah Lia yang sedang membersihkan alat medis dengan steril.


"Baiklah, aku buka dulu bagian bawahnya," ucap Lia dan Melodi mengerti Lia akan memeriksa kondisinya.


"Normal, robek sedikit tidak apa-apa nanti luka kegadisan akan sembuh." Lia masih memeriksa bagian intim Melodi.


"Hem... Tetapi rasanya perih dan sakit saat berjalan. Apa tidak ada luka serius, Lia?" tanya Melodi memastikan.


"Tidak, memang seperti itu lukanya pasti sembuh. Nanti, aku kasih obat penahan rasa nyeri agar tidak sakit lagi." jawab Lia yang ingin berjalan meninggalkan Melodi yang masih berbaring di atas ranjang kasur rumah sakit.


"Tunggu Lia! Selain aku ingin memeriksa luka itu aku mau memasang obat KB pada diriku," ucap Melodi membuat Lia menyerhitkan keningnya merasa binggung.


"Kenapa memasang obat KB? Apa kamu tidak ingin memiliki anak?" tanya Lia.


"Bukan tidak mau punya anak, tetapi lebih tepatnya belum siap punya anak. Tolong Carikan aku tipe obat KB yang tidak membuatku hamil dan tidak gendut. Tapi, tolong jangan sebarkan permintaanku ini pada orang lain. Aku akan membayar tiga kali lipat sebagai ucapan terima kasihku untukmu." jawab Melodi panjang lebar di hadapan Lia.


Lia tampak berpikir keras saat memberi persetujuan permintaan Melodi yang tampak serius dengan perkataanya.


"Baiklah, aku akan memberikan obat KB sesuai permintaanmu, Mel. Terima kasih atas penawarannya. Aku akan memberikan Intra Uterine Device, yang juga dikenal sebagai KB spiral untuk tubuhmu. Tidak gendut dan tidak mengalami iritasi. Kamu tenang saja, cara obat KB satu ini aman dan nyaman saat digunakan oleh setiap wanita." jelas Lia panjang lebar pada Melodi.


"Baiklah, aku percayakan padamu semuanya. Tolong berikan obat KB itu padaku secepatnya." pinta Melodi dan Lia melakukannya sesuai perintah Melodi.


Satu jam kemudian, Melodi telah berjalan keluar dari pintu rumah sakit. Melodi yang sedang berjalan sambil menatap layar ponselnya. Tanpa sengaja, ia menabrak tangan seorang pria.

__ADS_1


"Haduh... Maaf-maaf, aku tidak sengaja menabrakmu," ucap Melodi dengan mengangkat kepalanya ke arah pria itu.


"Anton, kenapa kamu berada disini?" tanya Melodi dengan menatap heran ke arah Anton yang sedang memasang wajah dingin dan datarnya.


__ADS_2